Suami, One Day

Suami, One Day
Chapter 26


__ADS_3

Keesokan hari nya, siang hari Alle membantu mengemasi barang Dira sore ini Dira akan kembali ke tanah air


Baju tak banyak yang Dira bawa hanya saja oleh-oleh yang Dira bawa ibu cukup banyak hampir sama dengan satu koper penuh milik nya


"Aduh kenapa oleh-oleh kamu banyak ksekali sih" keluh Alle yang sedari tadi memberesi oleh-oleh yang tak ada habis-habisnya


"Hehehe, kapan lagi aku ke sini, sekalian aja beli banyak" ucap dira dengan cengir khas nya


"CK dasar, aku tebak pasti duit mu sudah menipis bukan" ujar Alle menatap Dira


"Hehehe" lagi-lagi Dira menyengir kuda memperlihatkan deretan gigi putih nya


"Kebiasaan" ujar Alle menggeleng kepala nya


Dira hanya tersenyum saja mereka lalu melanjutkan mengemasi barang Dira


Selesai mengemasi barang Dira, Alle pamit keluar membeli sesuatu


"Aku keluar dulu mau beli sesuatu kamu diam di rumah aja" ucap Alle


"Mau beli apa kamu?" tanya Dira


"Beli makanan" ujar Alle menyambar ponsel nya


"Oke, hati-hati" ucap dira mengangguk


"Diam di rumah ingat, jangan kemana-mana istirahat masih ada beberapa jam lagi, kumpulkan tenaga mu, perjalanan kamu cukup jauh" ucap Allle


"Iya, ale-ale, dasar emak-emak" ucap dira terkekeh


"Aku pergi" ucap Alle membuka pintu lalu keluar


Ting


Lift terbuka alle keluar lalu berjalan menuju ke sebuah kedai dekat apartemen nya


Sebuah kedai makanan berat, sambil menunggu pesanan Alle duduk di sana sambil memainkan ponsel nya


Tak lama ada yang menghampiri nya bukan pelayan di sana melainkan seseorang yang tidak asing bagi nya


Karena parfum yang begitu wangi dan maskulin, sontak Alle pun mendongak


"Tuan?" ucap Alle terkejut


"Ehem, boleh aku duduk" ucap nya dengan wajah datar


"Silahkan tuan" ucap Alle mengangguk pelan


Ia duduk di depan Alle menatap lurus ke arah samping luar jendela


(Kenapa dia ada di sini, enggak di kantor enggak di sini selalu aja ketemu dia) batin Alle


Siapa lagi kalau bukan Alex entah dari mana ia bisa di sekitar Apartemen Alle dan sekarang duduk di depan Alle


"Tuan kok ada di sini" ucap Alle memulai percakapan karena sedari tadi dua manusia itu hanya diam saja


"Kebetulan lewat" ucap Alex sekena nya


"Ohh" Alle mengangguk saja


Setelah itu tak ada lagi percakapan, Alle yang sibuk bermain ponsel dengan pikiran entah kemana, sedang Alex juga sibuk dengan ponsel nya


Hingga seorang pelayan membawa kan pesanan Alle


"Permisi maaf mengganggu ini pesanan anda nona" ujar pelayan tersenyum ramah

__ADS_1


"Ah ya, berapa semuanya?" tanya Alle tersenyum mengambil pesanan nya


"Semua nya sekian nona" ujar pelayan


"Ah baiklah" ucap Alle ia mencari dompet nya


"Biar aku yang bayar" ucap Alex mengeluarkan dompet nya


"Tidak usah tuan biar saya sendiri yang bayar" tolak Alle menggeleng kepala nya


"Tidak apa biar sekalian punya saya" ucap Alex memberikan sebuah kredit card pada pelayan


"Tapi" ucap Alle


Tapi terlambat Alex sudah menyuruh pelayan itu menggesek kartu nya


"Terimakasih tuan, saya permisi" ucap pelayan mengembalikan kartu itu


"Hem" Alex berdehem mengangguk


"Kalau begitu terimakasih tuan, lain kali saya akan traktir kembali" ucap Alle


"Hem" lagi-lagi Alex hanya berdehem


"Kalau begitu saya pamit pulang dulu" ucap Alle tersenyum tipis


Alex hanya mengangguk tanpa mengeluarkan kata sepatah pun Alle keluar dari sana berjalan menuju apartemen nya


Sedang Alex menatap punggung allé yang mulai menjauh


"Maaf, tuan ini pesanan anda" ucap seorang pelayan meletakkan pesanan Alex yang berupa coffee late


"Ya" ucap Alex ia mengambil coffee nya lalu keluar dari sana ia berjalan menuju mobil nya masuk ke dalam meletakkan coffe nya di tempat minuman


Ia diam sejenak tiba-tiba senyum wajah Alle terlintas di pikiran nya tanpa sadar ia pun ikut tersenyum


Kring kring kring


"CK" decak alex ia mengambil ponsel nya melihat layar ponsel nya, ternyata sahabat nya memanggil


"Alex kau kemana aja, aku sudah menunggu mu sedari tadi kenapa kau lama sekali" protes seseorang dari sana sebelum Alex mengucapkan kata


"Bawel" ujar Alex


"CK, kau itu bilang nya akan sampai lima menit tapi sekarang sudah lewat lima menit kau tak datang datang" keluh Sahabat Alex


"Satu menit aku sampai" ucap Alex mematikan sambungan telepon nya


"CK, dasar tukang PHP" umpat sahabat Alex


Alex melajukan mobil nya hingga beberapa meter lalu berhenti di sebuah rumah minimalis modern


Ia turun lalu berjalan ke pintu menekan bell


Ting tung


Ting tung


Ting tung


Ia menekan nya berkali-kali hingga orang yang ada di dalam nya gemas


"Iya sebentar berisik banget sih" gerutu nya berjalan ke arah pintu


"Siapa sih nekan bell tidak ada jeda" kesal nya ia membuka pintu menatap orang di depan nya

__ADS_1


Rasa kesal kini bertambah saat melihat siapa orang nya


"CK, ganggu aja" ucap nya lalu meninggalkan Alex yang masih berdiri di depan pintu


Ting tung


Ting tung


Ting tung


Bell kembali berbunyi orang itu pun menghentikan langkahnya dan berbalik dengan menghentakkan kakinya


Lalu berjalan menghampiri pintu dengan wajah bersungut-sungut


Brak


Ceklek


"Selamat datang tuan Alex terhormat selamat datang di kediaman tuan Marco Clarke, silahkan masuk" ucap nya dengan senyum paksa nya


Ia tahu jika ia tak menyambut nya dengan baik-baik Alex akan terus menekan bell hingga mengusik telinga


Dan benar saja Alex langsung masuk ke dalam tanpa mengucapkan sepatah kata


Brak


Marco kembali menutup pintu dengan kencang ia kesal bukan main dengan sahabat nya itu


Seperti anak kecil saja batin nya ia berjalan menyusul Alex yang sudah duduk menyilang kan kaki nya dan meminum soda kaleng di depan nya


Menikmati minuman itu dengan santai, seperti rumah sendiri


Brug


"Kau dari mana saja sih, dari tadi aku tungguin kamu gak datang-datang" omel Marco


"Kau tau tidak Sekarang pikiran ku sedang demo di dalam" keluh nya mengavak rambut nya


"Dari kemarin sampai sekarang aku tidak menemukan inspirasi apapun, aku harus gimana" ucap Marco putus asa


"Kemarikan kepala kau" ucap Alex memegang kepala Marco


"Mau apa kau" ucap Marco berusaha melepaskan tangan Alex dari kepalanya


Tapi sia-sia Tenaga Alex lebih kuat dari nya, maklum lah dia hanya kekar saja, sedangkan Alex kekar sekaligus jago beladiri


"Diam, nanti kau dapat inspirasi" ucap Alex tersenyum misterius


Lalu


"Aaaa, berhenti berhenti, stop" teriak Marco karena Alex menggoyang kan kepala nya segala arah hingga membuat nya pusing


"Stop" teriak Marco


Bug


Alex melepaskan tangan nya ketika perut nya di tinju Marco


"Bagaimana sudah ada inspirasi" ucap Alex terkekeh


"Em emm" Marco tak menjawab ia menutup mulutnya lalu berlari ke arah wastafel


Goyangan di kepala nya membuatnya mual seketika


"Sialan kamu, bukan inpirasi yang aku dapat malah pusing yang ada" umpat Marco setelah mengeluarkan isi perut nya

__ADS_1


"Hahaha" Alex hanya tertawa melihat wajah sahabatnya yang merah padam


__ADS_2