
Setelah puas menangis Alle bangun ia berjalan tertatih tatih menuju kamar nya sesekali tangan nya mengusap air matanya yang tak kunjung reda
Sampai di kamar ia langsung merebahkan diri nya ia meringkuk, kedua tangan nya saling menggenggam erat
Air mata yang tadi nya mulai berhenti kini kembali keluar kata-kata dari orang tua nya terngiang-ngiang di telinga nya
"Kasih kami uang"
Apa mereka tak pernah menyanyangi ku selama ini apa mereka hanya memanfaatkan ku? pikir Alle
Ia juga sempat menanyakan perihal kedua orang kandung nya dan sang orang tua angkat nya mengatakan kalau alle adalah anak yatim piatu
Alle selalu memendamnya sendiri, Tak ada tempat bercerita selain sahabat alle yang kini entah kemana ia belum ada kabar nya
Alle sangit terisak hingga dada nya terasa sesak, ingatan demi ingatan perlakuan mereka terhadap alle muncul di kepala alle, hingga beberapa saat ia mengingat tawaran Alex
"Itu bisa merubah hidup mu" kata Alex tiba-tiba muncul di kepala Alle seakan berbunyi terus menerus di telinganya
Lantas ia mengusap air matanya ia bangun lalu mengambil tas nya membuka dan mengambil surat itu ia menggenggam nya erat
(Apa aku harus melakukan ini Tuhan?) batin Alle membaca kalimat pertama "Nikah kontrak"
Ia menatap sekeliling nya kamar yang begitu sempit, ada lemari pakaian yang telah lama, sebuah meja dan kursi belajar
Inilah kamar Alle yang menjadi saksi biksu penderitaan Alle ia Kemudian menatap ke atas sebuah koper yang berisi roti yang ia sembunyikan
Menatap ke tangan nya lalu menatap ke tas nya melihat sebungkus obat dari rumah sakit
"Maaf kan aku ma pa, jika alle melakukan ini" ucap Alle menatap surat perjanjian di tangan nya
Ia kemudian bangkit berdiri ingin membersihkan diri, selesai dengan ritual nya Alle kembali memakai pakaian kerja nya
Tekat dalam hati nya semakin bulat ia ingin menerima tawaran Alex, ia tak mau terus menerus berada di rumah ini
Ia mau hidup normal, tak ada tekanan dari dalam hati, ia mau bebas tak ada yang mengusik nya
Serasa ia sudah rapi Alle mengambil tas nya lalu memasukkan surat perjanjian itu ke dalam tas nya ia lalu menuju ke suatu tempat walau mata nya masih sembab
Beberapa menit kemudian alle telah sampai di sebuah bangunan tinggi banyak orang berlalu lalang yang sedang bekerja
Sejenak ia menghela napasnya lalu masuk ke dalam, menghampiri seorang resepsionis
"Permisi apa tuan Alex ada di ruangan nya?" tanya Alle tersenyum lebar
"Apa nona sudah membuat janji?" tanya resepsionis
"Belum, tapi coba kau katakan jika Alle dari perusahaan Andara group ingin bertemu dengan nya katakan ini penting" ucap Alle
"Baiklah tunggu sebentar" ucap resepsionis lalu menelfon seseorang
"Baiklah terimakasih" ucap resepsionis menutup telfonnya
"Nona bisa naik lift sebelah kanan, tuan Alex menunggu anda di lantai paling tinggi, nanti sampai di sana nona tanya saja pada sekertaris nya" ujar resepsionis menunjuk arah lift
"Baik terimakasih" ucap Alle tersenyum ia lalu naik menuju ruangan Alex
__ADS_1
Sampai di atas Alle melihat sekeliling mencari sekertaris Alex, tak lama ia menemukan nya Alle lalu menghampiri nya
"Permisi" ucap Alle melihat sekertaris Alex yang menunduk melihat dokumen
"Ah iya ada apa ya?" tanya sekertaris Alex
"Apa tuan Alex di dalam?" tanya Alle
"Nona Alle?" tanya sekertaris memastikan
"Iya" alle Mengangguk
"Langsung masuk saja tuan Alex sudah menunggu di dalam" jawab sekertaris Alex menunjuk ruangan Alex
Allle melangkah keruangan Alex setelah bilang terima kasih
Seperti pada umumnya jika seseorang ingin bertamu mengetuk pintu lebih dulu
Tok tok tok
"Masuk" saut dari dalam
Alle membuka pintu dengan pelan masuk kedalam lalu menutup nya kembali
Ia berbalik yang pertama kali yang ia lihat adalah seorang laki-laki berpakaian rapi rahang tegas duduk menunduk sambil menatap ke layar monitor
(Batu tahu aku kalau dia tampan) batin Alle tersenyum tipis
"Apa kau akan berdiri terus di sana" ucap Alex mengangetkan Alle
"Tu tuan" ucap Alle berdiri di depan meja kerja Alex
"Duduk" ucap Alex
Alle mengangguk lalu duduk di depan Alex
"Keruangan ku sekarang" ucap Alex sambil menekan tombol di telpon nya
Tak lama pintu ruangan terbuka masuk lah asisten Ben menghampiri mereka dan berdiri di samping meja Alex
"Katakan" ucap Alex ia sudah menebak untuk apa Alle datang kemari
"It itu soal perjanjian kita" ucap Alle Menunduk
Alex diam
"Aku menerima nya" ucap Alle dengan pelan
"Aku tidak dengar" ucap Alex
"Huh" Alle menghela nafas pelan
"Aku menerima tawaran tuan" ucap Alle
Alex tersenyum tipis benar dugaan nya jika Alle kemari menerima tawaran nya
__ADS_1
"Lalu?" ucap Alex menyenderkan punggungnya
"Saya akan menandatangani surat itu sekarang" ucap Alle sedikit ragu
Alex menatap asisten nya lalu asisten nya menyerahkan sebuah dokumen pada Alex
"Apa kau yakin pada keputusan mu" tanya Alex melihat dokumen itu lalu menandatangi nya lalu menyodorkan ke arah Alle
"Jika kau yakin tanda tangani jika kau tak yakin silakan keluar" ucap Alex ketika Alle diam saja
Alle menatap kertas di depannya di sana sudah ada tandatangan Alex tinggal tanda tangan nya saja
(Tadi kau sok berani menerima tawaran ini, tapi sekarang kau malah ragu begini Alle) batin Alle
Ia ragu dengan tawaran ini karena sejujurnya ia menginginkan pernikahan ini sekali seumur hidup nya
"Saya hitung sampai tiga jika tidak ada Jawaban saya anggap kamu menolak perjanjian ini" ucap Alex ia sengaja Mendesak Alle
"Satu"
"Dua"
Hitungan Alex membuat Alle gusar karena Alex bukan menghitung angka melainkan membaca nya, dengan ragu Alle menujuinya
"Ti-"
"Aku akan menandatangani nya" ujar Alle
Alex tersenyum puas, Alle dengan tangan gemetar hati ragu mengambil bolpoin itu menyoretkan tanda-tangan nya di atas matre
"Senang bekerja sama dengan anda" ujar Alex menutup perjanjian itu
Sementara Alle menunduk ia ragu ingin mengatakan sesuatu
"Antar dia pulang" ucap Alex ketika Alle terdiam Menunduk
"Tunggu, bisakah aku meminta permintaan" ucap Alle menatap Alex takut takut
Alex mengangkat sebelah alisnya lalu dagu di angkat nya
"Bisakah tuan membuat perjanjian dengan keluarga ku, tuan akan memberikan mereka rumah, mobil, perhiasan, dan uang yang banyak" ucap Alle menunduk kan kepala semakin dalam
"Ka-" ucap Alex terpotong
"Potong dengan uang kompensasi ku" ucap Alle memotong ucapan Alex sambil mendongakkan kepalanya
"Lalu kau?" tanya Alex menatap Alle tak percaya jika semua itu dari uang kompensasi nya bukankah itu menguras semua uang yang di berikan Alex
"Aku sisanya sudah cukup" pelan Alle kembali menunduk
"Hah, baiklah jika itu yang kamu mau" ucap Alex mengangguk setuju, Alle mendongak kepala nya menatap Alex tak percaya
"Antar dia pulang" ucap Alex pada asisten nya
"Baik tuan, mari nona" ucap asisten Ben menatap Alle
__ADS_1
Alle mengangguk pasrah lalu pergi dari ruangan Alex dengan perasaan campur aduk