Suami, One Day

Suami, One Day
Chapter 27


__ADS_3

Pagi hari setelah menemani sahabat jalan jalan, mengantarkan nya ke bandara Alle pagi ini bersiap dengan pekerjaan nya yang sangat menguras waktu


Apa lagi di tambah atasan dan sekertaris nya pergi dinas ke luar kota membuat Alle harus ekstra semangat


"Alle, berkas yang kamu minta aku taroh di sini ya" ucap teman Alle


"Ya terimakasih" ucap Alle tanpa melihat orang nya


Teman nya pun pergi ia terus berkutat dengan Monitor di depan nya, ketika ia asyik berselancar dengan pekerjaan nya


Seseorang dari definisi lain datang menghampiri Alle


Tok tok


Ia mengetuk meja kerja Alle yang fokus dengan pekerjaan nya, Alle pun menoleh


"Ehh, ada apa?" tanya Alle tersenyum berdiri menatap orang di depan nya


"Sepuluh menit lagi kita rapat" ujar nya menatap Alle


"Maaf rapat apa ya?" tanya Alle bingung karena setau nya hari ini tidak ada jadwal meeting sama sekali


"Rapat tentang proyek kemarin" jawab orang itu


"Apa" kejut alle ia membulat kan mata nya rapat dadakan pikir nya


"Iya, jangan lupa pekerjaan mu, aku harap semua sudah tersusun rapi, paling tidak kamu punya setengah dari rencana mu" ucap nya lalu meninggalkan Alle yang masih mematung


"Aduh, mati aku" ucap Alle tersadar ia mengusap rambut nya dengan kasar


Sontak ia pun menyiapkan dokumen yang di perlukan


"Aduh, dimana ya" Alle terus mencari mencari berkas nya


"CK" decak Alle ia pusing mencari berkas yang baru saja teman nya berikan


"Ya ampun di mana berkas itu, baru saja dia meletakkan nya di sini" gumam nya


Limat menit berlalu Alle masih grasak grusuk mencari berkas itu hingga seseorang teman yang kemarin rapat dengan nya menghampiri nya


"Alle, kamu kok gak kasih tau aku sih kalau ada rapat dadakan" omel teman nya menghampiri Alle sambil berkaca


"Aduh, maaf lupa soal memberitahu mu Dina" ucap Alle tanpa menatap ke arah Dina


Dina diam ia memperhatikan Alle yang terus sibuk mencari sesuatu bahkan kini meja kerja nya berantakan


"Alle, stop" pekik Dina


Alle pun menghentikan pergerakan nya ia menatap Dina sebentar lalu kembali melanjutkan pergerakan nya

__ADS_1


"Alle stop, kau ini cari apa sih" kesal dina memegang kedua tangan Alle


"Aduh, Dina sebentar lagi tuh rapat sekarang aku lagi cari berkas nya yang penting" ucap Alle mengerang frustasi


"Oke, oke tenang, tenang dimana berkas itu terakhir kali nya" ucap Dina memegang bahu Alle menatap nya dalam


"Di meja ini lah" kesal Alle


"Oke, gue yang cari kamu minum lalu rapikan penampilan kamu oke, tiga menit lagi kita akan rapat" ucap Dina mendorong tubuh Alle ke arah pantry


"Tapi" ucap Alle ragu


"Udah, tenang aja kamu balik aku udah dapat berkas nya" ujar Dina tersenyum menyakinkan Alle


"Oke" alle mengangguk setuju walau hatinya sedikit ragu


"CK CK, bagaimana mau nyari kalau dia panik sendiri" ucap Dina menggeleng kepala nya ia merapikan meja kerja Alle


"Emang kalau orang panik barang di depan mata juga gak akan ketemu" ucap Dina menemukan apa yang di cari Alle, barang itu berada di paling atas tumpukan dokumen lain


Dina pun membawa nya beserta berkas yang lain lalu ia berniat menghampiri Alle tapi Alle sudah keburu keluar dari pantry


"Bagaimana apa sudah ketemu" tanya Alle menatap Dina berharap


"Sudah dong" ucap Dina memperlihat kan apa yang ia pegang


"Syukurlah dimana kau menemukan ini" tanya Alle penasaran


Alle mengangguk tanpa mempertanyakan lagi berkas itu di mana letak nya yang penting berkas itu sudah ada padanya


Mereka masuk lalu memulai rapat dengan lancar


"Eh din dimana kau temukan berkas tadi" tanya Alle ia begitu masih penasaran dengan itu


"Oh ini, kamu kamik maka nya tak melihat barang di depan mata" ujar Dina menggeleng pelan


"Hehe, mau bagaimana tidak ketemu orang lagi enak-enak kerja eh tiba-tiba orang definisi lain datang suruh rapat sepuluh menit lagi" cengir Alle


"Jangan kaget jika seperti itu, CEO kita selalu begitu, suka ngadain rapat dadakan, jadi kedepan nya kamu harus siap jika nanti CEO mengajak mu rapat dadakan" nasehat Dina


"Iya pasti" ucap Alle mengangguk pasti


Mereka tak melanjutkan percakapan karena mereka kembali mengerjakan pekerjaan nya masing masing


Sore hari Alle berniat pulang lebih awal ia merasa badan nya pegal-pegal ia butuh istirahat sejenak, mungkin efek kemarin ia jalan-jalan bersama sahabat nya tanpa kenal lelah


Biarlah, sama orang tersayang tak apa sekali-kali pikir nya


"Din apa yang ku minta tadi sudah selesai?" tanya Alle menghampiri Dina

__ADS_1


"Oh bentar lagi ini" ujar Dina tersenyum


"Tumben pulang awal" tanya Dina Tanpa menatap Alle


"Iya badan ku pegal semua rasa nya" jawab Alle


"Ohh, istirahat lah aku lihat dari awal kamu bekerja selalu lembur terus" ujar Dina


Alle hanya tersenyum tipis


"Nah sudah selesai" ucap Dina menyerahkan flashdisk ke Alle


"Oke thanks ya" ucap Alle menerima nya


"Sama-sama" ucap Dina


"Aku duluan ya bye-bye" pamit Alle melambaikan tangan nya


Dina mengangguk juga melambaikan tangan nya


Alle keluar ia menunggu lift di depan


Ting


Pintu terbuka nampak lah seorang asisten Ben keluar dari sana


"Sore asisten Ben" ucap Alle mengangguk


"Kebetulan anda di sini nona, tuan Alex memerintahkan saya untuk memanggil anda" ujar asisten Ben tanpa menjawab sapaan Alle


"Memanggil saya?, ada apa ya asisten Ben apa saya melakukan kesalahan?" tanya Alle cemas


"Tidak, tuan ingin menanyakan beberapa hal mengenai proyek Yang anda kerjakan" ujar asisten Ben


"Ohh, baik lah" ucap Alle mengangguk pasrah ia ingin menolak tapi apa boleh buat ia tak bisa menolak keinginan sang CEO orang yang menggajji nya selama ini


Asisten Ben mengangguk lalu mereka masuk ke dalam lift


Di dalam lift Alle maupun asisten Ben hanya diam seribu bahasa, tak ada percakapan di antara mereka


Mereka berdiri layak nya patung, patung hidup di dalam lift


Ting


Pintu lift terbuka Mereka lalu keluar berjalan menuju ruangan CEO, Alle tersenyum mengangguk saat melewati sekertaris CEO


Sampai lah mereka berhenti di ruangan CEO, sang asisten mengetuk pintu, membuka pintu setelah ada sahutan dari dalam


"Silahkan nona" ucap asisten Ben mempersilahkan Alle masuk lebih dulu

__ADS_1


Alle mengangguk saja, ia masuk ke dalam dengan langkah pelan, ketika ia masuk ke dalam tercium aroma parfum maskulin melewati hidung nya membuat jantung Alle berdebar-debar


__ADS_2