
"Kita berangkat bareng aja deh, lagi pula searah" ujar Alle menatap Dira tanpa memperdulikan Alex di antara mereka
"Tapi" ragu Dira melirik ke arah Alex
"Kita naik bus aja" ucap Alle tak mau tau dengan kode Dira
"Oke deh, yuk sekarang berangkat nya takut ketinggalan" ucap dira menggandeng tangan Alle
Mereka tersenyum lebar melangkah ke jalan besar tanpa memperdulikan Alex
Alex yang sedari tadi berdiam memperhatikan mereka menghela nafas panjang
(Baru juga mau ngomong kenapa mereka seakan tak melihat ku di sini) keluh Alex
Ia pun mengikuti Alle dan Dira, mengikuti hingga ke dalam bus dan sampai di cafe Dira
"Aku duluan ya bye-bye, semangat interview nya" ucap dira melambaikan tangan sambil tersenyum lebar
Alle ikut melambaikan tangan nya tersenyum lebar lagi-lagi ia tak memperdulikan Alex yang seperti nya tersiksa
Ya tersiksa karena ia belum pernah menaiki angkutan umum, Alex merasa tak nyaman, tak nyaman karena jadi pusat perhatian
Apalagi bau parfum yang menyengat menjadi satu, ingin sekali ia turun tapi ia harus tahan Anggap saja ini semua ujian untuk nya
Alle mengangkat bahu nya acuh ia sibuk memandangi pemandangan dari jendela
Hingga mereka sampai di sebuah perusahaan menjulang tinggi, Alle berdiam sejenak lalu masuk ke dalam
Alex yang sedari tadi mengikuti hanya melihat nya dari jauh ia menatap sendu Alle yang masuk ke dalam
Alex lalu masuk ke sebuah cafe di depan perusahaan itu, ia memutuskan menunggu Alle di dalam cafe sambil memesan makanan
Karena perut nya terasa lapar dari kemarin hanya makan ringan saja
Waktu terus berlalu hingga beberapa jam kemudian Alex melihat wajah Alle yang tersenyum lebar keluar dari perusahaan
(Seperti dia di terima) ucap Alex ikut tersenyum ia lalu keluar kembali mengikuti Alle
Tak berapa lama Alle tiba di cafe tempat kerja Dira
"Seperti biasa ya" ucap Alle menepuk bahu Dira yang belum mengetahui kedatangan nya
"Eh kamu ngagetin aja" ucap dira ia celingukan di belakang Alle
"Cari apa sih" ucap Alle menatap heran Dira
"Gak papa, ternyata laki lu masih ngikutin kamu" ujar Dira ketika sekilas melihat Alex
"Biarin saja lah, gak peduli aku" ucap alle menatap kebelakang lalu menatap Dira
"CK, masak sih kamu gak peduli" ujar Dira melihat kedua bola mata Alle mencari sebuah Jawaban
__ADS_1
"Udah ah, aku tunggu di tempat biasa ya" ucap Alle tersenyum menuju meja biasa ia duduk
Dira hanya menghela nafas panjang
(Aku tau kamu masih cinta sama dia) batin Dira
Satu, dua hingga satu Minggu lama nya Alex masih terus mengikuti Alle, menunggu Alle hingga pulang bekerja
Alle ia sendiri sedikit risih di ikuti Alex tak henti-hentinya, terkadang juga Alex mengirimkan makanan entak itu buatan sendiri atau pesanan
Tentu saja Alle menolak itu semua, tapi Alex masih tetap tak menyerah hingga Alle merasa jengah
Tok tok tok
Ceklek
"Tak bisakah kamu berhenti dengan kelakuan mu itu" sarkas Alle membuka pintu menatap tajam Alex yang berdiri dengan wajah penuh senyum hangat nya
"Sampai kapan pun aku tak akan berhenti" ucap Alex
"CK" decak Alle
"Terimalah, mungkin malam ini malam terakhir aku mengirim mu makanan" ucap Alex menatap Alle sendu
Deg
Ada perasaan tak bisa di jelaskan ketika Alex berkata seperti itu ia menelisik wajah Alex
Alle menatap wajah Alex, mau tak mau ia mengambil makanan itu
"Terimakasih" ucap Alex tersenyum lebar
"Hem" hanya deheman Alle yang keluar dari mulut nya
"Masuk dan makan lah" ucap Alex
Tanpa mengatakan apapun Alle masuk ke dalam
"Aku pamit pergi, Sampai jumpa lain waktu" ucap Alex menatap pintu rumah Dira ia diam sejenak melihat sekeliling nya
Ia menghembuskan nafas panjang lalu ia pergi meninggalkan kediaman Alle dengan perasaan tak rela
Sedangkan Alle ia masih diam di pintu ia juga mendengar apa yang Alex bilang ia pun mengintip Alex dari balik korden
"Hanya segitu kah perjuangan mu?" gumam Alle melihat Alex masuk ke mobil
"Aku harap kita tak bertemu lagi" gumam nya lagi
Lain di mulut lain di hati, mulut berkata tak ingin bertemu kembali tapi hati tak bisa di bohongi
Tanpa sadar ia meneteskan air mata nya namun secepat nya ia menghapus nya tak ingin sahabat nya melihat nya
__ADS_1
Ia lalu kebelakang memakan makanan dari Alex, sambil sesekali ia mengusap mata nya yang entah kenapa tak bisa di ajak kompromi
Tapi ia berharap Dira tak melihat nya , tapi siapa sangka Dira melihat itu semua Dengan jelas
Ia melihat nya dari balik pintu yang ia belum tutup sempurna
(Kau tak bisa membohongi hati mu Alle, ketika ia berada di samping mu kau acuh tapi ketika ia pergi dari sisi mu kau merasa kehilangan) batin Dira ia menutup pintu nya dengan pelan tanpa menimbulkan suara
Keesokan pagi hari nya Alle terbangun dari tidur nya ia melakukan aktivitas nya seperti biasa nya tapi ada yang berbeda dari wajah nya seperti ada yang hilang
",Kau jadi pindah Alle?" tanya Dira
Alle mengangguk
Ya hari ini Alle akan pindah di sebuah kos kosan ia tak mau tinggal lebih lama di rumah Dira Walau pun Dira mengijinkan nya karena ia merasa enggan
Lagipula kosan Alle lumayan dekat dengan cafe tempat Dira bekerja jadi ia bisa mampir ke tempat Dira jika ia rindu dengan sahabat nya
"Beneran kamu mau pindah?" ucap dira sekali lagi sebenar nya ia tak mau Alle pindah tapi ia juga tak bisa menolak keputusan Alle
"Iya aku akan pindah hari ini, kalau kau mau menginap di kos ku tidak masalah" ucap Alle tersenyum paksa
"Beneran?" ucap dira antusias
"Tentu saja" ucap Alle mengangguk
"Baiklah aku akan menginap di kos mu" ucap dira tersenyum lebar
"Jangan lupa bawa baju ganti" ucap Alle
"Oke siap Bu boss" ucap dira hormat ala komandan
Mereka akhirnya tertawa bersama, selesai sarapan mereka berangkat ke kosan Alle
Pagi ini Alle memutuskan pergi dengan menaiki taksi karena ia membawa beberapa koper berisi pakaian nya saja soal kebutuhan yang lain alle akan membeli nya di sana
Di dalam taksi suasana begitu hening
"Ngalamun aja" ucap dira menyenggol lengan Alle yang sedari tadi diam saja
"Enggak kok ngantuk aja" kilah Alle
"CK pagi-pagi jangan tidur" ujar Dira
"Iya bawel" ucap Alle
Lalu setelah itu hening kembali Dira sibuk dengan ponsel nya sedangkan Alle sibuk memperhatikan sekeliling nya mencari sesuatu yang entah kemana keberadaan nya
Ia pun menghela nafas panjang, sungguh ia merasa kehilangan saat ini
(Apa aku keterlaluan ya sama dia, setidaknya aku bilang ke dia kalau aku memaafkan nya, tapi kan memang kenyataannya aku sudah memaafkan dia) batin Alle
__ADS_1
(Ya walau tidak mengatakan nya langsung, CK sudah lah) batin Alle bergumam dengan diri nya sendiri