
"Ruangan nya sudah jadi ya" ujar Alle melihat ruangan yang di maksud Alex yang di kerjakan oleh orang tadi
"Tentu saja, nanti kita tidur sini ya" ucap Alex menarik turun kan alis nya
"Tidak aku tidur dengan bibi saja" ucap Alle menggeleng kepala nya duduk di atas ranjang
"Hahah, coba saja percaya tidak percaya bibi akan menolak nya" ucap Alex tertawa penuh percaya diri
"CK dasar " ucap Alle berdecak kesal
"Bagaimana ruangan nya, tidak sempit kan" ucap Alex
"Ya lumayan" ucap Alle mengangguk setuju
ia melihat ruangan itu seperti kamar orang Jepang sekat nya juga sama persis terbuat dari kayu yang beda hanya ranjang nya pakai dipan tidak lesehan
"Mau tidur sekarang?* tanya Alex
"Tidak aku belum mengantuk " ucap Alle menggeleng kepala nya
"Baik lah bagaimana kalau kita lihat bulan dan bintang" ajak Alex mengelus pipi Alle
"Eh boleh* ucap Alle mengangguk setuju
"Ayok" ucap Alex meminta tangan Alle untuk di genggam nya, Alle pun menerima nya dengan senang hati
Kemudian mereka berjalan menuju gazebo belakang
"Sebentar ya, kamu duduk di sini" ucap Alex menatap Alle ketika mereka sudah sampai di gazebo belakang
"Mau ngapain?" tanya Alle
"Sudah nanti juga tau" ujar alex
"Jangan lama-lama " ucap Alle menatap Alex
Alex mengangguk lalu masuk ke dalam
"Cuaca nya terang bulan" gumam Alle mendongak ke atas melihat bulan bintang yang bersinar terang tanpa ada awan yang menghalangi nya
Tak lama Alex keluar terlihat ia membawa sebuah nampan berisi dua gelas coklat panas dan kopi, sepiring buah buahan yang sudah di potong kecil-kecil
Dan tak lupa ia membawa selimut yang ia bawa si atas bahu nya
"Segelas coklat panas juga buah untuk tuan putri " ucap Alex tersenyum lebar meletakkan nampan di samping Alle
"Kenapa bikin minuman segala" ujar Alle menatap Alex
"Biar tidak dingin" ucap Alex memasang kan selimut di tubuh Alle ia juga ikut duduk di atas gazebo masuk ke dalam selimut bersama Alle
Dan kini posisi mereka menggunakan selimut yang sama, duduk berdampingan Alle yang menyandarkan kepalanya di bahu Alex
"Lihat lah bulan cantik seperti diri mu" ucap Alex menunjuk bulan dan bintang
"CK, dasar baju" ucap Alle tersenyum
"Kok baju sih" ucap Alex mengerut kan kening nya
"Biar beda" ucap Alle terkekeh
__ADS_1
"dasar" ucap Alex mencolek hidung Alle
"Alex?" panggil Alle mendongak kan kepala nya menatap Alex
"Apa?" Jawab alex
"Kapan kau tiba di sini, apa urusan mu di sana sudah selesai" ucap Alle
"Aku baru saja tiba hari ini, dan untuk urusan masih ada sedikit nanti ada asisten Ben yang mengurus nya" ujar Alex
"Benarkah?" ucap Alle
"Iya" ucap Alex mengangguk
"Alex kau tidak kasihan melihat asisten Ben yang jomblo Wanto* ucap Alle mengingat asisten Ben
"Jomblo Wanto?" ucap Alex dengan kening berkerut
"Iya jomblo Wanto, kalau perempuan kan jomblo Wati kalau laki-laki kan jombo Wanto" ucap Alle
"Hahaha, sayang kau dapat ucapan seperti itu dari siapa?" ucap Alex terkekeh mendengar ucapan Alle
"Kenapa tertawa, kan aku benar Alex" ucap Alle tak suka di tertawa kan
"Iya iya maaf, kau dapat ungkapan itu dari siapa" tanya Alex
"Dari Dira lah masak dari kamu" ujar Alle
"Iya sekarang aku paham, kau sekarang sudah seperti dira yang absur" ucap Alex terkekeh kecil
"CK Alex" decak Alle karena di tertawa kan Alex
"Kenapa sayang apa aku salah" ucap Alex menunduk menatap Alle
"Iya iya maaf" ucap Alex
"Alle apa kau tidak kangen dengan ku" imbuh nya
"Kangen sekali " ucap Alle memeluk pinggang Alex dengan erat
"Benar kah" ucap Alex
"Tentu saja" ucap alle mengangguk
"Sekarang kita sudah bertemu apa kau tidak memberikan salam bertemu kembali" ujar Alex menatap Alle berharap
"Hadiah apa?" ucap Alle duduk tegak menatap Alex
"Ya terserah" ucap Alex mengangkat bahu nya
"Em" Alle tampak berpikir lalu ia menatap Alex
Kemudian
Cup
"Sudah" ucap Alle mengecup pipi Alex
"Kok cuma satu, ini belum" ucap Alex menunjuk pipi sebelah nya
__ADS_1
Cup
"Ini"
Cup
"Udah" ucap Alle tersenyum manis
"Kok cuma di kecup" ucap Alex merasa kurang
"Nanti ada Anak kecil nanti di dalam kamar saja" ucap alle terkekeh kecil
"Awas ya kalau tidak di kasih" ujar Alex menatap Alle
"Iya" ucap alle mengangguk
"Minum lah coklat panas nya keburu dingin" ucap Alex menunjuk gelas coklat panas
"Iya kau juga minum" ucap Alle memberikan gelas kopi ke Alex
Mereka lalu menenggak nya bersama hingga minuman itu habis sisa setengah
Karena minuman itu sudah tidak panas, Alle kembali menyandar kan kepala nya di bahu Alex dan memakai kan nya selimut satu berdua
Mereka bercerita sesekali terkekeh tertawa, entah apa yang mereka bicarakan tapi terlihat dari wajah Alle ia bahagia
Malam semakin larut, udara semakin dingin, Alex dan Alle masih betah di gazebo tadi posisi Alle yang bersandar
Kini posisi itu berubah Alle sekarang sudah tiduran dengan paha Alex yang di jadikan bantal tangan Alex yang sesekali mengusap kepala nya dengan lenbut
Membuat alle terlelap tanpa sadar, Alex yang menyadari itu ia mengangkat tubuh alle masuk ke dalam kamar sementara nya tadi tak lupa ia menutup pintu
Mengunci nya dari dalam ia tak mau ada seseorang yang menerobos mauk ke dalam, setelah itu ia ikut masuk ke dalam selimut
Mereka tidur dengan pulas saling memeluk satu sama lain seolah olah esok pagi bakal berakhir
Keesokan pagi hari nya ruang keluarga terdengar heboh, dua suara cempreng mengganggu tidur pasangan suami-istri itu yang masih terlelap
"Engghh" lenguh Alle mengucek kedua mata nya
Pertama kali yang ia lihat adalah dada bidang Alex, perlahan ia mendongak menatap Alex yang masih memejamkan mata nya
"Seperti kau lelah, lihatlah tidur mu pulas sekali" ucap Alle tersenyum melihat Alex
Dengan pelan ia turun dari ranjang ia tak mau membangun kan Alex yang lelah habis perjalanan jauh
Tak istirahat sama sekali bahkan malam tadi Alex menggendong nya Sampai di dalam kamar
Ia keluar melihat keluarga nya yang sudah berkumpul, sambil melihat acara tv yang menampilkan beberapa berita
"Selamat pagi" ucap Alle tersenyum lebar
"Pagi" jawab mereka
"Mana alex sayang?" tanya mommy
"masih tidur mom, kecapaian habis perjalanan jauh, baru malam tadi ia istirahat" ujar Alle
"Oh biarkan dia tidur saja" ucap mommy mengangguk
__ADS_1
"Kalau gitu alle mandi dulu ya mom, dad, Ara Dira" ucap Alle menatap mereka semua
Mereka mengangguk bersama, Alle yang melihat nya hanya terkekeh saja lalu ia masuk ke dalam kamar nya membersihkan diri