Suami, One Day

Suami, One Day
Chapter 83


__ADS_3

Malam hari nya semua orang sedang beristirahat dengan baik, malam yang dingin hanya di temani lampu pijar di antara rumah-rumah yang sengaja di hidupkan atau lampu kota pinggir jalan


Angin malam juga berhembus dengan kencang mendinginkan siapa pun yang berada di luar seperti seseorang ini yang tengah berjalan menuju ke sebuah rumah


"Sial, dingin sekali" umpat nya mengusap kedua tangan nya merasa kan hawa dingin yang menusuk tulang


Ia terus berjalan sambil membawa satu botol minuman keras si tangan nya hingga sampai lah ia di sebuah rumah yang begitu luas tapi hanya berlantai satu bukan berlantai dua atau pun tiga


"Buka* teriak nya sambil menggoyang goyangkan pintu pagar hingga menimbulkan suara berisik


"Buka" teriak nya lagi lalu menegakkan botol yang ada di tangan nya


"Hem ahh, buka dasar kau anak sialan" teriak nya menunjuk rumah di depan nya lalu kembali menggoyangkan pintu pagar


"Buka" teriak nya kembali karena Tak ada jawaban


"Hei diam kau" teriak seseorang dari samping rumah


"Berisik" ucap nya tak menghiraukan teriakan orang dari dalam


"Cepat buka" bentak nya


"Pergi kamu orang gila" ucap nya mengusir orang itu


"Heh, siapa kau berani mengusir ku, aku ini pemilik rumah ini kamu tau tidak" ucap nya terkekeh kecil dengan sombong nya


Siapa lagi kalau bukan tuan Yohannes, ia menatap remeh orang di depan nya siapa lagi kalau bukan pak totok satpam di rumah Alle


"CK, dasar, pergi sana sebelum aku melakukan kekerasan " ucap nya dengan ancaman


"Kau mengusir ku, berani kau ku pasti kan kau akan di pecat " ucap nya dengan nada tinggi


"Siapa kau berani beraninya memecst ku, kau juga bukan yang gaji, maka nya bangun jangan tidur Mulu, nanti bangun nangis-nangis lihat kenyataan hidup mu yang seperti gembel tidak berguna " ucap pak totok memandang tuan Yohannes dari atas sampai bawah


"Pemabuk lagi, pasti juga penjudi barang di rumah ente habis semua ya maka nya kamu ngaku-ngaku milik orang lain" sindir pak totok pak totok


Tuan Yohannes geram ia mencengkram erat botol di tangan nya lalu


Pyaar


Botol itu di banting di atas lantai hingga hancur berkeping keping


"Kau" teriak nya


Klontang


klontang


Ia tak terima langsung menggoyangkan pintu pagar sekuat tenaga sampai suara bising yang di hasil kan terdengar sangat nyaring di telinga


"Diam" bentak pak totok ia menatap tajam orang di depan nya, orang yang berdiri menggoyangkan pintu pagar tak kenal suara bising yang di hasil kan nya

__ADS_1


"Keluar kau, dasar orang miskin berani beraninya kamu nyindir saya hah" teriak nya tak terima


"Diam atau aku geret kamu ke kantor polisi " ancam pak totok


"Woh pak bisa diam tidak pak, kalau gak bisa diam aku panggil satpam kompleks nih, gak tau orang lagi istirahat aja" ujar tetangga Alle yang mendengar suara bising dari luar


"Maaf pak" ucap pak totok


"Usir saja kalau bikin rusuh ganggu aja" ujar nya dengan kesal ia lalu nasuk lagi ke dalam rumah nya


"Maaf pak sekali lagi" ucap pak totok sedikit meninggi karena sang tetangga sudah masuk rumah


"Kau, gara-gara kau aku jadi di tegur tetangga" ucap pak totok menunjuk tuan Yohanes yang berdiri di depan nya dan di halangi oleh pintu pagar


"Apa kamu berani sama aku, sini keluar kamu" tantang tuan Yohanes menunjuk wajah pak totok dengan merah padam


"Sudah lah gak perlu nantang orang segala, yang pasti nanti kalah nanti" ucap pak totok percaya diri karena menjadi bawahan Deon harus tahan banting dan menguasai beladiri


"Lebih baik kamu pergi sana" usir pak totok


"Kau, keluar kau, keluar" teriak tuan Yohannes emosi memuncak


Klontang


Klontang


Klontang


Tanpa ba-bi-bu ia langsung melayangkan Bogeman mentah


Bug


"Pwegi kau" usir pak totok dengan wajah yang tak bersahabat


Tuan Yohannes yang terjatuh ke lantai ia bangun


"Cuih, sebelum aku memukul wajah mu aku tak mau pergi dari sini" ujar nya meludah di samping kiri nya wajah yang terkena Bogeman pak totok terasa sakit dan membiru seketika


"Oh gak mau pergi ya, kalau siang udah teriak teriak aku dasar tidak tahu malu" ucap pak totok ia kembali menghampiri tuan Yohannes


Bug


bug bug


Tiga kali Bogeman membuat tuan Yohannes hampir kehilangan kesadaran nya saking kuat nya Bogeman pak totok


Walau badan ke il tapi soal kekuatan nya tak perlu di ragukan lagi


"Pergi kau" usir pak totok menatap sengit tuan Yohannes


(Sial kuat sekali orang kurus ini) batin tuan Yohanes menatap tajam pak totok

__ADS_1


Mau tak mau ia bangkit dengan kesusahan lalu pergi meninggalkan kediaman Alle


Sambil menatap pak totok dengan aura permusuhan, ia akan membalas kan dendam nya lain kali


"Dasar orang gila" gumam pak totok menggeleng kepala nya melihat punggung tuan Yohannes yang menjauh


Ia tadi sedang patroli mengecek rumah Alle dari depan sampai belakang hingga tidak ada yang terlewat


Keluar keluar malah ada pengganggu sungguh menyebalkan batin nya


Malam berganti pagi bulan pun berganti matahari, orang-orang yang sudah mengisi daya di malam hari kini pun melakukan aktivitas kembali


Membersihkan rumah, sekolah, kekantor, bekerja kasar hingga pedagang pasar pun sudah duduk di posisi nya


Seperti rumah Alle yang sudah ada aktivitas para art sudah bangun pagi membersihkan rumah menyiapkan makanan dan juga mengurus tanaman


Pekerjaan yang ia lakukan selesai dengan cepat dan rapi sedangkan para tuan rumah masih tidur memeluk guling


Lain dengan Alle ia sudah membersihkan diri sudah siap dengan pakaian formal nya


Hari ini ia bekerja di kantor, ya bekerja di perusahaan orang bukan perusahaan sang Daddy karena ia baru beberapa bulan kalau keluar ia tak enak hati


Padahal ia sudah di tawari pekerjaan di perusahaan Daddy tapi Alle menunda nya hingga kurang lebih setengah tahun dari perusahaan nya bekerja


Ya hitung-hitung ia mencari pengalaman kerja, toh orang di perusahaan itu semua nya baik baik saja tak ada yang iri atau dengki semua bekerja secara profesional


Entah itu murni atau karena hal lain tapi lebih seperti itu dari pada hari-hari nya mencari masalah dengan Alle


Itu membuat nya pusing sendiri


"Ehh, non pagi non" ucap bibi Ida ketika lewat di depan kamar Alle dan muncul lah Alle membuka pintu


"Eh bi pagi, dari mana bi" ucap Alle tersenyum


"Dari depan non nganter kopi buat satpam" ucap bibi menunjukkan nampan yang di pegang nya


"Ohh" Alle mengangguk paham


"Non Dira Sama non Ara belum bangun ya" ucap bibi tak melihat mereka


"Iya bi mungkin belum bangun, mereka kalau tidur gak bangun bangun apalagi kalau berdampingan" ucap Alle terkekeh


"Haha, ya udah kalau gitu non sarapan saja makanannya sudah Mateng bibi mau lanjut berberes" ucap bibi


"Iya bi, Alle mau bangunin mereka berdua dulu" ucap Alle


"Iya non, mari" pamit bibi lalu meninggalkan Alle


Alle mengangguk lalu menghampiri kamar Ara, karena Dira dan Ara tidur berdua untuk saat ini


Karena kamar Dira untuk tidur bibi sementara, sampai renovasi rumah Alle selesai untuk membangun kamar tamu atau kamar art

__ADS_1


__ADS_2