
Hari ini di mana semua orang duduk dengan wajah berbeda ada yang khawatir, cemas, amarah bahkan ada yang tersenyum licik
Mereka sedang menunggu pemilik saham perusahaan tertinggi dan pemilik saham kedua setelah pilik saham pertama
"Dimana mereka kenapa lama sekali?" ucap salah satu dewan direksi
"Aku juga tidak tau" sahut yang lain
"Apa Alex tidak menemukan investor kenapa saham kita masih menurun" ucap salah satu dari mereka
"Entahlah yang paling penting ia sudah tidak pantas memimpin perusahaan kita, dia tidak bisa mempertahankan perusahaan kita" ucap salah satu dari mereka
"Betul itu" sahut Mereka
"Sudahlah jangan berpikir sendiri lebih baik kita berdoa saja semoga perusahaan kita bisa terbebas dari kebangkrutan" ucap lain nya
"Ya apa yang di bilang dia benar" ucap mereka
Mereka terus saling berbisik bisik saling menyalah kan saling membela Alex
Hingga mereka terdiam ketika melihat Alex datang dengan wajah datar nya
Ia berjalan santai menuju kursi nya bersama asisten Ben di belakang nya
Brak
"Siapa yang mau angkat kaki dari perusahaan ini silahkan" tegas Alex membanting berkas di atas meja
Mereka kembali berbisik bisik mendengar ucapan Alex
"Apa maksud nya ini Alex?, apa kau ingin mengusir kami?" ucap salah satu dewan direksi tidak terima
"Aku tidak mengusir tapi membuka peluang bagi kalian yang tidak mau bertahan di perusahaan ini, yang ada di ambang kehancuran" ujar Alex menatap mereka dengan mata elang nya
"Bilang saja kalau kau tidak berhasil mendapatkan seorang investor Alex" ucap nya
"Dimana tanggung jawab mu, kenapa kamu malah mengusir kita dari perusahaan ini" imbuh nya tersenyum remeh
Dewan direksi kembali berbisik bisik bertanya tanya
"Cih" decih Alex menatap sinis dewan direksi itu
(Dari dulu hingga sekarang tuan Gani tidak pernah berubah, selalu menyudutkan tuan Alex) batin asisten Ben
"Siapa yang mau menetap di sini silahkan aku akan senang hati menerima nya, dan siapa yang keluar juga tak masalah" ucap alex tanpa menjawab ucapan sang direktur itu
__ADS_1
"Tapi aku jamin 100% jika aku bisa membuat perusahaan ini bangkit kembali" imbuh nya sangat percaya diri karena perusahaan nya sudah mulai stabil dan ia merahasiakan itu semua dari orang-orang
Termasuk para dewan direksi, hanya Alex dan Asisten Ben yang tau, sengaja Alex menyembunyikan nya karena ia mau tau siapa yang lebih pantas di ajak kerjasama
Mereka kembali berbisik-bisik mendengar ucapan Alex yang cukup menyakinkan apalagi melihat wajah nya yang sangat serius
"Perkataan mu sungguh memuakkan, seharusnya kau buktikan lebih dulu bukan menjamin yang mungkin kau tak bisa melakukan nya" ucap nya tersenyum sinis
"Putuskan lah sekarang" ucap Alex tanpa memperdulikan ucapan tuan gani
"Kenapa terburu-buru tuan Alex" ucap seseorang yang baru saja masuk ke dalam ruangan rapat
Semua orang menoleh menatap penuh tanda tanya di kepala nya siapa orang ini
Kecuali dua orang yang melotot kan kedua mata nya karena tau siapa yang masuk ke dalam
Siapa lagi kalau bukan Alle dan Asisten nya berjalan di belakang nya
"Kenapa kau ada di sini?" ucap alwx tak percaya
"Nona alle di sini mewakili pemegang saham tertinggi setelah anda tuan, ini adalah bukti jika tuan Terry menunjuk nona Alle sebagai perwakilan" ucap seseorang yang di yakini sebagai asisten membagikan sebuah kertas
Alex menatap Alle tak percaya, sedangkan Alle memasang wajah datar tapi beda dalam hati nya yang merasa bersalah seolah ia menghianati nya
Ya Alle akhir nya memilih jalan menerima tawaran bukan tawaran lebih tepat nya pemaksaan karena Alle tak punya pilihan lain
"Saya tidak setuju dengan ucapan anda tuan Alex, karena anda sudah membuat perusahaan kita di ambang kehancuran, anda tidak bisa menyuruh seseorang pergi dari perusahaan ini, jika anda tidak sanggup mencari investor baru anda bisa mengundurkan diri dari jabatan CEO" ucap Alle dengan nada tegas menatap Alex
"Lebih baik kalian memilih tuan Terry untuk menggantikan CEO sekarang karena beliau sudah mendapatkan investor, yang dimana tinggal menunggu persetujuan kalian, jika kalian memilih beliau, beliau bisa membangkitkan perusahaan kita kembali seperti semula" ucap Alle menatap mereka satu persatu
Mereka berbisik-bisik kembali
"Tuan apa kita buka sekarang?" tanya asisten Ben
"Tunggu nanti dulu" ujar Alex mengangkat tangan kanan nya
"Kalau boleh tau siapa yang mau menjadi investor kita?" ucap Alex menatap Alle
Alle menatap orang di samping nya lalu orang itu kembali membagikan sebuah kertas
Hingga kertas itu sampai di tangan Alex, ia membaca nya lalu tersenyum smirk
"Tuan seperti nya ini sebuah jebakan" bisik asisten Ben
"Aku sudah tau mari kita lihat seberapa lama ia akan bertahan" gumam Alex
__ADS_1
"Dan juga saya rasa nona Alle di ancam oleh mereka tuan" bisik asisten Ben
"Kau benar" ujar Alex mengangguk paham
"Anda yakin dia mau menjadi investor kita?" ucap Alex tersenyum tipis menatap Alle
"Te tentu saja" gugup Alle karena ia tau bahwa semua itu hanya kebohongan belaka
"Baiklah, saya paham kita pikirkan ini baik-baik dan secara matang, kita akhiri rapat ini besok kita ambil suara tentang jabatan CEO" ucap Alex berdiri merapikan jas nya
Lalu berjalan berhenti di samping Alle
"Bisakah kita berbicara nona Alle?" ujar Alex tersenyum tipis
Alle menatap asisten nya, sang asisten menggeleng kepala takut jika Alle terprovokasi oleh Alex
"Maaf tuan saya masih ada keperluan lain" tolak Alle menggeleng kepala nya
"Baiklah tak apa" ucap alex meninggalkan ruang rapat di ikuti asisten Ben
Alle menatap punggung Alex yang semakin menghilang di balik pintu
"Mari nona, tuan Terry sudah menunggu anda" ucap asisten Alle
Alle mengangguk lalu ia juga pergi meninggalkan ruang rapat yang sudah tidak ada orang lain karena mereka semua sudah membubarkan diri masing-masing
"Suruh anak buah mu mengikuti Alle, tapi jangan sampai mencolok suruh mereka seperti orang yang hanya lalu lalang " ucap Alex ketika mereka ada di dalam lift
"Baik tuan" ucap asisten Ben
"Tuan?, apa anda rasa ini semua adalah ulah paman anda?" ucap asisten Ben hati-hati
"Siapa lagi kalau bukan dia yang sangat berambisi memiliki perusahaan ini" ucap Alex dingin
Ting
Pintu lift terbuka, mereka lalu keluar menuju ruangan Alex
Sedangkan di tempat lain beberapa orang tertawa puas akan terpojok Alex
"Hahah, kita tunggu saja besok pasti ia akan jatuh miskin" ucap nya
"Hahaha kau benar" ucap yang lain
Mereka tertawa bersama bersulang atas rencana nya yang akan berbuah manis
__ADS_1