
Selesai rapat Alex langsung buru-buru masuk ke dalam ruangan nya
Ceklek
Brak
Ia membuka pintu langsung menutup dengan cara membanting nya untuk saja asisten Ben yang sedari tadi mengikuti langkah Alex bisa menghentikan langkah nya dengan cepat dan tepat
"Huh, untung saja tidak kena wajah ku yang tampan ini kalau tidak bisa Operasi wajah" lega asisten Ben sambil memegangi wajah nya
Sedang di dalam Alex duduk di kursi kebesaran nya pertemuan nya dengan Alle membuat nya sesak ia mengendur kan dasi nya yang terasa mencekik leher nya
"Kenapa bisa dia bekerja di perusahaan ku" gumam Alex
"Kau cari informasi wanita itu kenapa bisa dia bekerja di perusahaan ku" ujar Alex pada asisten Ben tanpa melihat ke depan
"Apa kau dengar asisten Ben" kesal Alex karena asisten Ben tak menjawab
Karena juga tak ada jawaban Alex mendongak kepala nya menatap sekeliling kosong hanya ada diri nya di dalam
"Kemana asisten itu" kesal Alex
Tak lama pintu terbuka muncullah asisten Ben, kemunculan asisten Ben membuat Alex menatap tajam asisten Ben
Gleg
Asisten Ben menelan ludah nya dengan kasar
(Kenapa tuan menatap ku seperti itu, menakutkan) batin asisten Ben bergidik ngeri
"Tuan" ucap asisten Ben menghampiri Alex dan berhenti di depan meja kerja Alex
"Dari mana saja kau" ketus Alex terus menatap asisten Ben
"Sa saya tidak dari mana-mana tuan" ucapa asisten Ben menunduk kan kepala nya
"Kalau tidak kemana mana kenapa kau baru masuk sekarang" bentak Alex
"Sa saya" gugup asisten Ben sungguh membuat nya takut, jujur saja apapun ia bisa hadapi dengan berani tapi menghadapi tuan nya yang sedang marah membuat mati berdiri
"Jawab" bentak Alex
"Saya ngamanin wajah saya tuan yang hampir ke bentur pintu yang anda banting" ucap asisten Ben dengan lantang, ups asisten Ben keceplosan ia langsung menutup mulut nya melirik Alex ngeri-ngeri sedap
"Sudah lah, cari informasi wanita itu kenapa dia bisa bekerja di sini" ucap Alex lalu mengusir asisten nya
Sang asisten langsung pergi dari sana sebelum terkena amukan sang tuan
__ADS_1
Tapi ia tak tau bahwa Alex juga merasa sedikit bersalah mendengar ucapan asisten Ben, yang menutup pintu dengan di banting membuat asisten Ben hampir operasi wajah
Tapi gengsi Alex terlalu tinggi membuat tidak meminta maaf pada asisten Ben
Suasana di ruangan Alex terasa penasaran sedangkan di ruangan Alle terasa bahagia
Lantas perencanaan untuk proyek besar berhasil di dapat kan
"Kalian sungguh luar biasa" puji rekan kerja Alle mereka mengelilingi Alle dan satu teman nya
"Tentu saja dong kita pasti berhasil" ujar teman Alle yang ikut rapat tadi
"Jadi kita mulai hari ini akan lebih semangat mengerjakan pekerjaan" ucap teman Alle tersenyum lebar
"Semangat bekerja atau semangat dapat Bonus banyak kamu" celetuk teman nya dari arah belakang
"Tentu saja dapat Bonus banyak memang kalian tidak mau dapat bonus banyak" ucap teman alle
"Tentu saja" ucap mereka
"Maka nya kita harus semangat kerja nya biar dompet kita tebal" sorak teman Alle
"Semangat" ucap mereka serentak
Lalu mereka mulai membubarkan diri ada yang melanjutkan pekerjaan nya ada juga yang langsung ke kantin karena sebentar lagi waktu nya jam istirahat
"Enggak kamu duluan aja, seperti nya cacing di perut mu sudah mulai berdemo" ujar Alle terkekeh kecil
"Hehehe, kok tau" ucap teman Alle menggaruk kepalanya
"Soalnya saat rapat tadi aku dengar suara perut mu" bisik Alle tersenyum tipis
"Aaaa, masak sih" ucap teman nya tak percaya
"Tentu saja, sudah sana pergi nanti kamu pingsan karena kelaparan" ucap Alle tersenyum lebar
"Kamu ihh, ya udah aku pergi dulu bye-bye" ucap teman Alle melambaikan tangan nya
Alle mengangguk lalu ia duduk di kursi nya ia akan merangkum inti dari rapat tadi
Waktu demi waktu berlalu tak terasa malam sudah tiba, Alle masih sibuk mengerjakan pekerjaan nya
Ia tipe seperti orang yang jika dapat tanggung jawab ia akan mengerjakan nya secepat mungkin untuk selesai
Seperti saat ini Alle sedang lembur mengerjakan tugas dari rapat tadi
"Aduh pegal nya" ujar Alle merenggangkan kedua tangannya
__ADS_1
"Jam berapa ini kok udah sepi aja" ucap Alle melihat sekeliling lalu melihat ke arah jam di meja nya
Seperti biasa nya ia akan lupa waktu jika sudah asyik bekerja
"What" pekik Alle
Ia terkejut saat waktu sudah larut malam, ia lalu bergegas membereskan barang-barang merapikan kertas yang berserakan dengan cepat
"Aduh kenapa sampai lupa begini, masih ada gak ya taksi lewat jam segini" ujar Alle memakai tas nya
"CK" decak alle ia mematikan lampu meja dan ruangan ia lalu keluar dengan terburu buru
"Gak ada taksi yang lewat lagi" ucap Alle kebingungan menengok ke kanan ke kiri
Lain Alle, Alex juga baru selesai mengerjakan pekerjaan nya setelah beberapa waktu lalu ia memikirkan tentang perempuan tadi
Ia berjalan santai menuju basement, sudah biasa ia menghadapi malam seperti ini, Alex terus menunggu pintu lift terbuka sendiri an karena asisten Ben sudah ia suruh pulang lebih dulu
Ting
Pintu lift terbuka Alex keluar ia menuju mobil nya yang terparkir ia tak menggunakan supir karena ia merasa kasihan jika menggunakan supir harus menunggu nya sampai larut malam seperti ini
Alex masuk ke dalam lalu menutup pintu mobil menyalakan mesin mobil lalu melajukan mobilnya keluar basement
Mobil Alex berhenti di depan perusahaan nya ia menengok ke kanan ke kiri menunggu mobil lewat
Ya jam segini masih ada kendaraan yang lewat karena jam segini jalan depan perusahaan Alex sering jadikan jalan pintas oleh sebab itu jam segini masih ada kendaraan lewat
Alex kembali menengok ke arah samping jalan tapi sepertinya ia melihat seseorang sedang kebingungan
Ia pun terus melihat untuk memastikan nya, sampai ia yakin entah kenapa Alex menghampiri orang itu
"Ngapain kamu di sini?" tanya Alex membuka jendela mobil nya
"Tuan" ujar orang itu menunduk kan kepala nya
"Aku tidak mengulangi perkataan ku dua kali" ujar Alex
"Saya menunggu taksi tuan" ujar orang itu
(Jam segini nunggu taksi mana ada) batin Alex menatap jam tangan nya
"Masuk" entah kenapa ia bisa mengucap kan itu
"Ta tapi tuan" ucap nya ragu
Alex diam saja ia masih menunggu nya orang itu untuk masuk ke dalam mobilnya
__ADS_1
Mau tak mau orang itu masuk ke dalam mobil Alex karena seperti nya orang keras kepala batin nya