Suami, One Day

Suami, One Day
Chapter 15


__ADS_3

"Kita sekarang sudah sampai barang kalian nanti akan di urus orang kami kalian hanya perlu bawa barang berharga kalian, kita sekarang akan langsung menuju kantor cabang hari ini kita akan mengenal kan seluk beluk kantor cabang" ujar seseorang


"Agar kalian besok bisa langsung bekerja" imbuh nya


Mereka sekarang sudah sampai di Belanda tepat setelah turun dari pesawat Mereka sudah di sambut oleh dua orang pria berpakaian rapi mereka adalah orang kepercayaan kantor cabang


Mereka akan membawa Alle dan teman teman nya mengenali lingkungan kantor agar mereka bisa mengerjakan pekerjaan tanpa ada kendala belum tau lingkungan sekitar


Mereka lalu masuk ke dalam mobil menuju ke kantor cabang


Sampai di sana mereka langsung di perkenalkan seluk beluk kantor cabang hingga tak berapa lama mereka selesai mengenali tata letak kantor nya


Mereka lalu beristirahat di hotel tempat mereka akan menginap begitu pun alle


"Huh capek nya" ucap nya ia merebahkan diri di atas kasur hotel tak lam ia terlelap karena memang ia sudah capek


Pagi hari Alle terbangun ia merenggang kan otot-otot nya ia lalu melihat jam di ponsel nya


"Masih pagi untuk berangkat ke kantor" ujar nya


Ia pun bangkit lalu mengambil baju handuk dalam koper nya yang belum sempat ia keluar kan


"Mandi sekarang aja sekalian cari makan, sambil cari Apartemen" gumam Alle


Ia lalu masuk ke dalam kamar mandi membersihkan diri, beberapa menit kemudian Alle keluar sudah menggunakan pakaian formal nya


Ia berhias diri merapikan tubuhnya dari ujung rambut hingga ujung kepala setelah itu ia keluar kamar tak lupa ia membawa tas dan ponsel nya


Alle berjalan kaki menuju kantor nya ia sengaja berjalan kaki sekalian menengok jalan atau mencari apartemen untuk tempat tinggal nya nanti


"Banyak juga ya si sekitar sini apartemen nya, tapi aku tak tau harga nya" ujar nya menatap nomer ponsel yang ia pegang nya


Setelah ia berjalan cukup lama dan menemukan beberapa apartemen yang di sewakan Alle berhenti di sebuah kedai penjual roti bakar ia duduk di sana sambil memesan makan


"Sebaik nya aku berangkat sekarang saja, jalan kaki lah Deket kok" ujar nya menatap gedung menjulang tinggi beberapa meter di depan nya


Alle berjalan kaki menuju kantor nya tak lupa ia membayar makanan yang ia pesan


Tak berapa lama Alle sampai di sana ia langsung masuk ke dalam ruangan nya dan mulai bekerja karena kantor cabang baru peresmian Beberapa Waktu lalu maka hari ini alle dan teman-temannya sibuk mengurus berkas-berkas

__ADS_1


Di lain tempat Alex sedang duduk di dalam mobil yang berjalan menuju kantor nya ia menatap ke luar jendela


Entah kenapa sosok Alle terlintas di pikiran nya


"Kenapa dia muncul di pikiran ku" ujar Alex pelan


"Apa tuan perlu sesuatu?" tanya asisten Ben mendengar gumaman Alex tapi tidak jelas


"Tidak" ucap Alex


"Baik tuan" ucap asisten Ben berbalik ke depan yang tadi ia sempat menoleh ke arah Alex


"Apa kau sudah menghapus jejak kita dan wanita itu?" tanya Alex


"Wanita?" gumam asisten Ben tak tau wanita mana yang di maksud Alex


"Ck, apa kau sudah pikun asisten Ben" kesal Alex karena melihat asisten Ben yang tak ada respon


"Maaf tuan saya lupa wanita mana yang tuan maksud?" jujur asisten ben


"Emang wanita mana saja yang pernah berhubungan dengan ku" ketus Alex menatap tajam asisten Ben


"Ada Cindy, Bella, Shofie, Monika, Clara, Debora -" ujar asisten Ben mengucapkan wanita yang pernah dekat dengan Alex


"Maaf tuan" ucap asisten Ben


(Tadi kan tuan bertanya wanita mana saja, aku sebutkan mereka tuan malah marah-marah ke saya emang aku salah apa?) batin asisten Ben dengan muka bingung nya


"Sudah lah" ucap Alex niat ingin bertanya tentang alle malas ia di buat kesal dengan asisten Ben mood nya benar-benar kesal pagi ini


Mobil Alex pun berhenti di depan Kantor nya, Alex langsung turun tanpa menunggu asisten Ben membuka pintu nya


Ia sudah kesal mendengar ucapan asisten Ben apalagi melihat wajahnya mungkin ia bertambah kesal


Brak


Pintu mobil tertutup dengan kasar asisten Ben yang berdiri di samping mobil pun mengelus dada nya


"Ya Tuhan apa salah saya, kenapa tuan marah" ucap nya menatap Alex yang sudah masuk duluan

__ADS_1


"Semoga tuan tidak mengamuk saja" ucap nya menggeleng kepala nya lalu menyusul Alex ke dalam


"Kau yang ada di samping aja ngelus dada apalagi saya yang di dalam mobil Asisten Ben" ucap sang sopir nya yang sedari tadi hanya diam


"Lama-lama saya bisa jantungan kalau begini" ucap nya lalu memakirkan mobil nya


Di tempat berbeda pula seorang pria paruh baya sedang emosi lantaran apa yang ia dapat kan tak sesuai kenyataan


"Bagaimana bisa kau berikan informasi palsu hah" bentak nya sambil memegang benda pipih di telinga nya


"Apa kau tak mau bekerja lagi dengan ku, apa uang yang aku berikan kurang hah" bentak nya


"Tidak tuan" ucap sebrang sana dengan nada takut-takut


"Lalu Apa yang berikan semuanya palsu" teriak nya


"Maaf tuan tapi mereka memang pandai memanipulasi data tuan" ujar nya


"Halah, bilang aja kalian Bekerja tidak becus" umpat nya lalu mematikan sambungan telepon nya tanpa mendengar kan jawaban di sebrang sana


Ia menatap ke luar jendela nafas nya memburu naik turun, wajahnya merah semua bagai kepiting rebus tangan nya terkepal erat


Ia bukan terkena alergi atau apa melainkan ia marah yang sudah mencapai ubun-ubun


Orang yang ia cari, yang ia pantau selama beberapa bulan ini ternyata bukan fakta yang ia dapat tapi manipulatif yang ia peroleh


Ia baru tau saat tak sengaja salah satu dewan direksi sedang berbicara masalah kantor pusat yang berpindah negara


Ia mendengar nya pun langsung bergegas kembali ke rumah nya dan menghubungi anak buah nya meminta informasi yag akurat


Setelah menghubungi anak buahnya menang benar Kantor pusat berpindah negara tanpa sepengetahuan dirinya ia pun marah bukan main


Kenapa sampai bisa ia kecolongan oleh bocah tengik itu batin nya


"Tak akan ku biarkan kamu mengambil semua harta warisan tua Bangka itu" ucap nya menatap nyalang ke luar jendela


"Aaakkkk" teriak nya


"Semua harta itu milik ku, hahaha" teriak nya lalu tertawa lebar bak orang gila yang mendapat kan mainan baru

__ADS_1


Hallo readers maaf, author baru bisa up, author baru sembuh dari sakit beberapa hari lalu


Untuk reader jangan lupa jaga kesehatan ya, terimakasih yang sudah menunggu cerita author


__ADS_2