Suami, One Day

Suami, One Day
Chapter 93


__ADS_3

Setelah tertawa puas wanita itu menghentikan tawa nya ia lalu menatap Alle dan dira


"Tunggu dulu seperti nya aku tau kalian" ucap nya menelisik wajah mereka


Dira dan Alle saling melirik


"Ohh aku ingat sekarang kalian kan dua orang yang tak di Ingin kan" ucap nya terkekeh menatap sinis mereka berdua


"Yang satu di tinggal orang tua nya yang satu di jadikan babu keluarga nya, hahahah" tawa pecah membuat orang di sekitar melihat ke arah mereka


"Kau" geram Dira hendak menampar wajah wanita itu tapi Alle menghentikan nya


"Jangan nanti kita yang kena imbas nya" bisik Alle


Dira menahan gejolak emosi nya menatap sekitar melihat semua orang memperhatikan diri nya


"Hahah, mau nampar aku ayo nih" sombong nya menepuk pelan pipi nya


"Enggak berani kan, makanya gak usah sok" sinis nya


"Kalian berdua kan tidak di inginkan keluarga kalian mana bisa beli tas mahal ini, lebih baik kalian pergi deh" ujar nya


"CK jangan kan tas ini, harga diri kamu aja kita mampu beli" ujar Dira menatap tajam wanita itu


"Hahah mimpi jangan ketinggian nanti jatuh sakit, lihat nih pakaian yang aku pakai semua bermerek bukan punya kalian yang aduh, pasti beli nya di pasar" ujar nya mengejek


Memang pakaian yang di pakai Dira dan Alle terlihat biasa aja tapi jangan tanya harga nya karena pakaian itu dari merek terkenal


"Gak salah, mending ngaca deh, baju kami emang biasa aja tapi harga nya bisa beli ni satu mall" ucap dira tak mau kalah


"Dira udah malu di lihat banyak orang" bisik Alle karena ia merasa tak nyaman menjadi pusat perhatian


"CK, awas kamu" ucap dira enggan meninggalkan tempat itu tapi apa boleh buat tangan nya di tarik Alle


"Bilang aja kagak mampu beli, kalau miskin ya miskin aja" teriak nya


"Nona tunggu belanjaan anda" ucap pelayan memberikan paper bag Alle dan Dira yang ketinggalan


Dengan terpaksa mereka berhenti dan menerima paper bag yang di serahkan pelayan itu


Wanita yang tadi melihat nya cukup terkejut ketika melihat tulisan di paper bag itu


Ia lantas menghampiri mereka berdua berdiri sambil melipat kedua tangannya


"Dapet duit dari mana bisa beli barang branded?" sinis nya

__ADS_1


"Dir dia siapa sih, aku gak kenal kau kenal?" tanya Alle dengan berbisik


"Aku pernah liat tapi lupa siapa?" jawab Dira


"Hello pasti kalian nyolong ya" ejek nya


"Enak saja kau bilang kami ini beli sendiri ya, walau harga nya mahal" ujar Dira pelan di akhir kalimat


"Apa kamu bilang, gak salah denger aku?" ucap nya mengorek kuping nya


"Kenapa terkejut ya kamu lihat Kita bisa beli barang branded" sinis Dira


"Hahha enggak tuh paling juga kalian jual diri" ucap nya memutar bola matanya


"Sudah berapa orang yang kamu layani?" imbuh nya


"Satu,dua atau udah ribuan" ucap nya memandang jijik ke arah mereka


Plak


Tepat wanita itu menyelesaikan perkataan nya ia mendapat kan sebuah tamparan yang mendarat dengan sempurna di pipi kanan nya


"Kau berani menampar ku" teriak nya tak terima ia menunjuk Alle sambil memegangi pipi nya yang terasa perih


"Anda yang memulai duluan, jika anda tidak mau di sentuh jangan pernah berani menyentuh duluan" tegas Alle


Wanita itu cukup terkejut dengan perubahan Alle dan juga cukup takut tapi ia enyah kan perasaan itu semua


"Apa?, yang aku bilang itu semua benar kan, kalau kalian itu jual diri dengan om-om, dengar kalian semua hati-hati dengan pasangan kalian takut di rebut dua orang ini" teriak nya


Mereka yang melihat kejadian itu berbisik bisik, membuat wanita itu tersenyum puas


"Udah Al, aku gak tahan" ucap dira ia lalu menelpon seseorang


"Beli mall ini beserta isi nya" ucap dira melirik sinis wanita di depan nya


"Hahah, lihat dia berani-beraninya berbohong" ucap nya tak percaya


"Tunggu saja kau" ucap dira dengan sombong menutup telponnya


"Kau telpon siapa Dira?" tanya Alle menatap Dira


"Nanti kau tau" ucap dira tersenyum penuh arti


"Mana orang yang kau hubungi, tidak ada tuh" tantang nya

__ADS_1


"Ck, tunggu aja" decak Dira


Bukan hanya Alle yang penasaran tapi juga penonton penasaran, hingga tak sampai tiga menit seseorang datang dengan beberapa bodyguard menghampiri mereka


Lantas kejadian itu menyita banyak perhatian, Langkah itu semakin dekat


Dira, Alle dan wanita itu menoleh ke sumber perhatian, langkah mereka berhenti tepat di hadapan mereka


Para penonton ibu-ibu bapak-bapak yang ada di sini, eh salah server, para pengunjung yang melihat itu berbisik bisik


Mereka mengatakan jika salah dari mereka adalah pemilik mall di sini, perkataan itu membuat wanita itu pucat pasi


Salah satu dari mereka yang berbaju biasa tapi berbadan kekar dan muka garang maju menghampiri Alle sambil menyerahkan sesuatu


"Permintaan Anda nona, tinggal membutuhkan tanda tangan anda mall dan isi nya akan menjadi milik anda" ucap nya menyerahkan bolpoin


"Ini beneran?" ujar Dira tak percaya ia pikir akan membutuhkan waktu yang lama tapi ternyata cuma beberapa menit sudah selesai


"Silahkan nona, anda bisa menikmati mall ini mau di apakan terserah nona, mau di ratakan dengan tanah juga tidak masalah setelah anda melakukan tanda tangan" ucap yang di yakini pemilik mall tersebut


Alle bingung menatap orang di depan nya satu persatu


"Nona, jika anda tidak percaya silahkan hubungi tuan besar" ucap bodyguard itu


Dengan perasaan bingung ia lantas menghubungi Daddy yang di sebut orang besar itu


"Hallo" ucap Alle dan men speaker telpon nya


"Iya sayang ada apa?" tanya Daddy


"Hahaha, ternyata benar dia simpanan seorang pria tua" celetuk wanita itu ketika mendengar suara Daddy


"Hey siapa kau berani beraninya mengatakan seperti itu " marah Daddy di balik telpon nya


"Halah bilang aja yang benar pak tua, ini simpanan mu bukan?" ucap nya semakin tak terkendali


"Kau berani ya, tunggu saja hukuman buat mu, jose" teriak Daddy


"Iya tuan" saut bodyguard yang berbaju biasa dengan tegas


"Kau tau apa yang harus kau lakukan bukan" ucap Daddy


"Siap tuan" jawab nya


"Bagus, Alle tanda tangani lah surat itu maka dari itu mall itu sudah menjadi milikmu anggap saja itu hadiah kecil dari Daddy atas pernikahan nanti, Daddy tutup dulu telpon nya" ucap Daddy mematikan sambungan telepon nya

__ADS_1


Semua orang tercengang mendengar nya, dan mulai berbisik bisik menatap sinis ke wanita tadi


Alle yang masih ragu mulai mendata tangani surat itu, dan saat itu detik itu juga mall itu sudah menjadi Milik Alle


__ADS_2