Suami, One Day

Suami, One Day
Chapter 12


__ADS_3

Pagi hari Alle terbangun karena cahaya matahari pagi yang menembus di sela-sela korden ia mengucek kedua matanya


"Jam berapa ini?" gumam Alle ia pun mengambil ponselnya melihat jam berapa sekarang


"Ternyata sudah jam 7 pagi" ujarnya


"Hoamm" alle ia menyibakkan Selimut turun dari ranjang lalu merapikan tempat tidur


Selesai itu ia masuk ia pergi mandi karena hari ini ia berencana untuk mengelilingi kota new York


Biar ia tahu jalan Amerika, kelak jika ia punya pekerjaan bisa tahu jalan pulang


"Selesai" ucap Alle tersenyum tipis melihat diri nya di depan cermin


"Saat nya berangkat sekalian sarapan pagi" ucap Alle berdiri dari duduknya ia menghampiri sofa mengambil tas nya


"Nanti aja lah nyimpen nya, aku jalan dulu sekalian cari lowongan kerja" ucap Alle melihat tiga Paper bag yang ia bawa kemarin


Alle langsung turun ke bawah ia ia menyibak tirai yang menuju balkon biar cahaya matahari masuk ke dalam apartemen nya


Setelah selesai ia keluar apartemen nya, ia akan menjalankan hidup baru di negara tetangga tak ada lagi yang menindas nya, membentak nya, memukul nya dan mengatur nya


Sekarang Alle bebas melakukan apa saja yang ia mau, jujur saja ia tak merindukan keluarganya


Ia sudah terlalu sakit hati apalagi saat alle di interogasi tentang pernikahan dengan Alex


Namun Alle tak menghiraukan itu semua ia sudah tidak ada beban Sekarang hidup nya sudah menjadi santai


Sekarang ia akan menentukan nasibnya


Alle berjalan jalan menyusuri jalan terkadang ia berhenti sejenak melihat hal yang menarik


Ia juga kerap berhenti di sebuah fakultas terkenal di Amerika, dalam lubuk hati nya ia ingin bersekolah kembali melanjutkan kuliah nya


Tapi Alle jika harus berkerja untuk mencukupi kebutuhan nya yang akan mendatang ia tak mungkin menggunakan uang kompensasi dari Alex sebagai tunjangan hidupnya


"Huh capek juga" ucap mengusap keringat nya, setelah berkeliling ia duduk sejenak di kursi taman


Di tempat terbuka, cahaya matahari menyinari bumi tak membuat nya kepanasan karena matahari sudah mulai terbenam


"Sudah mengumpulkan semua alamat lowongan pekerjaan besok kita lamar pekerjaan di sana mudah-mudahan dapet" ujar Alle melihat alamat perusahaan yang membutuhkan pekerjaan


"Hah, semangat untuk memulai hidup baru, rumah baru, lingkungan baru, negara baru dan status baru" ujar Alle pelan di akhir kalimat


"Semangat Alle" teriak Alle hingga orang yang berada di dekat nya menoleh ke arah nya

__ADS_1


Alle pun tersadar ia menunduk kan badan nya meminta maaf sambil tersenyum kaku


"Lupa kalau di negara orang" ucap Alle menggaruk kepalanya yang tak gatal


Setelah itu Alle kembali ke apartemen nya ia juga mampir ke market bawah apartemen nya membeli keperluan nya melamar pekerjaan dan untuk dirinya


Soal makanan Alle bisa masak toh di apartemen nya juga ada sayuran, tinggal masak hemat pengeluaran


Di sisi Alex


Kini mereka masih ada di Amerika tapi berbeda kota dengan Alle mereka saat ini sedang rapat mengadakan pemindahan perusahaan pusat ke negara Amerika tanpa sepengetahuan paman nya


Karena Alex tak mau paman nya mengacaukan rencana nya yakni mengambil alih perusahaan, kekuasaan, dan kekayaan nya tanpa di ketahui oleh paman nya


"Rapat sampai di sini, silahkan bubar" ujar asisten ben yang masih setia mendampingi Alex


Para dewan direksi keluar dari ruang rapat hingga sekarang tersisa Alex dan asisten Ben


"Kita kerjakan di sini saja sambil menunggu waktu" ucap Alex tanpa melihat asisten Ben


"Baik tuan" ucap asisten Ben mengangguk mereka setelah ini akan mengadakan rapat kembali dan itu hanya selang beberapa menit saja oleh sebab itu Alex berdiam diri tak kembali ke ruangan nya


Sama hal nya itu membuang waktu saja batin Alex


Alle yang sibuk mencari pekerjaan dan Alex sibuk dengan pekerjaan nya, Sekarang mereka mulai hidup masing-masing dengan status baru


"Perhatikan kalian semua, perkenalkan ini alle teman baru kita mulai hari ini dia akan menjadi keluarga kita" ucap seorang wanita cantik dengan senyum menawan nya


Prok prok prok


"Selamat bergabung Alle" ucap nya menjabat tangan Alle tersenyum lebar


"Terimakasih Bu Sandra" ucap Alle mengangguk menerima uluran tangan wanita yang di panggil Bu Sandra


"Semoga kau betah di sini ya" ucap Bu Sandra menepuk pundak alle lalu pergi


"Selamat saya Michel" ujar seseorang laki-laki tampan dua lesung di pipi nya


"Ah Alle" ucap Alle memperkenalkan diri


"Semoga betah ya, jika kamu butuh bantuan kamu bisa tanya saya" ucap Michel


"Baik terimakasih" ucap Alle mengangguk


Setelah itu yang lain langsung pergi melanjutkan pekerjaannya beda hal dengan satu orang tersenyum lebar dengan alle ia pun menghampiri nya

__ADS_1


"Hallo, aku Deby, salam kenal" ucap wanita cantik mungil terlihat seperti orang Asia, karena wajah nya berbeda dengan yang lain yang kebulean


"Alle" ucap Alle mengangguk sedikit


"Kita nanti ngobrol-ngobrol ya" ajak Deby


"Ah iya" ucap Alle karena ini hari pertama nya masuk kerja setelah beberapa hari tidak ada perusahaan yang mau menerima nya


Ia masih bersikap canggung karena ada beberapa orang yang berwajah masam, tak peduli, ya ada juga yang baik menyapa nya seperti Deby dan michel


Deby mengangguk antusias lalu kembali ke meja nya melanjutkan pekerjaannya


Alle juga melanjutkan pekerjaannya ia duduk di kursi dekat dengan Michel


"Hah"


"Semangat Alle kamu pasti bisa" ucap Alle menyemangati diri sendiri


Ia menatap sekeliling nya wajah mereka serius sibuk mengerjakan pekerjaan nya


"Alle?" panggil Michel


"Ah iya" ucap Alle sedikit tersentak ketika Michel memanggil nya karena ia fokus menatap sekeliling


"Kamu cek file ini ya, nanti kalau sudah beritahu aku" ucap Michel tersenyum lebar


"Oke" ucap Alle mengangguk paham ia mengambil file yang di samping nya lalu membaca membenahi apa yang tidak benar


Beberapa menit kemudian Alle fokus dengan apa yang di pegang nya tiba-tiba ada orang berjalan ke arah nya


"Heh Anak baru, kerjakan ini" ucap wanita dengan meletakkan cukup banyak dokumen di atas meja alle cukup keras


"Semua ini?" ujar Alle menatap wanita itu


"Mau nambah lagi, tunggu" ucap wanita itu mengambil pekerjaan nya


"Ini hari ini juga harus selesai semuanya" ujar nya dengan ketus lalu meninggalkan Alle


"Sebanyak ini?" gumam Alle tak percaya ia melihat segunung dokumen besar-besar


Ia menatap ke meja Michel, ia baru ngeh kalau Michel tak ada di sana, ia lalu menatap wanita tadi


"Pantas saja di kasih ke aku ternyata dia mau menebalkan gincu nya" ujar Alle pelan melihat wanita itu tengah asyik dengan make up nya tanpa mengerjakan sesuatu


"Baiklah Alle mari kita kerjakan, kita lihat apa yang akan terjadi" ucap Alle tersenyum misterius

__ADS_1


Ia sudah mengalami hal seperti ini saat pertama kali masuk kerja, dan hari ini ia takkan biarkan ia di tindas, ia akan mengerjakan nya tapi ia juga akan memberi pelajaran untuk wanita itu


__ADS_2