Suami, One Day

Suami, One Day
Chapter 20


__ADS_3

"Pagi semua" sapa Alle pada semua teman kerja nya dengan senyum manis nya


"Pagi" sapa beberapa dari mereka, ada yang menyapa balik, ada yang senyum saja, ada juga yang Melihat Alle saja


"Semangat sekali kamu pagi ini, kemarin aja bengong kayak orang gila" ujar teman Alle membawa sebuah map di tangan nya


"Hehehe" cengir Alle menatap teman nya dengan ekspresi seperti kepergok melakukan sesuatu


"Bagus lah kalau kamu udah normal, enggak gila beneran" kekeh geli dari teman Alle


"CK, aku enggak gila ya" ucap Alle berdecak kecil


"Iya iya, mumpung kamu lagi semangat aku kasih kerjaan nih" ucap teman Alle tersenyum lebar


"Kerjaan apa na?" tanya Alle penasaran


Teman nya yang di panggil na atau Hasna itu terkekeh kecil


"Nanti kau ikut rapat ya, ini berkas nya pelajari baik-baik, nanti ada teman kamu yang ikut dengan mu" ucap Hasna meletakkan sebuah map yang ia pegang sedari tadi di atas meja kerja Alle


"Rapat?, rapat apaan emang kamu mau kemana?" tanya Alle membuka map itu


"Aku mau pergi ke luar kota sama ibu Elisa beberapa hari jadi kamu yang akan mengatur rapat dan rencana kedepannya" ujar Hasna


"Kok kamu kasih aku sih kan aku baru kerja beberapa bulan di sini, lalu bukanya ini proyek besar ya?" tanya Alle


"Aduh Alle, masak kamu tidak tau kemampuan kamu sendiri sih, bahkan Bu Elisa mengakui kemampuan mu makanya aku kasih kan tanggung jawab ini pada kamu" puji Hasna


Memang kemampuan Alle tak bisa di ragukan lagi, mendapat pengakuan dari atasan adalah hal luar biasa


Yang notabene atasan yang begitu tegas menjujung tinggi kemampuan bawahan nya


Apalagi Alle menyelesaikan s2 nya dengan nilai yang paling tinggi dan itu hanya ia tempuh hanya waktu kurang dari satu tahun


"CK, kamu itu ya, memang rapat jam berapa?" tanya Alle terus membaca kertas di depan nya


"Nanti jam 10 siang" ucap Hasna melihat jam tangan yang bertengger di pergelangan tangannya


"Oke nanti aku handel kalian hati-hati di jalan ya" ucap Alle tersenyum menatap wajah teman nya


"Oke, thanks ya aku ke ruangan Bu Elisa dulu" pamit Hasna menepuk bahu Alle beberapa kali


Alle hanya mengangguk lalu kembali membaca kertas di Pegangnya mumpung ia lagi renggang ia akan mempelajari berkas untuk nanti rapat

__ADS_1


Siang hari tepat jam 10 siang ruang rapat sudah di penuhi orang-orang termasuk alle dan satu teman nya


"Kok rapatnya gak di mulai?, nunggu siapa lagi?" tanya Alle pada teman nya


"Kau tak tau rapat ini sama siapa saja?" ucap teman Alle menatap tak percaya


"Enggak emang sama siapa aja?" tanya Alle menggeleng kepala nya


"Orang Yang ada di dalam sini itu seluruh atasan departemen, berhubung Bu Elisa ada perjalanan bisnis jadi dia wakil kan nya pada kamu" jelas teman Alle


"Terus yang mimpin Rapat siapa?" tanya Alle


"Tentu saja CEO tampan kita" ucap teman Alle berbunga-bunga mengingat wajah CEO mereka


"CEO" ucap Alle terkejut


Bearti ketemu orang itu dong batin Alle


"Tentu saja emang siapa lagi bukanya ini proyek besar jadi CEO kita harus turun tangan" ucap teman Alle tersenyum lebar


"Mampus aku" lirih Alle ia menggenggam erat kedua tangan nya


Saat ini ia merasa siap tidak siap bertemu dengan masa lalu nya, sungguh ia belum siap


"Tentu saja kau harus menyakinkan CEO kita dengan perencanaan ini, aku yakin kau pasti bisa" ucap teman Alle tersenyum lebar sambil mengangkat kedua tangan nya yang terkepal di udara


"Hehe, terimakasih" ucap Alle tertawa kaku


Ia menarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskan Secara perlahan


(Anggap saja tak kenal dengan nya, semangat Alle) batin Alle menyemangati diri sendiri


Tak lama pintu ruangan terbuka muncullah sosok yang di tunggu-tunggu


Kreeekk


Tak tak tak


Bunyi sepatu pantofel beradu dengan lantai menghiasi keheningan ruangan yang tadi nya masih berisik sekarang hening karena datang nya sosok yang di tunggu-tunggu


"Ehem langsung rapat saja" ucap Alex berjalan ke tempat duduk nya tanpa melihat mereka semua


Sedang kan asisten Ben berjalan di belakang tuan nya ia menatap mereka semua di dalam ruangan

__ADS_1


Hingga matanya menatap seseorang perempuan yang tidak asing bagi nya


Asisten Ben menghentikan langkahnya lalu ia kembali berjalan saat suara Alex memanggil nya


"Asisten Ben" panggil Alex


Asisten Ben langsung melanjutkan langkahnya dan duduk di samping Alex


Rapat berlangsung selama beberapa menit, beberapa menit itu juga Alle berusaha fokus dengan rapat kali ini


Asisten Ben sesekali masih melirik ke arah Alle, sedang Alex sendiri ia masih belum sadar dengan situasi sekitar karena mata nya fokus dengan apa yang di pegang nya sedang telinga nya fokus pada orang yang berbicara


Hingga suara seseorang membuat nya mengalihkan pandangan nya ia menatap ke arah sumber suara itu


Yang tak lain yang tak bukan adalah Alle wanita masa lalu Alex, yang sudah beberapa tahun lalu tidak pernah bertemu


(Dia) batin Alex menatapa Alle dengan pandangan sulit di artikan


Alle yang di tatap seperti itu menjadi gugup, tapi sebisa mungkin ia mengendalikan diri ia tak mau merusak kepercayaan Bu Elisa


Kelakuan mereka tak luput dari pandangan asisten Ben hingga asisten Ben menyadarkan lamunan Alex yang pura-pura memberikan sebuah berkas


"Tuan ini berkas perencanaan mereka" ujar asisten Ben


Alex yang tadi nya menatap Alle kini beralih ke asisten Ben, lalu mengambil kertas itu


Walau Alex menunduk tapi matanya masih sesekali melirik alle hingga Alle selesai mempersentasikan rencana proyek kedepan nya


Prok prok prok


Semua bertepuk tangan karena penyampaian Alle yang sangat detail dan sangat paham di pahami semua orang


"Terimakasih" ucap Alle mengakhiri presentasi nya ia membungkuk kan badan lalu kembali duduk di tempat nya


"Ehem, proyek kita lakukan apa yang dia bilang, saya percaya kan pada kamu, rapat bubar" ucap Alex menunjuk Alle lalu berdiri dan keluar dari ruang rapat di ikuti asisten Ben


"Huft akhirnya mereka setuju dengan perencanaan kita" ucap teman Alle tersenyum senang


"Iya ayo kita kembali" ucap Alle merapikan barang nya


Teman nya mengangguk lalu mengikuti langkah Alle yang keluar dari ruang rapat


Di ruangan CEO

__ADS_1


Alex mendudukkan dirinya ia mengendurkan dasi nya soal wanita tadi ia menjadi penasaran kenapa bisa ia bertemu wanita itu kembali, apalagi yang ia baru tau jika wanita itu kerja di perusahaan nya batin nya


__ADS_2