Suami, One Day

Suami, One Day
Chapter 58


__ADS_3

Malam hari Alex dan asisten Ben sedang duduk menikmati pemandangan kota di malam hari


Saat ini mereka berada di rooftop sebuah hotel bintang lima, di rooftop itu ada sebuah restoran yang bisa menikmati keindahan kota malam hari di atas rooftop itu


Angin malam berhembus membuat udara semakin dingin dengan lampu-lampu hias yang menggantung di seluruh atap Alex dan asisten Ben menunggu seseorang yang sangat penting bagi mereka


"Kenapa lama sekali?" keluh Alex


"Sabar tuan, mungkin sebentar lagi" ucap asisten Ben yang berdiri di samping nya


"Hah" Alex menghela nafas panjang tak suka padahal ia baru duduk sekitar lima menit lebih bekum ada sepuluh menit sudah bilang lama


Memang pada dasarnya Alex tak sabaran hingga ia mengeluh kepada asisten Ben


Tak berselang lama pintu masuk terbuka lebar masuk lah sepasang suami istri paruh baya dan satu pria dewasa dengan jalan agak terburu-buru


"Maaf menunggu lama" ujar pria paruh baya menjabat tangan Alex


"Tidak apa-apa kami juga baru sampai" ujar Alex berdiri menerima uluran tangan pria paruh baya itu


Lihat sekarang bahkan bilang baru sampai padahal ia tadi saja batu menggerutu kesal


"Kenal kan ini istri saya, dan ini asisten sekaligus sekertaris saya" ucap nya mengenalkan wanita paruh baya di samping nya dan pria dewasa di belakang nya


"Alex" ucap Alex menjabat tangan wanita paruh baya itu


"Senna" ucap nya tersenyum menerima tangan Alex


"Duduk lah" ucap pria paruh baya itu


Alex mengangguk lalu mereka semua duduk di kursi yang telah di sediakan kecuali dua pria yang berdiri di samping mereka masing-masing


"Maaf membuat kalian menunggu lama maklum lah menunggu wanita berdandan itu lama" ucap pria paruh baya itu tersenyum menatap istrinya


"Tidak apa tuan Simon, saya bisa memaklumi" ucap Alex tersenyum tipis


"Baiklah bisa kita makan lebih dulu, sebelum pada intinya" ujar Simon


"Baiklah" ucap Alex


Asisten tuan Simon memanggil pelayan yang berjaga di depan pintu karena yang di restoran itu hanya Alex dan asisten Ben, tuan Simon dengan istri nya dan kelima asisten tuan Simon


Tuan Simon sengaja menyewa tempat itu untuk mereka, pada awalnya Alex yang hendak menyewa tempat itu untuk mereka tapi tuan Simon lebih dulu menyewa nya


Pelayan datang mencatat pesanan mereka dengan hati-hati, ia tak mau melakukan kesalahan sedikit pun karena ia takut jika berimbas pada kehidupan nya


Sebab semua orang di depan nya adalah orang-orang penting, orang-orang paling berpengaruh

__ADS_1


Selesai mencatat Pelayan itu keluar mengambil pesanan sambil menunggu pesanan mereka mengobrol santai


Duo asisten juga duduk di Salah satu meja tak jauh dari mereka, mereka juga bertukar pikiran pengalaman hidup


Hingga tak lama pesanan mereka datang, mereka lalu makan dengan di temani udara malam hari


Beberapa menit kemudian meja mereka sudah rapi dan bersih hanya tinggal, papan nomer dan beberapa gelas wine menemani mereka


"Jadi bagaimana tuan?, apa anda tertarik?" ujar Alex selesai menjelaskan kerjasama mereka


"Bagus-bagus, sangat luar biasa saya puas dengan penjelasan anda" ucap nya tersenyum puas


"Syukurlah kalau begitu, lalu kapan anda mulai berinvestasi di perusahaan kita" ucap Alex


"Sekarang juga boleh" ucap nya


"Baiklah, silahkan anda melihat poin poin nya jika anda kurang berkenan silahkan utarakan pendapat anda nanti saya akan merevisi nya kembali" ucap Alex menyodorkan sebuah map yang baru saja asisten Ben serahkan


"Saya baca dulu ya" ucap tuan Simon melihat map itu


"Silhakan tuan" ucap Alex


Tuan Simon membacanya satu demi satu setiap poin penting nya terkadang dia juga mengangguk paham


Selesai membaca ia menyerahkan pada asisten nya untuk di baca


"Saya setuju dengan setiap poin nya tak perlu di ganti" ucap Tuan Simon


Tuan Simon menatap asisten nya, asisten nya pun mengangguk setuju


"Saya yakin dengan anda tuan Alex, tak mungkin anda berbuat curang dengan rekan bisnis anda" ucap tuan Simon


"Terimakasih sudah mempercayai saya tuan " ucap Alex tersenyum mengangguk


"Saya akan tanda tangan " ucap tuan Simon membubuhkan tanda tangan di atas materai


"Silhakan " ucap tuan Simon mengembalikan ke map itu ke Alex


Alex menerima nya dan juga menandatangani nya di sana


"Senang bekerjasama dengan andaa tuan" ucap Alex menjabat tangan tuan Simon


"Saya juga senang bekerja sama dengan Anda tuan Alex, semoga kedepan nya kita terus bekerja sama" ucap tuan Simon tersenyum ramah


"Tentu tuan" ucap Alex mengangguk


"Boleh saya Minta satu hal tuan Simon?" imbuh Alex

__ADS_1


"Tentu katakan, tapi jika anda Minta gunung Everest saya tidak sanggup memberikan nya karena itu milik yang maha kuasa" ucap tuan Simon bercanda


"Tentu saja tidak tuan, bisakah anda tidak memberitahu kepada orang orang selain kita tentang kerjasama kita?" ucap Alex


Tuan Simon menaikkan satu alisnya menatap Alex heran


"Maaf bukan mengatur anda tapi saya ingin memberi sebuah kejutan pada seseorang atas kerjasama Kita tuan" ujar Alex tersenyum


"Baiklah saya akan menutup mulut" ucap tuan Simon


"Terimakasih, kalau begitu saya pamit undur diri karena masih banyak pekerjaan yang menanti" pamit Alex


"Ya silahkan, hati-hati di jalan" ucap tuan Simon


"Ya, mari nyonya Senna " ucap alex pada nyonya Senna yang duduk di dekat pagar balkon


"Ya" ucap Senna tersenyum mengangguk


Deg


Alex terkejut ketika melihat senyum nyonya Senna yang hangat dan teduh ia tak memperhatikan


tadi saat berkenalan, bukan ia kagum dengan nya atau suka dengan nya tapi ia seperti melihat senyum itu pada seseorang tapi ia lupa siapa orang itu


"Tuan" panggil asisten Ben


Alex tersadar lalu pergi meninggalkan mereka


"Kita kemana tuan?" tanya asisten Ben yang saat ini mereka ada di dalam lift untuk turun kebawah


"Antar aku ke kantor sebentar" ucap Alex


"Hah" asisten Ben sedikit menghela nafas ia tau pasti tuan nya akan lembur lagi


Ia sungguh tidak tega melihat tuan nya pontang-panting harus lembur setiap malam mempertahankan perusahaan nya


Tanpa sadar ia mengepalkan tangannya dengan erat


Ting pintu lift terbuka mereka lalu keluar menuju mobil yang siap menunggu mereka yang sebelumnya sudah asisten Ben siapkan


"Menurut mu apakah motif tuan Simon Hutapea melakukan kerjasama dengan kita padahal kita berada di ambang kehancuran" ujar Alex


"Entahlah tuan semoga saja semua baik-baik saja" ucap asisten Ben menggeleng kepala tak tahu


"Setidaknya perusahaan kita bisa terselamatkan tuan" imbuh nya


"Ya kau benar" ucap Alex

__ADS_1


Setelah itu tak ada obrolan lagi mereka memikirkan apa yang ada di pikiran mereka


(Rasa nya tak percaya tapi ini nyata perusahaan terbesar se Asia mau bekerja sama dengan perusahaan ku yang tidak ada apa-apanya) batin Alex masih tak percaya


__ADS_2