
"Lihat lah kebelakang sayang" ujar Alex tersenyum lebar
"Memang ada apa?" tanya Alle menatap Alex penuh selidik
"Lihat saja ada kejutan untuk mu" ujar nya tersenyum
Mereka menghentikan dansa nya lalu alle berbalik badan menoleh kebelakang
Ia menutup mulut nya terkejut melihat sebuah lampu neon yang besar bertuliskan 'Will you marry me'
Ia lantas terharus dan berbalik menghadap Alex yang ternyata sudah berlutut membuka cincin dan buket bunga di tangan nya
Entah dari mana buket bunga itu sudah berada di tangan nya
"Will you marry me, sayang aku tau mungkin ini bukan lamaran yang tepat karena kita sudah menikah tapi aku ingin hubungan kita berawal dengan ketulusan, cinta dan kasih sayang" ucap Alex menatap Alle
"Dan aku bukan laki-laki yang baik hati, aku laki-laki yang egois, pemarah dan tidak sabar, tapi aku pasti akan berusaha menjadi laki-laki yang baik untuk keluarga kita, keluarga kamu dan keluarga ku, jadi Alle mau kah kau menikah dengan ku, membangun rumah tangga yang hangat yang penuh suka duka, dan penuh kasih sayang?" ucap Alle menatap Alle dengan penuh harapan
"Aku mau" Alle mengangguk haru bahagia air mata nya sudah menetes dari tadi tangan kanan nya menutup mulut nya dan tangan kiri nya mengulur kan nya pada Alex
Alex tersenyum bahagia, ia lantas memakai cincin di jari manis Alle mengecup nya setelah cincin itu terpasang
Lalu ia berdiri dan memberikan buket bunga itu pada Alle, mereka saling memeluk satu sama lain
Merasa kan haru dan bahagia, perasaan bercampur menjadi satu mereka berpelukan hingga beberapa menit lama nya
"Congratulations" sorak dua orang wanita menghampiri mereka dengan penuh rasa bahagia
Mereka melepaskan pelukannya Alex menghapus air mata Alle yang masih terus berjatuhan.
"Udah nangis nya nanti mata kamu bengkak tidak jadi cantik" ucap dira menatap Alle
Alle terkekeh, lalu menatap Dira dan Ara
"Kapan kalian kesini?" tanya Alle memeluk mereka
"Sudah dari tadi" ucap mereka membalas pelukan Alle
"Kakak aja datang nya lama" ucap Ara di saat mereka melepas pelukan nya
"Iya kah" ucap Alle menatap mereka lalu ke Alex
"Iya lah, tapi kalau mommy dan Daddy baru saja datang, lihat mereka juga menyaksikan lamaran kalian" ucap dira menunjuk sang Mommy dan Daddy duduk di bawah pohon tak jauh dari mereka
Alle menatap kedua orang tua nya, mereka juga membalas dengan senyuman lebar
"Kau mengundang mereka semua?" tanya Alle menatap Alex
"Ya tentu saja, ini kan hari penting jadi aku tidak mau mereka melewatkan hal yang penting " ucap Alex memeluk Alle
"Terimakasih " tulus Alle membalas pelukan Alex
"Sama-sama " ucap Alex mengecup kening Alle
__ADS_1
"Aduh panas di sini Ra" ucap dira mengibaskan tangan nya di depan wajahnya
"Iya kak, serasa dunia milik berdua yang lain nya ngontrak" ucap Ara ikt menimpali
Maklum lah dua-dua nya jones alias jomblo ngenes
"Hahah, maka nya cari pacar" ucap Alle terkekeh tanpa melepaskan pelukan nya
"Cari di mana buk di kolong jembatan " ucap dira kesal emang di kira cari pacar gampang
Belum lagi jaman sekarang no good looking no see, no good rekening no see
Hah padahal suatu hubungan bukan dari fisik atau materi yang di pandang tapi dari hati dan ketulusan
Buat apa, good rekening good looking kalau punya penyakit hati
"Asisten Ben sigle jika mau" bukan Alle yang berkata tapi Alex yang berkata sambil menatap Dira
"Asisten mu itu?" ucap dira tak percaya
"Iya, dia orang nya cekatan, pasti bahagia kamu sama dia" ujar Alex terkekeh
"Masak" ucap dira
"Iya apalagi kau ingat beberapa bulan lalu saat kita berangkat ke Belanda, saat dia terjatuh di depan pintu, dan kau tertawa dia menatap mu tanpa berkedip" ucap Alex mengingat wajah asisten Ben saat itu
"Benarkah kah kah, wah" ucap Ara kegirangan
"Nah loh, usah ada yang naksir" ucap Alle ikut terkekeh
"Kenapa kakak pipi nya merah" ucap Ara dengan polos nya
"Hahaha" tawa Alex dan Alle membuat Dira tambah salah tingkah ia pergi meninggalkan mereka dengan menghentak kan kaki nya
Karena jujur saja ia juga mengingatkan kejadian waktu itu ia juga Melihat wajah asisten Ben yang menatap nya tak berkedip
Ah memikirkan nya jadi tambah panas pipi nya ia menepuk pelan kedua pipi nya berjalan menunduk
Tanpa melihat langkah kaki nya ia tak memperhatikan jalan ia tersandung akar pohon
"aaaa" teriak nya menutup mata nya
Dug
(Eh kok enggak sakit) batin nya ia lalu membuka mata nya
(Tampan sekali apa aku ada di surga) batin nya terpana melihat wajah yang tampan sedang menangkap tubuh nya
Satu duatiga
Hingga beberapa detik mereka saling melihat mata yang sayu dan meneduhkan
Deg
__ADS_1
Deg
Deg
Debaran jantung yang tak terkontrol mereka masih asyik dengan posisi Dira berada di pelukan laki-laki itu
"Ehem, serasa dunia milik berdua ya" ucap tiba-tiba di samping mereka
Lantas suara itu membuyarkan lamunan mereka, dengan perasaan salah tingkah dan serabut warna merah di pipi kedua nya
"Kok, pipi kakak-kakak merah" ucap Ara lagi-lagi dengan muka polos nya menatap mereka
Alle dan Alex tambah terkekeh mendengar ucapan Ara
Sedang kan kedua orang itu malu bukan main
"Dasar menyebalkan" ucap dira lalu berlari meninggalkan mereka menghampiri mommy dan Daddy
Memeluk mommy dengan erat menghilangkan rasa malu nya
"Saya permisi tuan mau lanjut periksa yang lain" laki-laki itu yang tak lain yang tak bukan adalah asisten Ben
"Cepat di resmikan jika kau suka asisten Ben" ujar alex menepuk pundak asisten Ben
Asisten Ben hanya mengangguk kaku lalu pergi meninggalkan mereka
"Hahaha" tawa tiga orang itu melihat mereka yang salah tingkah
"Lucu ya Kak mereka" celetuk Ara
"Iya ayo kita hampiri mommy dan Daddy" ajak Alle menggenggam tangan Ara
Mereka lalu melanjutkan berjalan menghampiri mommy dan Daddy dengan Alex di belakang mereka
"Selamat ya sayang" ucap mommy tersenyum lebar menatap Alle
"Terima kasih mom" ucap Alle tersenyum
"Kapan pernikahan kalian?" tanya Daddy
"Satu bulan lagi dad" ucap Alex tersenyum tipis
"Apa kenapa secepat itu?" ucap Alle kaget
"Biar kamu tidak jatuh ke pelukan orang lain" ucap Alex melirik Dira yang masih memeluk mommy tak menghiraukan keberadaan mereka
"hahah kau benar" ucap Alle tertawa melihat mata Alex melirik kemana
"Mommy, mereka ledekin Dira" Rajuk Dira menggoyang kan badan nya
"Sudah sudah kalian ini jahil sekali" ucap sang Mommy mengelus rambut Dira dengan sayang
"Hahaha" mereka tertawa Melihat Dira merajuk, kemudian mereka ngobrol bersama melempar candaan satu sama lain
__ADS_1
Ah lihat lah mereka bahagia tertawa lepas malam ini