Suami, One Day

Suami, One Day
Chapter 8


__ADS_3

Hari berikutnya


Kemarin Alex menyuruh asisten Ben menjemput Alle untuk datang ke rumah nya karena ia ingin memperkenalkan Alle pada paman Gilbert ia ingin menyakinkan paman Gilbert jika mereka menjalin hubungan serius


Alex juga mengatakan jika ia dan Alle akan menikah dalam waktu dekat ini lebih tepatnya dua hari setelah hari ini


Dalam circle kemarin suasana begitu menegang kan pasal nya sang paman terus menyelidiki hubungan mereka dengan pertanyaan, karena paman Gilbert tak yakin jika mereka benar-benar pasangan


"Kalian kenal dari mana?"


"Sudah berapa lama kalian berhubungan?"


"Alle tinggal di mana?"


"Pekerjaan apa?"


"Kenapa kalian bisa jatuh cinta"


"Sudah berapa lama kenal?"


Dan lain sebagainya, pertanyaan demi pertanyaan paman Gilbert selalu lontarkan pada Alle beruntung Alle orang nya yang cerdas ia bisa menjawab semua pertanyaan itu, yang di antara dia bohong dan ada pula yang jujur


Hingga pertanyaan pertanyaan itu membuat Alex muak menanggapi tingkah laku paman nya, Alle pun begitu ia malah tambah muak ketika Alex tak henti-hentinya memeluk pinggang nya


Mau nolak tapi gak bisa, akhirnya dalam dalam waktu beberapa jam kedepan yang ia rasa berpuluh-puluh ribu tahun karena waktu terasa lambat Alle hanya pasrah menghadapi situasi saat itu


Kemarin Alex yang memperkenalkan Alle pada paman nya sekarang Alex memperkenalkan diri pada keluarga Alle tanpa ada Alle


Karena Alex datang sendiri di rumah keluarga Yohane, tanpa sepengetahuan Alle


Tok tok tok


Pintu di ketuk dari luar Cherly yang sedang bermain handphone lantas beranjak membuka pintu karena yang ada di dalam rumah hanya ada dia sendiri


Tok tok tok


"Ya sebentar gak sabaran amat sih" kesal Cherly ia membuka pintu dengan kasar


Ketika pintu terbuka Cherly menganga lebar, Bagaimana tidak bengong saat ia membuka pintu ternyata ada dua orang tampan, pakaian rapi berdiri di depan pintu


(Mimpi apa aku semalam, tampan sekali mereka, tapi lebih tampan yang itu(Alex), pasti mereka orang kaya kelihatan dari pakaian nya) batin Cerly menatap Alex dan asisten Ben dari atas sampai bawah tanpa berkedip


"Bisakah kita masuk" ucap asisten Ben menyadarkan Cherly dari lamunannya


"Ahh iya silahkan" ucap Cherly membuka lebar pintu


Mereka berdua lalu masuk ke dalam sedangkan Cherly kembali menutup pintu


"Aduh kenapa wajahku begini, kalau mereka ifeil dengan ku bagaimana" gumam Cherly merapikan rambut nya, merapikan baju rumahan nya di depan pintu


"Dimana orang tua mu" tanya Alex dengan dingin ia sudah duduk tanpa di persilahkan sedangkan asisten Ben berdiri di samping Alex


Alex tak melihat Cherly karena ia tahu jika Cherly masih berdiam diri di tempat nya

__ADS_1


"Apa, tunggu sebentar akan aku hubungi mereka" ucap Cherly gelagapan ia senyum-senyum sendiri sambil sesekali melirik mereka


Tak lama kedua orang tua Cherly datang bersamaan mereka terheran-heran ketika melihat mobil mewah terparkir di depan rumah mereka


Siapa yang punya mobil mewah seperti ini batin nya, mereka pun masuk ke dalam


"Ibu" ucap Cherly menghampiri ibunya


"Mereka siapa?" tanya ibu Yohanes


Sedangkan ayah Yohanes menatap Mereka berdua dengan tajam


"Engga tau Bu, mereka datang tiba-tiba mencari ibu dan ayah" ujar Cherly


Ibu Yohanes hanya diam memperhatikan mereka lalu menyusul suami nya


"Kalian siapa?" tanya ayah Yohanes menghampiri mereka bersama istri dan anak nya


"Perkenalkan saya Alex Kimbana Pereira, ini asisten saya" tegas Alex dengan muka datar nya


"Alex?, bukan kah pemilik perusahaan BK company?" ucap ayah Yohanes sedikit tahu tentang pemilik perusahaan terkenal tapi tidak pernah melihat wajahnya dengan jelas


Alex diam


"Bu dia pemilik perusahaan paling berpengaruh di negara ini" ujar Cherly kegirangan


"Iya ibu tau, tapi kenapa mereka kesini" ucap ibu Yohanes


"Bagini nyonya dan tuan Yohanes, tuan Alex kemari ingin meminta izin untuk menikahi putri anda" ujar asisten Ben menatap suami istri itu


(Menikahi?, apa mereka mau menikahi ku) batin Cherly kesenangan


"Putri?" ucap sepasang suami istri itu saling menatap


"Iya tuan dan nyonya kami juga membawa sebuah mahar untuk putri tuan dan nyonya" ucap asisten Ben mengeluarkan sebuah cek senilai 500jt


Memperlihatkan pada mereka, dan masih di pegang asisten Ben


Mereka semakin membulat kan matanya melihat nominal itu, sepasang suami istri berbunga-bunga melihat nya sedangkan Cherly sudah kesemsem ia selalu melihat ke arah Alex, tapi Alex memasang wajah datar


"Tuan juga akan memberikan sebuah rumah di kawasan elit untuk keluarga anda tinggal" ucap asisten Ben


"rumah" ucap mereka semakin besar hati


"Aduh kami jadi tidak enak kalau begini, jadi kapan kalian akan menikah?" ujar ayah Yohanes tersenyum girang


"Dua hari lagi tuan, soal masalah pernikahan nya akan di laksanakan di sebuah hotel milik tuan Alex, dan itu semua sudah di siapkan tinggal menunggu hari H saja" ujar asisten Ben


"Benar kah kenapa cepat sekali" ucap ayah Yohanes mengerutkan keningnya


"Tidak apa-apa, itu lebih bagus lebih cepat lebih baik" ucap ibu Yohanes tersenyum penuh arti ia menatap suaminya


"Ah iya benar kata istri saya" ucap ayah Yohanes mengangguk paham

__ADS_1


"Tapi tuan punya satu syarat untuk kalian tuan dan nyonya" ucap asisten Ben mengeluarkan sebuah map


"Syarat apa?" tanya mereka berdua


"Kalian harus menandatangani perjanjian ini, jika nanti Putri anda sudah menikah dengan tuan Alex maka kalian tidak berhak mengurusi kehidupan nya lagi sampai kapanpun" ucap asisten Ben


"Kenapa begitu kan dia anak kita" ucap ayah Yohanes melayangkan protes


"Karena tuan Alex tidak mau urusan rumah tangga nya kena campur tangan oleh siapa pun" ujar asisten Ben


Mereka saling menatap satu sama lain bingung dengan keputusan nya


"Udah pa kita terima aja, lagi pula kita bisa hubungi Cherly diam-diam tanpa mereka tahu, daripada uang nya hilang lumayan uang segitu banyak bisa kita habisin lagi, bahkan ada rumah nya juga" bisik ibu Yohanes


"Tapi" ucap ayah Yohanes ragu


"Kita juga bisa memberikan kalian mobil jika kalian menandatangani kontrak ini" ucap asisten Ben ketika melihat keraguan di wajah mereka


"Tuh kan yah, ambil aja" ujar ibu Yohanes tersenyum licik


"Ya udah Bu kita ambil aja" ucap ayah Yohanes mengangguk setuju


"Kita setuju" ucap ibu Yohanes


"Bu" rengek Cherly


"Udah Diam kamu mau tidak jadi orang kaya, jadi Nyonya Alex" bujuk ibu Yohanes berbisik


"Mau sih" ucap Cherly pelan


"Makanya diam aja" ucap ibu Yohanes


"Silahkan kalian berdua tanda tanga di sini" ucap asisten Ben menyodorkan kontrak itu di hadapan mereka


Sepasang suami istri itu langsung menandatangani nya tanpa membacanya terlebih dahulu karena sudah tak sabar mereka mendapatkan uang nya


"Kalian tidak membacanya terlebih dulu?" ujar asisten Ben


"Tidak usah kami percaya dengan kalian" ucap ayah Yohanes tersenyum lebar


(Gak salah, dasar mata duitan) batin Alex tersenyum sinis


"Baiklah" ucap asisten Ben menyimpan kontrak itu


"Cherly kamu kok gak ngasih tau kalau mau menikah dengan tuan Alex" ucap ibu Yohanes tersenyum mengelus tangan Cherly yang sedari tadi berdiri di samping orang tuanya


"Cherly juga gak tau Bu, tiba-tiba aja tuan Alex datang kesini" ucap Cherly tersenyum malu


"Ah mungkin tuan Alex kasih kamu surprise, maka nya gak bilang" ujar ibu Yohanes tersenyum lebar


"Maaf nyonya, tapi yang kita maksud putri anda nona Alle bukan nona Cherly" ucap asisten Ben tersenyum tipis baru ia paham jika ketiga orang di depannya belum mengetahui orang yang Alex maksud


"Apa?" terkejut mereka bertiga

__ADS_1


__ADS_2