
"Maaf tuan Hutapea membuat anda menunggu lama" ucap Alex tak enak hati
"Tidak apa-apa orang seperti mereka harus di beri pelajaran yang setimpal" ucap tuan Hutapea
"Pasti kalau itu" ucap Alex mengangguk pasti
Tuan Hutapea menatap alle kemudian menatap Alex
"Bukan kah dia sebagian dari mereka?" tanya tuan Hutapea
"Benar tuan tapi dia hanya perantara saja, dia tidak bersalah" ucap alex tersenyum menatap Alle
Alle hanya menunduk
"Pasti berat untuk mu" ucap tuan Hutapea menatap alle
Alle mengangkat wajah nya tak paham ia menoleh ke arah Alex
"Tanpa dia tahu duduk permasalahan ia sudah paham alur nya sayang" ucap Alex tersenyum tipis
Wajah Alle bagai kepiting rebus yang merah merona, ia malu karena Alex memanggil nya sayang di depan orang lain
"Malu Alex" bisik Alle menarik ujung jas Alex
Uh jadi menggemaskan kalau malu begini begitu lah batin Alex
"Haahah tidak usah malu maklum anak muda" ucap tuan Hutapea
Wajah Alle semakin merah saja
"Maaf tuan seperti nya saya harus mengantar nya ke tempat lain" ucap Alex
"Ya, ya tidak apa-apa" ucap tuan Hutapea
Alex mengajak Alle ke ruang pribadi nya selesai dengan Alle, Alex kembali menghampiri tuan Hutapea mereka lalu membahas kelanjutan kerjasama mereka
Selesai membahas pekerjaan Alex kembali ke ruang pribadi nya Setelah mengantarkan tuan Hutapea
"Ternyata tidur dia" ucap Alex masuk ke ruang pribadi nya ia melihat Alle tidur dengan lelap nya ia tersenyum lalu ikut berbaring memeluk Alle
Sore hari Alex mendengar suara ketukan pintu, ia pun membuka matanya ia melihat ke samping
Ternyata Alle masih tidur dengan memeluk diri nya,ia tersenyum lalu turun dengan perlahan setelah memindah tangan Alle pelan-pelan
Ia keluar ternyata sudah ada asisten Ben yang menunggu
"Ada apa?" tanya nya sambil menuju meja kerja nya
"Maaf tuan mengganggu saya mau melaporkan keadaan perusahaan, sekarang perusahaan sudah membaik bahkan sekarang banyak perusahaan lain yang mau mengajukan kerjasama dengan perusahaan kita tuan" ucap asisten Ben meletakkan beberapa map di depan alex
__ADS_1
"Bagus, bagaimana dengan para tikus tikus itu?" tanya Alex melihat map itu
"Mereka sudah di beres kan tuan, untuk beberapa waktu kedepan dan mungkin seterusnya mereka tidak akan mengganggu" ucap asisten Ben
"Hem" Alex mengangguk paham ia menutup map itu lalu menatap asisten Ben
"Terima kerjasama mereka tapi sebelum itu cari dulu informasi perusahaan itu jangan sampai mereka melakukan kecurangan" ucap Alex
"Baik tuan" ucap asisten Ben mengangguk
"Kau boleh pergi" ucap Alex mengibas kan tangan nya
"Kalau begitu saya permisi tuan" ucap asisten Ben membungkuk kan badan nya
"Tunggu" ucap Alex ketika asisten Ben hendak meraih gagang pintu
"Ada perlu lagi tuan?" tanya asisten Ben berbalik menghadap Alex
"Pesan kan restoran bintang lima, siap kan dengan seromantis mungkin" ucap Alex menatap asisten Ben
Asisten Ben tersenyum mengangguk
"Itu saja" ucap Alex
"Baik tuan permisi" ucap asisten Ben tapi ia masih diam wajah nya menunjuk kan rasa gelisah
"Ada yang ingin kau bicarakan asisten Ben?* tanya Alex menatap asisten Ben yang berdiri mematung
"Saya permisi tuan" ucap asisten Ben benar-benar pergi meninggalkan Alex di ruangan nya
"Mungkin dia lelah" gumam Alex menatap pintu yang tertutup rapat
Alex kembali melanjutkan pekerjaan nya sambil menunggu Alle bangun, hingga saat malam tiba Alle baru bangun dari tidur nya ia lantas keluar mencari Alex
"Alex" panggil Alle
Alex yang semula menunduk menatap dokumen di depan nya kini menoleh ke asal suara lalu tersenyum lebar
"Kau sudah bangun sayang" ucap Alex menghampiri Alle mengajak nya duduk di sofa
"Hem" Alle mengangguk
"Aku lapar" ucap Alle mengelus perut rata nya
"Bagaimana tidak lapar kamu tidur seperti orang pingsan saja" ucap Alex terkekeh mencolek hidung Alle
"Hehehe" Alle hanya menyengir saja memperlihatkan gigi rata dan putih nya
"Ya sudah kamu siap siap dulu mandi yang wangi, dan jangan lupa dandan yang cantik" ucap Alex tersenyum lebar
__ADS_1
"Emang kenapa harus dandan orang cuma mau makan" tanya Alle memasang wajah bingung
"Sudah turuti saja, dan bawa ini" ucap Alex memberikan sebuah paper yang tergeletak di samping meja kerja nya
"Apa ini?" tanya Alle
"Sudah jangan banyak tanya, bersih kan saja badan mu nanti juga kau tau" ucap Alex mendorong pelan badan Alle ke dalam kamar pribadi nya
Dengan wajah bingung Alle hanya menuruti saja ia masuk ke dalam lalu membersihkan diri
Satu jam kemudian Alle keluar dari ruang pribadi Alex
Alex yang melihat penampilan Alle sangat terpesona penampilan Alle yang menggunakan gaun berwarna krem lengan panjang dan panjang sedikit di atas lutut terbuat dari bahan brokat Lace dari atas sampai bawah
"Cantik sekali" puji Alex menghampiri Alle
"Terima kasih" ucap Alle tersipu malu mendengar pujian Alex
"Tapi aku tidak suka gaun mu kurang panjang" ucap Alex sedikit tak suka melihat gaun Alle bagian bawah
"Ya kalau mau nanti aku pakai yang panjang segini" ucap Alle menunjuk paha nya
Yang benar saja ini kurang panjang ini masih mending cuma sedikit di atas lutut dari pada di bawah pantat batin Alle
"Jangan" ucap Alex menggeleng cepat
Ia tak mau melihat Alle keluar menggunakan pakaian kurang bahan, ini saja ia tidak mau memperlihatkan kaki jenjang Alle yang terbuka
"Maka nya diam ayo kita berangkat aku sudah sangat lapar" ucap Alle memelas
Mau tak mau Alle mengangguk patuh, mereka lalu keluar dari ruangan Alex
Ting
Mereka keluar menuju mobil yang sudah terparkir rapi di depan pintu mereka langsung masuk ke dalam
Setelah itu mobil yang mereka tumpangi melaju menuju tujuan dengan sopir yang mengemudi dan Alex dan Alle yang menumpang
Tanpa di beritahu sang supir sudah tau kemana arah tujuan nya sesuai instruksi asisten Ben tadi sore
Sampai di restoran itu cukup sepi hanya beberapa mobil yang terparkir di depan restoran
Mereka lalu turun dari mobil lalu masuk ke dalam, sampai di dalam mereka menjadi pusat perhatian karena penampilan mereka yang memukau apalagi Alle yang terlihat sangat cantik
Alex yang melihat nya itu pun tak suka
"Aku ingin membungkus mu dari atas sampai bawah, aku tak tahan melihat mata para lelaki itu memandang mu" bisik Alex
Alle hanya menggeleng kepala nya sambil berpikir
__ADS_1
Sungguh posesif