
Di bandara Soekarno-Hatta seorang pria dewasa memakai kacamata hitam nya paling bersinar di antara lain nya ia berjalan cepat menghindari melewati orang lalu lalang
Ia keluar dari Bandara langsung masuk ke dalam mobil yang sudah asisten Ben siap kan
Mobil itu langsung melesak ke jalan raya menuju ke suatu tempat, beberapa menit kemudian mobil berhenti di sebuah gedung menjulang tinggi
Yang orang lain bisa tebak jika itu sebuah apartemen, Alex pun mengerutkan keningnya kenapa dia di bawa kesini
Padahal ia sudah bilang menuju ke rumah sahabat Alle karena kemungkinan Alle tinggal di sana tapi kenapa malah ke sini, ia juga tidak memperhatikan sekitar ia terlalu larut menghubungi nomor Alle yang masih tidak aktif
"Kenapa kesini" ketus Alex
"Maaf tuan, tapi asisten Ben mengatakan mengantarkan tuan ke apartemen tuan lebih dulu untuk bersih-bersih dulu" ucap nya takut-takut karena melihat wajah Alex yang tak bersahabat
Lantas Alex mencium badan nya, masih wangi, bahkan aroma parfum nya masih ketara
Iya lah parfum mahal pasti tahan lama, long last Ting
"Jangan kemana-mana" ujar Alex yang pada akhirnya memutuskan untuk mandi karena ia juga belum mandi dari kemarin
Masa ketemu Alle dengan keadaan belum mandi, batin nya
Ia turun dari mobil lalu naik ke atas setelah supir itu memberikan Alex kartu akses untuk masuk ke dalam apartemen
Alex masuk ketika pintu apartemen sudah terbuka, ia melihat sekeliling ternyata semua sudah asisten Ben siap kan untuk nya sementara waktu
Ia langsung menuju ke kamar yang dekat dengan nya, ia tak mau membuang waktu lama-lama mencari Alle
Setelah beberapa menit, ia keluar kamar sudah memakai pakaian kasual, dari mana ia dapat baju padahal ia hanya membawa ponsel dan dompet saja
Tentu saja asisten Ben sudah siapkan semua pake komplit spesial pula pake telur
Alex menekan tombol lift untuk turun ke bawah ia berjalan dengan cepat menghampiri mobil yang menjemput nya tadi ia pun masuk ke dalam tanpa ba-bi-bu
Mobil itu pun melaju ke tempat sahabat Alle yang bernama Dira kata asisten Ben yang ia kirimkan lokasi Alle beberapa waktu lalu saat ia di dalam pesawat
Ngomong-ngomong soal asisten Ben ia akan membuat perhitungan dengan nya karena sudah mempermainkan nya menyuruh nya untuk naik pesawat umum
Padahal Alex sendiri yang mau malah nyalahin asisten Ben huh dasar
Mobil berhenti di sebuah rumah yang sederhana ia lalu berjalan ke arah pintu
Tok tok tok
Tak ada sahutan
Tok tok tok
Tok tok tok
__ADS_1
Lagi-lagi tak ada sahutan karena yang punya rumah tidak ada di rumah
Tok tok tok
Masih tak ada jawaban ia pun melihat ke dalam dari jendela kaca tapi tidak bisa karena terhalang tirai
Ia mengetuk lagi tapi juga tidak ada Jawaban sama sekali lantas ia pun menghubungi asisten Ben yang sudah terbang ke alam mimpi
"Hallo tuan, ada apa?" tanya asisten ben dengan suara serak nya
"Kenapa rumah yang kau bilang di tempati Alle tidak ada penghuninya" ucap Alex ia kesal seperti di permainkan oleh asisten nya
Asisten Ben menghela nafas berat ia melirik jam dinding yang masih larut malam di sana kemungkinan di tempat Alex sudah siang hari
"Tuan, mereka butuh uang untuk hidup" ucap asisten ben
Membuat Alex berdecak
"Langsung katakan dimana alamat nya tidak usah berbelit-belit" geram Alex
"Supir tuan kan tau, anda langsung katakan pada nya mau kemana, supir anda sudah tahu semua alamat yang anda butuhkan tuN" ucap asisten Ben memejamkan mata nya
Jujur ia masih lelah, ngantuk saat ini karena Alex meninggalkan pekerjaan yang begitu banyak
"Dasar tidak berguna" umpat Alex menutup ponselnya
"Tidak berguna tapi tuan membutuhkan saya" gumam asisten Ben ia melempar kan ponsel nya ke samping nya langsung melanjutkan tidur nya
Sedangkan Alex masuk ke dalam mobil dengan muka masam
Brak
Menutup pintu mobil dengan kasar sehingga membuat sang supir tergejolak kaget
"Kenapa kau tidak katakan dari tadi" bentak Alex
Sang supir mengerutkan keningnya tak paham
"Tidak bisa kah kau katakan lebih awal jika kau tau semua alamat yang di beri asisten Ben" ucap alex dengan dingin menatap tajam supir nya dari kaca spion
"Maaf tuan saya pikir anda ingin ke sini lebih dulu" ujar supir takut-takut
"Lalu tunggu apa lagi cepat jalan" bentak Alex
Sang supir ketakutan, dengan sekuat tenaga ia menjalan mobil nya
"Dasar" umpat Alex
Supir tak berani melihat Alex ia fokus ke arah depan, ia sudah merasa kan aura dalam mobil yang mencekam karena kemarahan Alex yang sudah Di ubun-ubun
__ADS_1
Setelah melewati Suasana yang mencekam mobil yang di tumpangi Alex berhenti di sebuah cafe
Ia langsung masuk ke dalam tanpa mengatakan sepatah kata pun, ia berjalan ke arah kasir langsung menanyakan keberadaan Dira
"Bisa bertemu dengan Dira" ujar Alex dengan ekspresi datar
Sang kasir menatap Alex ia seperti nya pernah melihat Alex tapi dimana pikir nya
Ia lalu memanggil kan Dira di belakang yang sedang istirahat
"Dir, ada yang nyariin kamu" ucap kasir itu
"Siapa? Alle?" tanya Dira berdiri dari duduknya
"Bukan" kasir itu menggeleng
Dira mengerutkan keningnya
"Lalu siapa?" ucap dira
"Enggak tau kayak nya aku pernah liat dia tapi aku lupa di mana" ucap kasir
"Laki-laki apa perempuan?" tanya Dira penasaran
"Laki-laki, tampan lagi" ucap kasir berbinar
"CK, siapa sih bikin penasaran aja" ucap dira
Ia bergegas keluar dari dapur diikuti oleh sang kasir, mereka menghampiri Alex yang masih setia menunggu di depan kasir
"Permisi, ada apa ya nyari saya" ucap dira pada Alex yang membelakangi nya
Lantas Alex berbalik ia melihat Dira dari atas sampai bawah
"Dira?" tanya Alex memastikan karena ia belum pernah bertemu dengan sahabat Alle
"Ya saya sendiri" ucap dira menunjuk diri sendiri
"Bisa kita bicara sebentar" ucap Alex
"emm" ragu Dira ia menoleh ke teman nya, sang teman nya mengangguk setuju
"Baiklah, tapi tidak di sini boleh ikut saya" ucap dira
Alex mengangguk setuju lalu Dira mengajak Alex ke atas dan masuk ke sebuah ruangan khusus
Mereka duduk berhadapan, sejak tadi Dira terus menyimpan berbagai pertanyaan di kepalanya
Siapa pria di depan nya, ia juga tidak asing melihat wajah pria di depan nya, seperti apa yang di bilang teman nya jika ia pernah melihat pria ini tapi di mana batin nya
__ADS_1