Suami, One Day

Suami, One Day
Chapter 49


__ADS_3

Di bandara Soekarno-Hatta seorang pria dewasa memakai kacamata hitam nya paling bersinar di antara lain nya ia berjalan cepat menghindari melewati orang lalu lalang


Ia keluar dari Bandara langsung masuk ke dalam mobil yang sudah asisten Ben siap kan


Mobil itu langsung melesak ke jalan raya menuju ke suatu tempat, beberapa menit kemudian mobil berhenti di sebuah gedung menjulang tinggi


Yang orang lain bisa tebak jika itu sebuah apartemen, Alex pun mengerutkan keningnya kenapa dia di bawa kesini


Padahal ia sudah bilang menuju ke rumah sahabat Alle karena kemungkinan Alle tinggal di sana tapi kenapa malah ke sini, ia juga tidak memperhatikan sekitar ia terlalu larut menghubungi nomor Alle yang masih tidak aktif


"Kenapa kesini" ketus Alex


"Maaf tuan, tapi asisten Ben mengatakan mengantarkan tuan ke apartemen tuan lebih dulu untuk bersih-bersih dulu" ucap nya takut-takut karena melihat wajah Alex yang tak bersahabat


Lantas Alex mencium badan nya, masih wangi, bahkan aroma parfum nya masih ketara


Iya lah parfum mahal pasti tahan lama, long last Ting


"Jangan kemana-mana" ujar Alex yang pada akhirnya memutuskan untuk mandi karena ia juga belum mandi dari kemarin


Masa ketemu Alle dengan keadaan belum mandi, batin nya


Ia turun dari mobil lalu naik ke atas setelah supir itu memberikan Alex kartu akses untuk masuk ke dalam apartemen


Alex masuk ketika pintu apartemen sudah terbuka, ia melihat sekeliling ternyata semua sudah asisten Ben siap kan untuk nya sementara waktu


Ia langsung menuju ke kamar yang dekat dengan nya, ia tak mau membuang waktu lama-lama mencari Alle


Setelah beberapa menit, ia keluar kamar sudah memakai pakaian kasual, dari mana ia dapat baju padahal ia hanya membawa ponsel dan dompet saja


Tentu saja asisten Ben sudah siapkan semua pake komplit spesial pula pake telur


Alex menekan tombol lift untuk turun ke bawah ia berjalan dengan cepat menghampiri mobil yang menjemput nya tadi ia pun masuk ke dalam tanpa ba-bi-bu


Mobil itu pun melaju ke tempat sahabat Alle yang bernama Dira kata asisten Ben yang ia kirimkan lokasi Alle beberapa waktu lalu saat ia di dalam pesawat


Ngomong-ngomong soal asisten Ben ia akan membuat perhitungan dengan nya karena sudah mempermainkan nya menyuruh nya untuk naik pesawat umum


Padahal Alex sendiri yang mau malah nyalahin asisten Ben huh dasar


Mobil berhenti di sebuah rumah yang sederhana ia lalu berjalan ke arah pintu


Tok tok tok


Tak ada sahutan


Tok tok tok


Tok tok tok

__ADS_1


Lagi-lagi tak ada sahutan karena yang punya rumah tidak ada di rumah


Tok tok tok


Masih tak ada jawaban ia pun melihat ke dalam dari jendela kaca tapi tidak bisa karena terhalang tirai


Ia mengetuk lagi tapi juga tidak ada Jawaban sama sekali lantas ia pun menghubungi asisten Ben yang sudah terbang ke alam mimpi


"Hallo tuan, ada apa?" tanya asisten ben dengan suara serak nya


"Kenapa rumah yang kau bilang di tempati Alle tidak ada penghuninya" ucap Alex ia kesal seperti di permainkan oleh asisten nya


Asisten Ben menghela nafas berat ia melirik jam dinding yang masih larut malam di sana kemungkinan di tempat Alex sudah siang hari


"Tuan, mereka butuh uang untuk hidup" ucap asisten ben


Membuat Alex berdecak


"Langsung katakan dimana alamat nya tidak usah berbelit-belit" geram Alex


"Supir tuan kan tau, anda langsung katakan pada nya mau kemana, supir anda sudah tahu semua alamat yang anda butuhkan tuN" ucap asisten Ben memejamkan mata nya


Jujur ia masih lelah, ngantuk saat ini karena Alex meninggalkan pekerjaan yang begitu banyak


"Dasar tidak berguna" umpat Alex menutup ponselnya


"Tidak berguna tapi tuan membutuhkan saya" gumam asisten Ben ia melempar kan ponsel nya ke samping nya langsung melanjutkan tidur nya


Sedangkan Alex masuk ke dalam mobil dengan muka masam


Brak


Menutup pintu mobil dengan kasar sehingga membuat sang supir tergejolak kaget


"Kenapa kau tidak katakan dari tadi" bentak Alex


Sang supir mengerutkan keningnya tak paham


"Tidak bisa kah kau katakan lebih awal jika kau tau semua alamat yang di beri asisten Ben" ucap alex dengan dingin menatap tajam supir nya dari kaca spion


"Maaf tuan saya pikir anda ingin ke sini lebih dulu" ujar supir takut-takut


"Lalu tunggu apa lagi cepat jalan" bentak Alex


Sang supir ketakutan, dengan sekuat tenaga ia menjalan mobil nya


"Dasar" umpat Alex


Supir tak berani melihat Alex ia fokus ke arah depan, ia sudah merasa kan aura dalam mobil yang mencekam karena kemarahan Alex yang sudah Di ubun-ubun

__ADS_1


Setelah melewati Suasana yang mencekam mobil yang di tumpangi Alex berhenti di sebuah cafe


Ia langsung masuk ke dalam tanpa mengatakan sepatah kata pun, ia berjalan ke arah kasir langsung menanyakan keberadaan Dira


"Bisa bertemu dengan Dira" ujar Alex dengan ekspresi datar


Sang kasir menatap Alex ia seperti nya pernah melihat Alex tapi dimana pikir nya


Ia lalu memanggil kan Dira di belakang yang sedang istirahat


"Dir, ada yang nyariin kamu" ucap kasir itu


"Siapa? Alle?" tanya Dira berdiri dari duduknya


"Bukan" kasir itu menggeleng


Dira mengerutkan keningnya


"Lalu siapa?" ucap dira


"Enggak tau kayak nya aku pernah liat dia tapi aku lupa di mana" ucap kasir


"Laki-laki apa perempuan?" tanya Dira penasaran


"Laki-laki, tampan lagi" ucap kasir berbinar


"CK, siapa sih bikin penasaran aja" ucap dira


Ia bergegas keluar dari dapur diikuti oleh sang kasir, mereka menghampiri Alex yang masih setia menunggu di depan kasir


"Permisi, ada apa ya nyari saya" ucap dira pada Alex yang membelakangi nya


Lantas Alex berbalik ia melihat Dira dari atas sampai bawah


"Dira?" tanya Alex memastikan karena ia belum pernah bertemu dengan sahabat Alle


"Ya saya sendiri" ucap dira menunjuk diri sendiri


"Bisa kita bicara sebentar" ucap Alex


"emm" ragu Dira ia menoleh ke teman nya, sang teman nya mengangguk setuju


"Baiklah, tapi tidak di sini boleh ikut saya" ucap dira


Alex mengangguk setuju lalu Dira mengajak Alex ke atas dan masuk ke sebuah ruangan khusus


Mereka duduk berhadapan, sejak tadi Dira terus menyimpan berbagai pertanyaan di kepalanya


Siapa pria di depan nya, ia juga tidak asing melihat wajah pria di depan nya, seperti apa yang di bilang teman nya jika ia pernah melihat pria ini tapi di mana batin nya

__ADS_1


__ADS_2