
Karena deeing terus mengganggu Alex akhirnya mengangkat ponsel nya menatap layar
(Ngapain sih ni bocah gak liat situasi saja) batin Alex menggerutu kesal
Kala melihat siapa yang menelpon ia pun akhirnya mengabaikan nya
"Lepas, angkat saja itu pacar mu" sentak Alle menatap sinis
"Tidak sayang kau salah paham, dia bukan pacar ku aku masih normal" ujar Alex memperlihatkan siapa yang memanggil nya
"CK, tidak peduli" ucap Alle ia sedikit salah sangka
"Sayang please jangan seperti ini" ucap Alex putus asa
"Lepas Alex, atau aku lebih dalam membenci mu" ancam Alle
Mau tak mau Alex melepaskan tangan Alle ia tak mau pujaan hati nya semakin membenci nya karena menahan nya
Tapi ia tak akan menyerah ia akan meminta maaf pada Alle, dan memperbaiki hubungan nya
"Baiklah" ucap Alex tapi Alle sudah pergi dulu meninggalkan nya
Ia menatap sendu punggung wanita kesayangan nya, ia pun melangkah mengikuti Alle ia akan memastikan jika Alle sampai rumah dengan selamat
Ia terus memperhatikan Alle dari jauh hingga Alle sudah sampai di depan rumah Dira hingga selamat ia lalu pergi kembali kea apartemen nya ia akan beristirahat memulihkan tenaga
Karena jujur saja ia cukup lelah, setelah penerbangan yang lama ia tak istirahat sama sekali makan pun ia tak menyentuh nya saat sang supir membelikan nya
Di sisi Alle ia masuk ke dalam setelah Dira membuka pintu untuk nya
"Bagaimana apa kau terluka?" ujar Dira ketika selesai mengunci pintu rumah nya
Ia mengikuti Alle yang duduk di kursi ruang tamu menutup kedua matanya
Melihat itu Dira mengurungkan niat nya untuk duduk di samping Alle ia mengambilkan Alle segelas air putih
"Minumlah" ucap dira menyodorkan gelas itu lalu duduk di samping Alle
Alle menerima dan menegak nya hingga tandas berdebat dengan Alex membuat haus
Tak ia meletakkan sedikit kasar gelas di atas meja Dira hanya diam melihat nya ia menunggu Alle bercerita kepada nya
"Hah" Alle menghela nafas panjang
Ia mulai menceritakan pada Dira mulai ia dekat dengan Alex liburan di pantai hingga ia memutuskan untuk kembali ke tanah air
__ADS_1
Menceritakan semua termasuk tentang Nathalia tapi ia tak menceritakan tentang perjanjian dengan Alex di masa lalu
"Jadi itu alasan kamu kembali ke indo" ucap dira menatap Alle
"Heem" Alle mengangguk
"Sudah ku duga, dari awal pasti ada sesuatu yang kamu sembunyikan, ternyata" ucap dira menggeleng kepala nya
Dengan tebakan nya yang benar Alle pulang karena suatu alasan
"Lalu di mana sekarang pria egois itu, mendengar cerita mu buat aku emosi saja" ucap dira menggulung lengan nya seolah-olah ia berani, tapi jika ia sudah berhadapan dengan Alex ia menciut
"Sudah lah, kayak berani aja kamu" ujar Alle menggeleng kepala menatap Dira
"Ya ya gak berani sih, lihat wajah seram nya aku jadi ciut" ujar nya
"Hahaha" Alle hanya tertawa saja
"CK, kenapa hidup nya menderita begini sih, dapat keluarga yang matrek, dapat pula pasangan yang egois" ujar Dira mengingat keluarga Alle
Ah apa kabar dengan keluarga Alle, Alle sendiri sudah tak menganggap nya keluar biarlah mereka hidup sendiri Alle sudah tak mau mendengar nya
"Emang udah takdir aja" ucap Alle tersenyum lebar
"Ya terserah kau saja, dah lah mendengar cerita mu membuat aku lapar" ucap dira mengelus perutnya
"Gak usah di depan di belakang aja" ucap dira tersenyum sambil beranjak
"Belakang?, memang siapa yang jual mbak Kun?" ucap Alle bingung
"Gila kali mbak Kun jualan, yang ada itu mbak Kun lagi pdkt dengan Mr po" ucap dira
"Terus belakang mana, perasaan belakang tidak ada rumah" ucap Alle menatap Dira
"Udah ayok ikut saja" ucap dira memberikan tangan nya
Alle menatap Dira bingung tapi ia mengikuti kata Dira, memegang tangan Dira
Dira pun tersenyum lalu mengajak Alle ke belakang di dapur mereka lalu mengambil sebuah piring dan sendok
"Sudah, ayo kita makan" ucap dira tersenyum lebar
"Tadi katanya kita kebelakang?" ujar Alle menerima piring dan sendok ketika Dira memberikan nya
"Iya ini udah di belakang" ucap dira terkekeh melihat wajah cengo Alle
__ADS_1
"Terus makanan nya?" tanya Alle
"Makan angin aja" ucap dira makin terkekeh melihat wajah Alle bersengut kesal
"Ck, mana ada kenyang masuk angin iya" kesal Alle
"Hahaha, ini dia makanan nya" ucap dira mengambil sebuah kantong plastik dari lemari lalu meletakkan nya di hadapan Alle
"Bilang aja kalau kamu udah beli Dira kenapa pake ada acara bikin orang penasaran aja" ucap Alle ketika membuka plastik itu, yang isi nya ternyata ketoprak Abang daun yang suka Lewat depan rumah sambil teriak ketoprakkkkeee
"Hahaha, biar surprise" ucap dira tertawa
"Emang ulang tahun di kira surprise" ucap Alle
"Ya gak papa, setahun ulang tahun dua kali" seloroh Dira
"Iya satu jati diri, satu lagi bayangan ya" ucap Alle memasukkan makanan ke dalam mulutnya
"Bisa jadi" terkekeh Dira
Lalu mereka mulai menikmati makanan dengan di selingi bercanda tawa
Selesai makan mereka membereskan piring-piring nya mencuci lalu membersihkan diri setelah itu mereka ngumpul di kamar dira sambil nonton drama China hingga ketiduran di kamar dira
Pagi hari suasana rumah Dira seperti biasa, walau rumah Dira kecil tapi banyak menyimpan kehangatan di dalam sana
Rumah Dira juga kalah dengan rumah tetangga nya yang sudah bertingkat atau luas dan mewah, tapi rumah Dira sudah menjadi perhatian dari setiap orang yang lewat
Rumah Dira, berada di sebuah gang, bukan gang yang sempit tapi jalan itu masih di lalui oleh beberapa pengendara, rumah Dira ke jalan raya juga tidak jauh hanya Beberapa meter saja
"Hari ini kau akan kemana?" tanya Dira melihat pakaian Alle yang telah rapi
"Ada interview pagi ini" ucap Alle tersenyum lebar
"Bukan kah kemarin kau baru saja interview?" tanya Dira bingung
"Ah kemarin ya, memang aku interview tapi aku tak minat kerja di sana, habis interview aku cari kerja di perusahaan lain maka nya pulang sore aku" ujar Alle tersenyum
"Oh, semoga kau di terimanya hari ini" doa Dira
Alle mengangguk mengiyakan, ia jadi ingat ia menolak ketika ia di terima kerja di perusahaan itu
Alasan nya ia tak mau berhubungan dengan keluarga Alex lagi, apalagi seperti nya sepupu Alex itu punya rencana licik
Untung saja aku belum tanda tangan batin nya
__ADS_1
Dan ia berharap hari ini tak bertemu dengan alex, tapi siapa sangka ketika mereka membuka pintu ia di suguhkan pemandangan yang membuat nya seketika bad mood