
Pagi hari Alle terbangun dari tidurnya ia terlihat sedikit lebih lega pasal nya ia sudah berbicara pada Alex tentang terjadi kemarin ia pun bergegas membersihkan diri
Beberapa menit kemudian ia sudah rapi dari atas sampai bawah, ia kemudian mengambil tas dan ponsel nya sendiri, ia membukanya ternyata ada notifikasi di ponsel nya
Ia tersenyum ketika membaca nya yang di yakini itu dari sahabat nya Dira
"Selalu Cerewet seperti ibu-ibu kompleks" gumam Alle
IA membalas pesan itu lalu memasukkan nya ke dalam tas, ponsel dari Alex sendiri ia letakkan di antara baju baju nya
Kemudian ia bergegas turun ke bawah untuk sarapan
Beda hal dengan Alle, Alex kini sudah rapi, bersih dan wangi
Ting tong ting tong
Alex keluar membuka pintu terlihat asisten Ben juga sudah siap, mereka lalu berangkat ke kantor meninggalkan apartemen Alex
Ya apartemen, alex masih tinggal di apartemen nya, sebenarnya ia sudah mempunyai rumah yang mewah tapi ia malas untuk menempati nya karena hanya ada diri nya sendiri yang menempati nya
Selama di perjalanan mereka sibuk dengan posisi masing-masing, Alex memandang jalanan dari balik jendela
Sedang kan asisten Ben mengecek pasar saham, tak berapa lama mereka sampai di kantor
Mereka turun dengan asisten Ben membuka kan pintu Alex keluar lah Alex kemudian mereka berjalan berdampingan menuju ruangan Alex
Tak jarang karyawan yang melihat Alex menyapa nya, dan Alex hanya mengangguk kepala nya pelan hingga sapaan itu berakhir di pintu lift yang tertutup
Siang hari
"Apa kau sudah melakukan apa yang aku suruh?" tanya Alex kini mereka sedang berjalan menuju ruang rapat
"Sudah tuan semua nya sudah siap" ucap asisten Ben mengangguk
"Bagus" ucap Alex mengangguk puas
Ting
Mereka keluar lalu masuk ke dalam ruang rapat, ruang rapat yang semula berisik kini menjadi hening sejak kedatangan Alex
"Langsung saja kita mulai pengambilan suara" ucap Alex menatap mereka semua
"Setuju" ucap mereka beberapa
__ADS_1
Mereka mengambil suara dengan cara menulis kan nomer satu dan dua, nomer satu untuk Alex dan nomer satu untuk Terry pemegang saham kedua tertinggi
Selesai menulis kertas itu di kumpukan menjadi satu asisten Ben membuka dan berbicara, sambil tangan nya memperlihatkan tulisan di kertas itu
"Nomer dua" ucap asisten Ben kertas kosong yang terakhir
"Bagiamana ini, kenapa pemungutan suara seri?" ucap dari beberapa dewan
Memang benar hasil dari pemungutan suara itu seri atau sama seharusnya ada salah satu yang masih belum memilih
"Kira-kira siapa yang masih belum memilih" begitu lah pertanyaan dari orang orang
Kalau Alle Sendiri ia sudah memilih nomer dua, sesuai permintaan Alex kemarin
"Hem, ada yang belum memilih ternyata" ucap Alex
"Sebelum kita mencari siapa yang belum memilih mari kita melakukan perjanjian" ucap Alex tersenyum smirk
"Perjanjian apa yang kau maksud, tak bisa membalikkan keadaan bilang saja, sok mau mengadakan perjanjian segala" ujar tuan Gani tersenyum sinis
"Takut di hukum oleh kita maka nya kau mengadakan perjanjian benar bukan?" imbuh nya
(Seperti orang ini sangat membenci Alex) batin Alle menatap tuan Gani karena jujur ia baru mengenal situasi saat ini karena ia kemarin hany diam dan berbicara apa yang mereka perintah kan
Alex tak menjawab ia menatap asisten Ben, asisten Ben mengangguk lalu membagikan sebuah kertas
Yang di mana isi perjanjian itu yang tidak memilih Alex tidak akan menerima laba dari perusahaan, jika Alex terpilih jadi CEO dan laba itu akan di bagikan ke dewan yang memilih Alex
Begitupun sebalik nya jika Alex tak terpilih maka semua keuntungan milik Alex akan di berikan ke yang tidak memilih Alex hanya laba punya alex tidak yang lain
Karena tetap tidak tetap mengganti CEO akan tetap memiliki investor dan perusahaan akan kembali semula, walau sekarang keadaan sudah stabil dan hanya Alex dan asisten Ben yang tau
Dan juga Alex masih tetap di perusahaan itu karena bagaimanapun ia masih memegang saham tertinggi di perusahaan itu
"Silahkan kalian tanda tangani itu" ucap Alex tersenyum tipis
Ia yakin jika mereka tidak menolak penawaran itu lagipula keuntungan nya lumayan besar, dan juga berlangsung selama dua tahun untung bukan
Sedangkan Alle ia menatap Asisten nya, sang asisten juga turut menimbang ia tampak ragu melihat itu
Setelah beberapa menit akhir nya mereka menandatangani perjanjian itu, dan Otomatis pemungutan
suara kembali di lakukan
__ADS_1
Dan hasil nya juga tetap sama, sama sama seri
(Ternyata mereka yang tidak memilih tuan adalah sekutu mereka) batin asisten Ben melihat mereka semua
Karena apa yang di bilang asisten Ben itu adalah kebenaran, kubu yang memilih Alex adalah orang yang percaya dengan Alex juga orang yang telah lama mengikuti Alex
Sedangkan yang tidak memilih Alex adalah orang-orang yang berada di pihak tuan Terry dan tuan Gani orang-orang yang membenci Alex
"Kenapa genap, bukan kah seharus nya ganjil?" ucap seseorang
"Pertanyaan bagus, karena masih ada pemilik saham yang belum memilih" ucap Alex tersenyum licik
Mereka berbisik-bisik menimbang siapa orang ini?" batin mereka
"Dan sebentar lagi pemilik saham itu akan tiba" ucap Alex menatap pintu
mereka bertambah penasaran siapa orang itu
"Kenapa harus menunggu orang seperti dia, orang yang tidak menepati janji nya" ucap tuan Gani tak senang
Ia mulai gelisah jika orang ini memihak pada Alex, bisa kacau urusan nya jika begini batin nya
"Siapa yang tidak menepati janji nya tuan Gani?" ucap seseorang masuk berjalan dengan tegas, penuh wibawa
Berjalan dengan tegak melewati orang-orang yang memperhatikan nya sejak masuk ke dalam
Orang di belakang nya juga tidak kalah tegah bahkan ia memasang wajah datar
"Tuan Hutapea?, kenapa anda ada di sini?" ucap tuan Gani terkejut
Tak hanya mereka, semua orang juga merasa terkejut, tak terkecuali Alle dan asisten nya
Siapa sih yang tidak kenal tuan Hutapea, pembisnis yang luar biasa banyak sorak kagut untuk nya
Tapi yang membuat tanda tanya besar adalah buat apa beliau di sini?, batin mereka
"Tentu saja saya di sini untuk memberi suara" ucap tuan Hutapea berhenti di samping Alex
Ia menatap sekeliling lalu pandangan nya jatuh ke sosok wanita dewasa, cantik yang berada di ujung meja
"Maksud anda?" ucap tuan Gani mendadak linglung
"Apa pertanyaan saya kurang jelas?" ucap tuan Hutapea melirik sinis tuan Gani
__ADS_1
Pasal nya ia tak suka dengan sifat tuan Gani yang ambisius, menghalalkan segala cara demi mencapai tujuan nya
Dari mana dia tau, tentu saja dengan kemampuan nya seorang pembisnis harus jeli, teliti dan tidak gegabah itu prinsip nya