
Hari sudah mulai petang cafe tempat Dira bekerja pun sudah tutup ia juga sudah dalam perjalanan pulang
Di sepanjang jalan ia terus berbicara sendiri bukan jalan lebih tepat nya ia menaiki angkutan umum, kadang ia mengetuk kepala nya sendiri raut wajah pun berubah-ubah kadang kesel kadang marah tapi yang sering jelas terlihat adalah raut marah
Seperti ia sedang mengutuk seseorang tapi entah siapa hanya dia yang tau, untung saja di sekitar nya hanya mengangkat bahu nya acuh Walau ada beberapa yang menatap aneh Dira
Sampai lah ia di tempat tujuan ia turun lalu berjalan ke arah rumah, ia berjalan seperti biasa tanpa curiga ada sebuah mobil yang mengikuti nya
Sampai di depan pintu ia langsung membuka kunci pintu ia masuk ke dalam
Tapi ketika ia hendak menutup pintu ia di kejutkan oleh sosok yang tadi mencari nya di cafe
Ya Alex mengikuti Dira sampai di rumah nya
"Kau, kenapa kau ada di sini" kejut Dira membulatkan matanya
"Mana Alle" ucap Alex menahan pintu rumah Dira
"Tidak ada" ucap dira menggeleng kepala nya
(Aduh aku lupa hubungi Alle, aku harap dia gak pulang saat ini) batin Dira
Memang ia akan menghubungi Alle saat selesai bekerja tapi siapa sangka ia malah lupa karena banyak nya pengunjung
Di tambah lagi ia asyik mengumpat sendiri di dalam angkutan umum sampai lupa hal ini
"Jangan coba-coba berbohong kamu" ucap Alex tak yakin
"Saya tak bohong. beneran, lihat rumah aja baru saja buka kunci nya" sangkal nya ia harap itu semua benar
Karena kenyataannya Alle memegang kunci cadangan, kadang jika Alle di rumah ia juga mengunci pintu rumah
Tapi sekali lagi ekspetasi tak sesuai realita, terlihat Alle sedang berjalan sambil bersenandung kecil tak memperhatikan situasi
Dira yang melihat nya pun memberi kode pada Alle agar tak menghampiri mereka
Dan sekuat tenaga ia mencegah Alex menengok ke belakang karena posisi nya Alex membelakangi Alle
"Lalu di mana dia" ucap Alex menatap Dira yang tadi sempat melihat kunci rumah Dira
"Saya tidak tahu, ah nyamuk nya banyak sekali" ucap nya mengibas-ibaskan tangan nya sambil tersenyum absurd
Ia mengode Alle agar pergi tapi Alle mengendik kan bahu nya terus berjalan menghampiri mereka
"Nyamuk?" ucap Alex mengerutkan keningnya
"Iya nyamuk, nyamuknya gak peka" ucap sedikit menaikkan suara nada nya
__ADS_1
Alle malah menyengir mendengar suara Dira ia pikir laki-laki yang ada di hadapan Dira adalah kekasih Dira
Makanya ia cuek saja tak peka akan kode Dira sekali lagi tidak PEKA
Alex mengerutkan kening nya melihat tingkah Dira yang selalu melirik ke arah belakang nya
Ia merasa ada sesuatu yang tidak beres di belakang nya sontak ia pun menoleh
Dan benar saja orang yang selama ini ia cari ada di belakang nya, dengan wajah lega dan bahagia ia tersenyum mendekati Alle dengan cepat
Sedang kan alle yang terkejut dengan kedatangan Alex ia menjadi kaku mata nya membola sempurna
Tubuh nya menambah tegang ketika Alex memeluk nya dengan erat ia juga tak membalas pelukan Alex bahkan berkata pun ia tak bisa
Hingga suara Alex pun menyadarkan lamunan nya
"Sayang Aku kangen dengan mu" ucap Alex semakin mengeratkan pelukan nya
"Lepas" ucap Alle memberontak sekuat tenaga ia melepaskan pelukan Alex tapi usaha nya sia-sia karena tenaga nya kalah jauh dari Alex
"Sayang" lirih Alex
Mulut nya terasa kelu mengucap nya tapi sebisa mungkin ia akan katakan pada Alle
Ia ingin semua jelas, tak ada yang mengganjal dalam hati nya
"Lepas kan Alex" ucap Alle masih memberontak
"Tak perlu di jelaskan semua sudah jelas" ucap Alle dengan nada tinggi
"Tidak, kau salah paham sayang dengar kan aku dulu" ucap Alex menggeleng cepat
"Lepas Alex, lepas atau aku teriak" ancam Alle
Tapi itu tak membuat Alex melepaskan pelukan nya, malah ia membalik mengancam Alle
"Teriak saja, atau aku buat hidup sahabat mu menderita sayang" ujar Alex
Sebenarnya ia tak mau mengancam Alle tapi mau bagaimana lagi ia ingin semua ini lurus
Alle melihat sahabat nya yang masih tetap diam di depan pintu memandangi nya tak membantu nya melepaskan dari pelukan Alex
Bukan tak ingin hanya saja ia tak bisa karena jujur saya Dira takut dengan wajah marah Alex, sungguh menyeramkan lebih baik dia tetap di sana menunggu pintu nanti kalau Alle bisa lepas dari Alex ia akan membuka pintu lebar lalu menutup dan mengunci nya ketika Alle sudah masuk ke dalam
"Ikut lah dengan ku sebentar saja, aku akan menjelaskan semua nya pada mu" ucap Alex
Mau tak mau Alle mengangguk menyetujui ajakan Alex ia tak mau melihat wajah sahabat nya menderita karena nya
__ADS_1
"Baiklah" ucap Alle mengangguk
Alex tersenyum lebar ia lalu menggandeng tangan Alle dengan erat menuju mobil nya
Di langkah Alle menuju mobil ia menatap sahabat ia mengatakan akan baik-baik saja
Dengan perasaan tak tenang Dira mengangguk setuju ia hanya berdoa dalam hati agar Alle baik-baik saja
Di dalam mobil Alex menyuruh sopir nya menuju sebuah pantai, ia ingin berbicara dengan Alle di pantai agar lebih tenang mendengar suara ombak pantai
Beberapa saat mereka telah sampai di pantai, yang terlihat sepi karena memang ini bukan weekend, Alex pun turun terus menggenggam tangan Alle dengan erat tak ingin melepas kan barang sedetik pun
"Duduk lah" titah Alex menyuruh Alle duduk di sebuah bangku di bawah pohon yang rindang
Alle tak menjawab ia hanya duduk diam di sana sedangkan ia menatap tajam tangan nya yang di genggam Alex
Mau tak mau Alex melepaskan tangan nya ia pun duduk di samping Alle, melihat itu Alle berangsur menjauhi Alex
Alex hanya menghela nafas panjang ia menatap Alle hanya satu yang ia rasakan saat ini yaitu amat sangat rindu
"Jika tidak ada yang kamu katakan aku pergi" ujar Alle karena Alex tak mengatakan apapun hanya memandangi nya
"Jangan pergi" cegah Alex
Ia menghela nafas panjang sebelum menceritakan semua nya, ia lalu mengatakan semua nya tanpa ada yang di tutup tutupi
Menceritakan tentang dia yang memiliki hubungan dengan Nathalia dan Alle, mengatakan alasan saat ia meninggal Alle ketika liburan
"Kau egois" bentak Alle menatap tajam Alex
"Ya aku tau aku egois tapi tidak mau kehilangan kamu sayang, maaf kan aku" ucap Alex memelas
"Aku tidak peduli, sekarang lebih baik kau pergi dari kehidupan ku jangan pernah kau usik kehidupan ku lagi, anggap saja kita tidak pernah saling kenal" sinis Alle berdiri
"Dan satu mulai detik hubungan kita berakhir" ucap Alle penuh penekanan
Ia berbalik melangkah meninggalkan Alex
"Tunggu sayang kau tidak boleh begitu" ucap Alex menggeleng menahan tangan Alle
"Lepas" sentak Alle tapi Alex enggan melepas nya
"Tidak, aku tidak mau kehilangan kamu sayang" ucap Alex
Alle hendak berbicara tapi terdengar dering ponsel milik Alex, Alex pun membiarkan nya
"Please kita baikan ya" ucap Alex memohon
__ADS_1
"Tidak akan" ketus Alle berusaha melepaskan tangan nya
Lagi-lagi telepon itu mengganggu Alex ketika hendak berbicara ia pun merogoh saku nya dan menekan tombol hijau