Suami, One Day

Suami, One Day
Chapter 99


__ADS_3

Gleg


"Kenapa keberatan?" ujar Alle ketika melihat wajah Alex yang terpaksa


"Bukan begit-" ucap Alex terpotong


"Kau membela dia" ucap Alle dengan nada tinggi


"Bu bukan sayang, aku tidak membela dia tapi" ucap Alex menghela nafas kasar


"Tapi apa, bilang saja kamu tidak rela kamu masih ingin menikmati waktu berdua dengan nya bukan" ketus Alle memaling kan wajah nya


"Bukan itu, tapi kita memutuskan kerjasama dengan dia maka otomatis kita bayar uang pinalti sayang, dan itu jumlah nya tidak sedikit kau tau perusahaan kita baru berkembang saat ini" ucap Alex


"Bisa saja aku membayar uang pinalti itu tapi itu akan membuat keuangan perusahaan menipis " ujar nya dengan nada lemah


Alle yang mendengar nya tersentak, ia berpikir jika diri nya ini terlalu egois tidak memikirkan perasaan orang lain


Dan entah kenapa tiba-tiba ia merasa sedih karena nya


"Hiks hiks hiks"


Alex yang tadi tertunduk langsung menoleh ke arah Alle yang sudah terisak entah karena apa ia juga bingung


"Sayang kenapa kau menangis?" tanya Alex bingung


"Huaa" Isak Alle semakin kencang ia memeluk Alex dengan erat menenggelamkan wajahnya di dada Alex


"Sayang" panggil Alex ia semakin bingung ketika mendengar isakan Alle semakin keras


"Kenapa kau menangis Alle, apa ada yang sakit bilang sama aku" ujar nya khawatir


Alle menggeleng kepala nya


"Lalu kenapa kau menangis" tanya Alex


"Ak aku tidak apa-apa" ucap Alle menggeleng


Alex hendak berbicara tapi pintu sudah terketuk


tok tok tok


"Masuk" ucap Alex


Masuk lah asisten Ben dengan paper bag di tangan nya


"Maaf tuan, nyonya mengganggu makan siang kalian sudah saya pesan" ujar asisten Ben


"Tidak usah asisten Ben kau makan saja, kebetulan aku sudah bawa makan siang" ucap Alle menunjuk paper bag di depan Alex


"Baiklah nyonya, tuan saya permisi " pamit nya


"Eh tunggu" teriak Alle ketika asisten Ben hendak menutup pintu


"Iya nyonya?" tanya asisten Ben


"Apa yang kau pesan itu?" tanya Alle


"Saya pesan makanan siang ala Bento nyonya" ucap asisten Ben melihat paper bag di tangan nya


"Coba aku liat" ucap Alle mengadah tangan nya

__ADS_1


Lantas asisten menatap Alex, Alex mengangguk lalu menghampiri Alle


"Kelihatan nya enak" ucap Alle tersenyum lebar melihat makanan yang di pesan asisten Ben


"Sangat menggiurkan" imbuh nya sambil mengusap air liur nya


"Aku makan ini" ucap nya merangkul sebungkus bento di peluk an nya


"Yang Satu ini kau ambil aja" ucap Alex pada asisten Ben


"Baik tuan" ucap asisten Ben mengangguk paham


Ia lalu pamit keluar meninggalkan Alex dan Alle


"Em enak" seru Alle mata nya berbinar merasa kan makanan di depan nya


"Kau suka?" tanya Alex menatap Alle


"Sangat suka" ucap Alle mengangguk antusias


"Makan lah yang banyak" ujar nya merapikan rambut Alle yang mengganggudan menyimpan nya di belakang telinga


"Kau makan juga" ucap Alle menggeser pelan paper bag di depan Alex


"Iya" Alex mengangguk


Tangan nya meraih paper itu, mengeluarkan kotak makan nya llau menatap Alle


"Sayang kau bawa makanan banyak sekali" ujar Alex


"Oh itu tadi bibi yang masukin semua nya, kamu harus makan itu semua kalau tidak bibi akan marah pada mu" ujar Alex dengan mulut penuh makanan


Gleg


Alle menggeleng cepat


"Mana bisa aku habis-"


"Harus habis" tegas Alle menatap tajam Alex


Alex melihat wajah Alle yang garang ia menelan Saliva nya dengan susah payah


Mana bisa ia menghabiskan makanan di depan nya, makanan untuk porsi tiga orang


Lauk, sayuran juga nasi yang terisi di setiap kotak full tanpa celah


(Bibi seharus nya kamu tidak membawakan Alle makanan sebanyak ini) batin nya menatap makanan di depan nya dengan lemas


"Ayo di makan Alex, ini semua aku yang masak" ucap Alle mulai menyendok kan makanan ke mulut Alex


Alex hanya menerima nya dengan pasrah


"Makan semua nya kalau tidak, aku akan ngambek sama kamu, aku sudah susah payah masak untuk makan siang mu" ucap nya terus memasukkan makanan ke mulut nya


"Iya" ujar Alex pelan


(Terima saja lah, dari pada aku tidur di luar) batin Alex


Beberapa saat Alle selesai dengan makan siang nya ia menatap Alex yang masih makan dengan wajah sulit di jelaskan


"Hehehe" tiba-tiba ia tertawa melihat wajah alex

__ADS_1


"Kenapa?" tanya Alex


"Tidak, kau habis kan makanan itu sampai habis, kalau tidak aku marah pada mu" ancam Alle menunjuk makanan yang masih banyak


"Iya sayang" ucap Alex dengan pasrah


"Bagus, aku mau tidur dulu" ucap Alle tersenyum penuh kemenangan


Ia lantas berjalan ke ruang pribadi Alex dengan wajah tanpa dosa nya, Alex melihat punggung Alle sudah tidak terlihat hanya menghela nafas panjang


"Huft"


"Mana mungkin aku habis kan semua ini" ujar nya


"Apa aku buang saja ya" ucap Alex melihat pintu ruang pribadi nya


"Iya aku buang saja kalau gitu, kalau tidak aku bisa buncit makan ini semua" gumam nya mengangguk pelan


"Hahaha, pandai juga kamu Alex, maaf ya bukan nya aku buang makanan sia-sia tapi aku tidak kuat menghabiskan mu" ucap Alex tersenyum lebar menatap makanan di depan nya


Ia memakan nya dengan penuh semangat setelah kenyang ia memanggil ob untuk membersihkan sisa makananya


Ia juga memberikan nya pada ob makanan nya yang tidak ia sentuh selesai bersih semua ia menyusul sang istri yang sudah terlelap dalam mimpi nya


Sore hari Alex terganggu tidurnya ketika mendengar suara Isak tangis di samping nya


Ia membuka mata nya menoleh ke samping ia melihat Alle yang duduk memeluk lutut nya menenggelamkan wajah nya di antara lutut dan dada


"Hiks hiks"


"Sayang kau kenapa nangis" ucap Alex bergegas bangun


"Kau jahat" ucap Alle menatap Alex dengan muka penuh air mata


"Jahat?, kau mimpi ya sayang nuduh aku jahat" ucap Alex merangkul Alle tapi tangan nya sudah di tepis Alle lebih dulu sebelum menyentuh nya


"Kau jahat, jahat, jahat" tangis Alle semakin deras


Alex semakin panik di buat nya ia mendekati Alle tapi Alle menghindari Alex


"Sayang" panggil Alex tapi Alle tak menggubris nya ia keluar ruang pribadi Alex mengambil tas nya


"Sayang tunggu kamu mau kemana" teriak Alex menyusul Alle yang sudah keluar dari ruangan nya


Alle tak memperdulikan Alex ia masuk ke dalam lift lalu memencet nya dengan tak sabaran


Tepat pintu lift tertutup Alex sampai di depan pintu lift ia memencet tombol lift tapi pintu lift tak kunjung terbuka


Tanpa pikir panjang ia turun lewat tangga darurat dengan sekuat tenaga


Dari lantai paling atas lantai 20 hingga lantai 15, ia menekan lift di lantai 15 dengan sisa tenaga ia masuk ke dalam sana


Wajah yang kusut, keringat dan baju berantakan Alex tak menghiraukan itu semua


Yang penting ia bisa menyusul Alle yang turun ke lantai satu


Ting


Pintu terbuka Alex berlari keluar ia mencari Alle mata nya membulat ketika melihat alle sudah menaiki mobil


"Ahhkk, sial" teriak Alex frustasi ketika tak berhasil mengejar mobil Alle

__ADS_1


Ia kembali ke ruangan nya dengan lesu, kejadian Alex tadi tak luput dari pasang mata yang memperhatikan nya sedari tadi


__ADS_2