Suami, One Day

Suami, One Day
Chapter 72


__ADS_3

Mereka terus bercerita hingga asisten tuan Hutapea datang mengetuk pintu


Mereka semua memperhatikan asisten tuan Hutapea dari masuk sampai menyerahkan map coklat ke tuan Hutapea


"Terimakasih" ucap tuan Hutapea


"Sama-sama tuan" ucap asisten tuan Hutapea


"Silahkan kamu baca, dan itu asli jika kau tak percaya kau bisa mengecek nya" ujar tuan Hutapea menyerahkan map coklat itu ke Alex


"Tentu saja" ucap Alex menerima map itu


Ia lalu membuka nya perlahan jantung berdetak kencang entah kenapa ia mengingat Alle


Ia tarik kertas itu secara perlahan ia membaca nya hingga akhir yang menyatakan 99% Alle adalah anak kandung tuan Hutapea


Alex mengangguk pelan ia mengembalikan surat itu lalu meletakkan nya di atas meja


"Saya percaya anda ayah biologis Alle, tapi saya menyarankan agar anda tidak membuat nya tidak nyaman dengan ada nya keberadaan kalian, walaupun bagaimana pun ia butuh waktu, bertahun-tahun ia hidup menderita tapi tiba-tiba ada yang mengaku sebagai keluarga nya walau kalian adalah keluarga kandung ia butuh waktu untuk menerima " ujar Alex memberi saran menatap mereka semua


Mata nya menatap ibu kandung Alle yang ternyata sudah tertidur di pelukan anak nya karena kelelahan menangis


"Ya kami tidak akan membuat nya tidak nyaman" ucap tuan Hutapea membenarkan ucapan Alle


"Hem, silahkan anda pindahkan nyonya Hutapea ke dalam kamar seperti nya ia kelelahan " ucap Alex menunjuk nyonya Hutapea


"Dia tidur di sini tidak apa-apa" ucap tuan Hutapea menolak


"Saya tidak mau kalau Alle berfikir saya tidak memperlakukan keluarga nya dengan baik" ucap Alex


"Hem baiklah terimakasih dan maaf merepotkan kamu" ucap tuan Hutapea


"Tidak repot sama sekali tuan" ucap Alex berdiri merapikan jas nya


"Kalau begitu saya pamit kembali dulu, jika ada yang mau anda butuhkan anda bisa hubungi pelayanan hotel mereka akan menjamu anda dengan baik" imbuh nya


"Iya sekali lagi terimakasih " ucap tuan Hutapea ikut berdiri


"Sama-sama tuan Hutapea " ucap Alex mengangguk


"Jangan panggil tuan, panggil papa saja" ucap tuan Hutapea tersenyum menghampiri Alex dan menepuk bahu nya beberapa kali


"Pa" ucap Alex tersenyum tipis


Tuan Hutapea tersenyum mengangguk


"Saya pergi dulu pa, kalau ada apa-apa tolong hubungi aku" ucap Alex

__ADS_1


"Ya" ucap tuan Hutapea mengangguk


Alex dan asisten Ben keluar dari ruangan, tuan Hutapea menatap pintu dengan menghela nafas


"Pasti Kaka akan menerima kita dalam waktu dekat pa" ucap Ara menatap wajah papa nya


"Ya, kau juga ingat kata Alex jangan membuat kakak mu tidak nyaman dengan keberadaan kita" ucap tuan Hutapea


"Iya pa" ucap Ara mengangguk


Sebenarnya ia sudah tidak sabar menanti Kaka nya ke keluarga nya, tapi apa boleh buat kaka nya butuh waktu


Untuk jalan-jalan shoping dan me time dengan kakak nya akan ia tunda beberapa waktu lagi sampai kakak nya bisa menerima mereka


Tuan Hutapea mengangguk lalu menggendong istri nya ke dalam kamar di ikuti Ara di belakang nya


Walau sudah paruh baya tapi tenaga nya masih kuat mengangkat istri nya karena ia rajin berolah raga dari masa muda hingga sekarang


Di sisi lain Alex berdiri di dalam pintu lift asisten Ben ada di samping nya


"Tuan selanjutnya apa yang anda lakukan?" tanya asisten Ben


"Aku akan menyakin kan Alle jika mereka adalah keluarga kandung nya, mungkin itu membutuhkan waktu yang lama" ucap Alex


"Tapi aku tidak mau ia menyesal di kemudian hari" imbuh nya keluar dari lift menuju sebuah kamar


Tok tok tok


Alex mengetuk pintu kamar


Tak lama pintu terbuka lebar muncul lah sosok wanita yang membuka pintu


"Boleh aku masuk" ucap Alex


"Silahkan tapi ia sedang tidur ia kelelahan setelah menangis" ujar dira menyingkir dari pintu


"Ya, aku hanya ingin melihat nya saja" ucap Alex ia berjalan pelan ke arah pintu lalu membuka nya perlahan lalu masuk ke dalam sendiri Dira dan Asisten Ben menunggu di luar kamar


Alex menghampari Alle yang tertidur di atas ranjang mata nya terpejam tapi masih terdengar suara sesegukan dari bibir nya


Alex merapikan selimut Alle menatap nya sebentar lalu mengecup kening Alle setelah itu ia keluar kamar menghampiri dua sosok yang menunggu nya


Ceklek


"Bisa kita bicara sebentar" ucap Alex menutup pintu lalu menghampiri Dira yang duduk di atas sofa dan asisten Ben si hadapan nya dengan jarak cukup jauh


"Bisa" ucap dira mengangguk karena ia juga ingin tau cerita di antara mereka berdua soal pernikahan mereka

__ADS_1


"Kita ke balkon saja takut menganggu Alle "ajak Alex .


Dira mengangguk mengikuti Alex yang berjalan ke arah balkon yang ada di belakang sofa panjang


Asisten Ben melihat tuan nya mengobrol dengan sahabat Alle pun ia memutuskan untuk keluar kamar ia hendak melanjutkan pekerjaannya


Mengecek harga saham saat ini berubah naik atau turun secara drastis


Mereka saling diam Alex yang berdiri dan berpegangan pagar balkon memandang lurus ke depan


Sedangkan Dira ia duduk di atas kursi menyilang kan kedua kaki nya ia juga memandang lurus ke depan


Suasana masih hending menyelimuti suasana di Antara mereka


Alex yang masih diam seribu bahasa, Dira yang asyik duduk memainkan jari-jarinya


Hingga suara Alex memecah keheningan diantara mereka


"Seperti kau lihat tadi mereka yang datang adalah kedua orang tua Alle mereka, mereka adalah orang tua kandung Alle dan itu sudah terbukti bahwa mereka keluarga asli" ucap Alex


"Papa Alle bernama tuan Simon Hutapea, mommy nya bernama nyonya Sheena Hutapea dan yang muda adik kandung Alle Arabella Hutapea" jelas Alex memberitahu nama mereka karena Dira belum tahu nama mereka


"Mereka adalah pembisnis terkenal di Asia kekayaan nya lebih besar berkali lipat dengan yang ku punya alasan mereka baru menemui Alle adalah mereka terlalu lama terjebak dalam penipuan" ucap Alex


"Mereka sudah kehilangan Alle selama bertahun-tahun hingga sekarang akhirnya mereka di pertemukan dengan putri mereka" ucap Alex menghela nafas panjang


"Jadi aku mohon dengan mu agar bisa membujuk Alle untuk menerima keluarga nya, aku tidak mau ia menyesal di kemudian hari nya" ucap Alex menatap Dira yang sedari tadi diam mendengarkan


"Em aku pasti akan membujuk nya tapi kalian juga harus memberi nya waktu walau bagaimanapun ia masih terluka dengan yang nama nya keluarga" ucap dira menghela nafas mengingat keluarga angkat Alle


"Tentu, aku sudah bilang dengan mereka hal itu" ucap Alex mengangguk


"kau bujuk Alle dengan cara apapun agar ia mau menerima keluarga nya" imbuh Alex


"Tentu saja, aku juga tidak mau ia merasa kan seperti apa yang ku rasakan di tinggal kedua orang tua di saat aku masih membutuhkan nya" ucap dira bersedih


"Terima kasih" ucap Alex dengan tulus ia menghampiri Dira


"Jangan bersedih kau tak punya orang tua, aku pun sama, tapi nasib mu lebih beruntung karena kedua orang tua mu meninggal karena takdir, beda hal dengan kedua orang tua ku yang meninggal karena pembunuhan" ucap Alex dengan kedua mata nya memancarkan api kemarahan


"Ehem" dehem Dira karena Alex larut dengan kemarahan nya


"Baiklah, kau istirahat lah temani Alle" ucap Alex menatap Dira


"Hem, tapi aku punya satu pertanyaan buat mu" ucap dira menatap Alex


"Katakan" ucap Alex

__ADS_1


"Pernikahan kalian " ujar Adira ia ingin meminta penjelasan tentang mereka dari mulut Alex


__ADS_2