
Semua mendengar kan dengan seksama keheningan melanda ruangan tersebut hanya terdengar suara tuan Hutapea
"Akhirnya saya menemukan anak saya setelah bertahun-tahun kita berpisah, anak saya sulung saya ialah Alle Kalila, Alle bisakah kau memaafkan papa karena terlambat mengetahui mu, Sudi kah kamu menganggap kita keluarga" ucap tuan Hutapea menatap Alle dalam-dalam
"Nak mau kah kau memaaf kan mommy, maafkan kesalahan mommy seharus nya mommy tidak sakit, seharus nya Mommy merawat mu, dan seharusnya mommy tak mengijinkan mereka membawa mu hiks hiks hiks" Isak tangis nyonya Hutapea
Ia merasa sangat bersalah dan menyesal, andai ia tak sakit andai ia tak di rawat di rumah sakit tapi mau bagaimana lagi takdir sudah menggaris kan seperti itu
Tak hanya tuan dan nyonya Hutapea putri kedua mereka juga merasa sesak di dada ia sakit melihat kedua orang tua nya
Menyesali kejadian masa lalu yang mempercayai orang terdekat
"Kakak bisa kah kau memaaf kan kami, bisa kah kamu menerima aku sebagai adik mu, kita menjadi satu keluarga yang utuh bisakah kamu menerima kami" ucap Ara penuh harap
Tak hanya Ara kedua orang tua nya dan juga Alex yang masih setia berlutut di depan Alle menunggu Jawaban Alle
"Alex berdiri lah aku sudah memaafkan mu" lirih Alle tapi hanya Alex yang bisa mendengar nya
Alex tersenyum lebar ia berdiri lalu memeluk Alle erat
"Alex aku ingin istirahat " ucap Alle pelan memegang erat jas Alex
"Baiklah" ucaap Alex mengangguk
Ia menatap keluarga Hutapea sambil tersenyum tipis
"Tuan, nyonya dan nona Hutapea Alle sudah memaafkan kalian, dan untuk para media silahkan kalian bisa meninggalkan ruangan ini" ucap Alle
Ia paham alle butuh mencerna kejadian ini, ia akan memberikan waktu Alle untuk menenangkan diri nya
Para awak media sudah membubarkan diri menyimpan baik-baik kejadian hari ini
Dan soal Nathalia ia sudah keluar sebelum masuk nya keluarga Hutapea masuk ke dalam ia sudah malu karena menjadi orang ketiga buat apa lama-lama di sana ia masih punya harga diri
"Tuan Alle ingin beristirahat ia merasa lelah karena perjalanan jauh" ucap Alex sopan
"Tapi -" ucap nyonya Hutapea
"Ya tidak apa-apa istirahat lah, kami paham perjalanan kalian lumayan jauh" ucap tuan Hutapea menahan tangan sang istri lalu tersenyum menatap mereka
__ADS_1
"Baiklah, kamu Sama sahabat mu dulu aku mau bicara sama mereka" ucap Alex lembut
Alle mengangguk
"Permisi" pelan Alle ia lalu menghampiri sahabat nya Dira pun menggandeng tangan Alle ketika ia Alle menghampiri nya
"Antar kan mereka ke kamar atas" ucap asisten Ben pada pengawal yang sedari tadi mengawasi konferensi pers
"Baik asisten Ben" ucap nya dengan nada tegas, lantas ia mendahului Dira dan Alle ke kamar atas menuntun jalan untuk mereka
Asisten Ben menghampiri Alex dan keluarga tuan Hutapea
"Mari tuan" ucap Alex mengarah kan tangan nya ke depan
Tuan Hutapea mengangguk
"Pa kenapa kau tidak cegah Alle" ucap istri nya sedari tadi diam
"Beri dia waktu ma dia butuh ketenangan untuk mencerna semua ini" ucap tuan Hutapea menatap istri nya
"Mommy tenang saja kakak pasti berkumpul dengan kita" ucap Ara menenangkan ibu nya
Sampai lah mereka di tempat asisten Ben menunggu Alex tadi, Alle dan Dira tidak di sana mereka di kamar lain
Kamar yang tidak kalah mewah dari kamar ini
"Silahkan duduk tuan, nyonya dan nona Hutapea" ucap Alex mempersilahkan duduk
"Terima kasih" ucap mereka lalu duduk di sofa
"Tuan bisakah anda menceritakan kenapa anda menganggap Alle adalah Putri anda, lalu apakah anda punya bukti otentik" ucap Alex dengan tegas
"Saya memang berkata apa ada nya seperti yang saya ceritakan tadi" ucap tuan Hutapea menceritakan kejadian seperti apa yang ia ceritakan tadi tanpa ada yang kurang ataupun ia tambah kan
"Lalu bukti apa yang tuan punya jika Alle adalah anak anda" ucap Alex
"Saya punya bukti DNA, saya akan menyuruh asisten saya untuk mengambil nya" ucap tuan Hutapea penuh percaya diri
"Baik, silahkan anda hubungi asisten anda" ucap Alex
__ADS_1
"ya" ucap tuan Hutapea mengangguk ia lalu menghubungi asisten nya
"Lalu bisakah anda menceritakan orang yang anda maksud yang ada di balik ini semua?" ucap Alex ketika tuan Hutapea selesai menghubungi asisten nya
"Ya dia adalah orang terdekat kami, bisa di bilang masih saudara kita ia adalah anak semata wayang mendiang kakak ku, nama nya Anya Marina kedua orang tua nya meninggal karena kecelakaan" ucap tuan Hutapea
"Dulu ia adalah anak yang sopan, baik ramah dan ceria tali semenjak kematian kedua orang tua nya ia berubah menjadi lebih pendiam pada orang lain tapi dengan kita ia akan kembali ke sifat dulu" ucap tuan Hutapea
"Tapi entah kenapa tiba-tiba ia punya rasa benci dengan kita, di depan kita ia manis seperti gula tapi mematikan, diam-diam ia merencanakan hal jahat pada keluarga kita" ucap tuan Hutapea mengepalkan tangannya
"Setelah saya telusuri ternyata ia melakukan nya demi orang tua nya" imbuh tuan Hutapea mengingat mendiang kakak istri nya
"Maksud tuan?" ucap Alex tak mengerti
"Ya ternyata kakak dan istri nya memendam rasa cemburu selama ini,ia iri karena kesuksesan ku, seharusnya aku yang iri kepada mereka karena semua warisan dari orang tua kami jatuh ke tangan nya dan aku hanya mendapatkan sedikit untuk modal usaha" ucap tuan Hutapea
Memang benar kakak tuan Hutapea mendapatkan warisan yang sangat banyak hampir seluruh dari kekayaan orang tua mereka tapi kakak tuan Hutapea tak bisa mengolah nya dengan baik sehingga sedikit demi sedikit warisan mereka habis tak tersisa
"Dan Anya tahu jika kedua orang tua nya punya dendam pribadi dengan saya, oleh sebab itu ia berpikir bahwa kematian orang tua nya di sebabkan oleh saya padahal itu tidak lah benar" ucap tuan Hutapea
"Apalagi sifat nya yang mudah di hasut membuat ia terhasut dari omongan orang lain" ucap tuan Hutapea
"Hemm" Alex mengangguk paham
"Lalu dimana dia sekarang?" tanya Alex
"Dia sekarang menjalani hukumannya" ucap tuan Hutapea mengingat Anya yang sedang di penjara karena kasus pembunuhan dan penipuan
"Lalu Apa dia memiliki suami atau anak?" tanya Alex
"Tidak, ia bercerai dengan suami nya mereka juga tidak mempunyai anak, toh juga mantan suami nya sudah mempunyai keluarga baru pasti sudah tidak peduli dengan nya " ucap tuan Hutapea
"Bagus kalau seperti itu" ucap Alex mengangguk
"Bagus bagaimana?" ucap tuan Hutapea tak mengerti
"Ya karena duri dalam daging sudah tercabut tinggal duri yang ya berguna" ujar Alex tersenyum tipis
"Ya kau benar". ucap tuan Hutapea mengangguk paham
__ADS_1