
Alle tersentak ketika mendengar suara yang cukup tidak asing bagi nya suara yang sudah bertahun-tahun tidak ia dengar
Bahkan ia menganggap tidak pernah bertemu dengan orang ini tapi memori saat itu berputar di otak nya
Alle menormalkan perasaan nya ia tak mau orang masa lalu mengganggu kehidupan nya kelak, ia pun berpura-pura tidak mengenal nya
"Dimana toilet nya mbak" ucap Alle dengan sedikit logat bule walau bagaimanapun ia sudah lama di negara orang membuat ia terpengaruh dengan logat mereka jika berbicara Indonesia, ia juga menghiraukan orang di belakang nya
"Di sebelah sana nona, lurus terus belok kanan di sana toilet nya" ucap resepsionis menjawab pertanyaan Alle setelah menegur sang atasan
"Thank you very much" ucap Alle beranjak pergi namun langkah nya berhenti ketika tangan nya di pegang
"Kau berpura-pura tak mengenalku" geram orang itu ketika Alle mengacuhkan nya
"Sorry sir, aku tak mengenal mu" ujar Alle menghempaskan tangan nya sehingga tangan orang itu terhempas kasar
Orang itu memincingkan mata nya menatap Alle dalam, menelisik wajah Alle
"Kau pura-pura tak mengenal ku kakak ipar?" ucap nya tersenyum smirk ia tak mungkin salah mengenali orang
"Maaf tapi memang tak mengenal mu permisi" ucap Alle langsung pergi meninggalkan nya dengan muka masam
"CK, semakin membuat ku tertarik" ucap nya tersenyum misterius
"Cari pelamar kerja hari ini" ucap nya menghampiri asisten nya
"Baik tuan" ucap asisten nya mengangguk paham
Mereka lalu melanjutkan jalan nya yang tertunda akibat melihat sosok yang ia kenal
Alle keluar dari perusahaan dengan muka masam, ia menyetop taksi lalu pergi dari sana ia mau merilekskan pikiran nya
Yang saat ini kacau ketika melihat orang yang tak mau di kenal dari masa lalunya
Bukan tak kenal tapi ia memang kenal tapi hanya hanya sebatas say hello saja bahkan nama nya pun Alle tak tau
Tapi yang ia pasti kan jika orang itu adalah anak dari paman Alex, niat hati ingin lari dari Alex tapi malah bertemu dengan keluarga Alex
Alle melihat ke luar jendela ia melihat bangunan dari dalam mobil tak sengaja mata nya melihat seseorang yang sudah mengganggu hidup nya beberapa tahun lalu
__ADS_1
Ia menatap nya dengan heran mengapa ia di sana di rumah yang begitu kecil tapi mengingat sifat mereka Alle acuh saja tak memikirkan nya
Hingga beberapa saat kemudian sampai lah ia di sebuah panti asuhan tempat ia tinggal dulu sebelum dengan keluarga terkutuk itu
"Terimakasih neng" ucap supir taksi Alle mengangguk sambil tersenyum tipis
Ia menatap bangunan di depan nya tak banyak berubah hanya sekarang lebih besar, luas dan lebih terawat
Ia pun melangkah tapi mata nya Melihat seorang anak kecil yang diam sendiri duduk di sebuah ayunan
Duduk sendiri tak ikut bermain dengan teman-teman yang lain, dengan memasang muka sedih dan menunduk dalam Alle pun menghampiri nya
"Hallo, boleh Kaka duduk di sini" ucap Alle tersenyum lebar
Anak kecil itu menatap Alle sebentar lalu menunduk lagi tak lama ia mengangguk lemah
"Terimakasih" ucap alle ia pun duduk di kursi taman sebelah nya
"Kakak punya permen kau mau?" ucap Alle menyodorkan permen yang kebetulan ia beli kemarin belum sempat ia keluarkan dari dalam tas
Anak itu hanya melirik saja tak menjawab ataupun menolak yang ia lakukan hanya menunduk dalam-dalam
"Nama kakak Alle, nama kamu siapa?" ucap alle masih tersenyum lebar mencoba mengajak ngobrol anak di samping nya
Mungkin jika ia terus mengajak ngobrol anak di samping nya mau berbicara dengan nya
"Kau tau kakak juga berasal dari sini loh, bahkan dari kakak kecil kakak di sini bisa di bilang Kakak baru lahir di dunia kakak sudah di sini" ucap Alle mengingat kenangan dulu
"Tapi kakak sudah tidak tinggal sini lagi, kakak sudah bekerja mencari uang dan hidup sendiri" ucap Alle
Anak itu masih diam, tapi telinga nya mendengar kan cerita Alle
"Kau tau di luar sana dunia terlalu kejam, tak ada seorang pun yang mengalami masalah, termasuk kakak sendiri" ucap Alle mengingat masalah nya dengan berkaca-kaca ia mengadah kepala nya ke atas agar tak menangis
"Maka dari itu kamu harus kuat menjalani semua itu, berani melakukan hal yang benar" ucap Alle tersenyum tapi mata nya masih berkaca-kaca
Ia menatap anak kecil itu masih saja diam seribu bahasa menoleh pun tidak
"Kakak tau kau anak kuat, lawan nya rasa sakit itu, jadilah anak yang ceria, oke" ucap Alle tersenyum
__ADS_1
Tangan nya mengulur hendak mengelus rambut anak kecil itu tapi anak kecil itu menghindari nya bahkan ada setitik takut ketika tangan Alle hendak menggapai nya
"Baiklah tak masalah" ucap Alle yang paham akan hal itu ia tak mau memaksa nya
"Alle kau kah itu?" ucap seseorang menghentikan bibir Alle yang hendak mengatakan sesuatu
"Bunda" ucap Alle berdiri menghambur ke pelukan wanita paruh baya yang ia panggil bunda itu
"Lama tidak bertemu" ucap bunda terharu setelah sekian lama tak ketemu dengan Alle bahkan kabar pun tak ada
"Alle kangen bunda" ucap Alle mengeratkan pelukannya ia juga ikut terharu pertemuan nya dengan bunda
Sosok yang di panggil bunda yang merawat nya saat kecil bisa di bilang ia adalah ketua panti Asuhan ini
"Kemana aja selama ini tidak ada kabar sama sekali, kamu baik-baik saja kan" ucap bunda mengelus kepala Alle mereka masih belum melepaskan pelukan nya
Alle tak menjawab ia malah terisak di pelukan bunda
"Kenapa kamu nangis, bunda tidak gigit kamu" ucap bunda terkekeh tapi ikut menangis
"Bunda injak kaki Alle" ucap Alle tersenyum sambil mengucur deras air mata nya
Perkataan Alle membuat bunda melepaskan pelukannya lalu melihat kebawah tapi ia tidak menginjak kaki Alle
"Dasar, bohongi bunda bunda pikir beneran" ucap bunda mengusap air mata Alle
"Sudah jangan menangis tidak malu apa di lihat Bagas" ucap bunda menunjuk Bagas anak kecil yang tadi di ajak bicara Alle
Alle melihat Bagas tapi Bagas cepat-cepat menunduk yang tadi nya melihat mereka berdua
"Bagus nama nya seperti orang nya" puji Alle tersenyum
"ini buat kamu kakak mau kangen kangenan sama bunda dulu ya byrb
sampai ketemu lagi" ucap Alle memberikan permen tadi lalu melambaikan tangan nya Walau tak ada sahutan dari Bagas
Alle pun langsung menarik tangan bunda dengan Alus mengajak bunda pergi dari sana
"terimakasih" ucap Bagas sangat pelan ketika Alle dan bunda sudah pergi dari sana
__ADS_1