
"Kenapa kau ada di sini?" tanya Alle ketika menjumpai Alex yang berada di depan kantor nya
Bersandar di samping mobil melipat kedua tangan nya di depan dada
"Kejutan" ucap Alex tersenyum lebar
"Kenapa kau di sini bagaimana dengan pekerjaan mu di sana?, apa tidak apa-apa kau tinggal lagi, bagai mana dengan asisten Ben" ucap Alle memberondong pertanyaan pada Alex
"Aduh, satu satu tanya nya sayang aku bingung mau jawab nya" ujar Alex mengorek telinga nya
"Jawab dulu" ucap Alle
"Iya iya, semua tidak baik baik saja" ucap Alex
"Apa kamu bilang" kaget Alle melototi Alex
"Ya maka dari itu aku ke sini menemui mu" ucap Alex cengengesan
"Apa hubungannya dengan ku Alex, kau meninggal kan perusahaan mu" kesal Alle meninju perut Alex
"Aduh sayang sakit" Ringis Alex padahal mah tidak sakit
"Sakit apa, malah tangan ku yang sakit" ucap Alle pelan di akhir kalimat
(Bagaimana tidak sakit perut keras begitu) batin Alle menatap tajam Alex
"Hehe, ya sudah nanti aku jelas kan sekarang kita ke rumah teman kamu saja" Ajak Alex menggandeng tangan Alle masuk ke dalam mobil
"Ngapain ke rumah Dira?" ucap Alle heran
"Maksud ku ke kosan kamu" ralat Alex
"CK" decak Alle menggeser badan nya ketika Alex akan masuk ke dalam mobil
Brak
Alex menutup pintu mobil lalu mobil itu melaju meninggalkan kantor Alle
Di sepanjang jalan Alex menceritakan semua maksud kedatangan Alex menemui Alle
Alle yang mendengar nya pun kaget setahu nya ia menjalin hubungan dengan Alex itu backstreet tidak ada orang yang tau
Tapi kenapa ada berita seperti itu batin nya
"Lalu bagaimana dengan pekerjaan ku Alex, aku juga baru bekerja di sana" ucap alle mendengus
"Aku sudah meminta ijin pada atasan mu" ucap Alex dengan enteng
"Apa" kejut Alle tak percaya
"Kalau tidak percaya buka saja email kamu" ucap Alex
Lantas Alle membuka email nya ternyata benar Alle mendapatkan surat cuti beberapa hari ia pun menatap Alex tak percaya
"Alex" kesal nya
__ADS_1
"Ayolah sayang please" ucap Alex memohon
"Tapi aku takut Alex, aku takut" ucap alle menunduk
Sejujurnya dalam hati ia takut, takut akan pandangan orang-orang yang mengira ia merusak hubungan orang lain
Padahal kejadian yang sebenarnya ia tidak tau apa-apa
"Tidak apa-apa, jangan perduli kan orang lain, jika ada yang menghina mu nanti aku habisi dia" ucap Alex
"Tapi" ragu Alle
"Tidak ada tapi tapian sayang, percaya padaku semua akan baik-baik saja, aku jamin itu" ucap Alex menyakin kan Alle
"Bagiamana dengan Nathalia?" tanya Alle
"Aku sudah tidak perduli dengan nya, yang ku peduli kan hanya diri mu, diri mu yang membuat aku tak bisa hidup tanpa mu" ucap Alex
"Bahkan jika kau menyuruhku menguras air laut menggunakan sendok nasi akan ku lakukan agar kau tak pergi dari ku sayang" ucap Alex menggenggam kedua tangan Alle sambil memandang Alle dengan penuh cinta
"Cih" decih Alle memutar bola mata nya malas
"Kan benar apa kataku sayang" ucap Alex menyenderkan kepalanya di bahu Alle
"Ya tapi gak usah terlalu tinggi khayalan nya Alex" ucap Alle
Satu dua tiga detik tak mendengar sahutan Alex Alle menoleh menatap Alex ternyata Alex tertidur di bahu nya
Ia pun tersenyum tipis mengusap pipi Alex lalu mengalihkan pandangannya ke arah luar jendela mobil
Ia melihat ke arah Alex yang masih tertidur dengan tenang bahkan nyaman dalam bahu nya
"Kau boleh keluar dulu pak, biar dia tidur sebentar lagi" ucap Alle pada supir yang masih setia menunggu mereka
"Tapi non kata asisten Ben waktu mereka tidak banyak, jadi mau tidak mau saya harus membangun kan tuan Alex" ucap supir segan Merasa tak enak hati harus membangun kan Alex
Apalagi melihat wajah Alex yang lelah seperti itu sungguh ia tidak tega tapi mau bagaimana lagi asisten Ben juga mewanti wanti agar tuan nya tidak asyik memadu kasih sehingga lupa akan tujuan nya
"Memang kapan di adakan konferensi pers nya" tanya Alle
"Kurang lebih satu hari nona" ucap supir nya
"Hah, baiklah aku bangun kan dia" ucap Alle
"Alex bangun kita sudah sampai di kosan ku" ucap Alle menepuk pipi Alex pelan
"Alex" panggil Alle ia menggoyang kan bahu nya
Sehingga Alex yang tidur lelap terusik ketika kepala nya bergerak mengikuti bahu Alle yang bergerak
"Kita sudah sampai" tanya Alex
"Ya sudah sampai" ucap Alle mengangguk
"Maaf kan aku karena tertidur lama" ucap Alex menatap Alle merasa bersalah
__ADS_1
"Pasti bahu pegal kan" ucap Alex melihat bahu Alle
"Tidak ayo kita masuk ke dalam kos ku, kita harus siap-siap" ucap Alle keluar dari mobil di ikuti Alex di belakang nya
"Kamar mu ada di mana?" tanya Alex melihat deretan kamar berjejer rapi
Alle tak menjawab ia mengerutkan kening nya ketika melihat sesosok wanita duduk di depan pintu nya
"Dira?" panggil Alle menghampiri Dira yang belum mengetahui keberadaan nya
"Alle, aduh kau lambat sekali" ucap dira berdiri dari duduk nya
"Kau sejak kapan di sini?" tanya Alle
"Hehehe 15 menit yang lalu" cengir Dira yang belum menyadari keberadaan Alex
"Kenapa tidak bilang dulu kalau mau kesini, kalau aku lembur bagaimana" ucap Alle menggeleng kepala nya
Hehehe, aku yakin pasti kau tidak lembur hari ini" ucap dira percaya diri
"Emang kamu kamu cenayang tau segala nya" ucap alle
"Sayang jagan ngobrol terus kita harus kejar waktu " ucap Alex melihat jam tangan nya
"Siapa suruh datang mendadak " ucap Alle membuka pintu nya
"Sejak kapan dia di sini?" tanya Dira yang baru menyadari keberadaan Alex
"Baru saja" ucap Alle menatap Dira
"Lalu kenapa dia ada di sini" tanya Dira
"Sayang cepat" teriak Alex yang sudah ada di dalam kosan Alle
"Iya" balas Alle
"Nanti aku ceritakan " ucap Alle pada Dira
Dira hanya memandang Alle lalu mengikuti Alle masuk ke dalam
"Lama amat sih sayang, mana koper mu" tanya Alex
"Ya sebentar aku ambil dulu" ucap Alle
"Kau tunjukkan saja di mana koper nya kamu beres kan pakaian mu" ucap Alex
"Kau mau pergi lagi Alle?" kejut Dira
"Ya hanya beberapa hari saja " ucap Alle tersenyum tipis menggaruk kepalanya
"Dimana?" tanya Alex ketika Dira hendak bicara lagi
"Di sana" ucap alle menunjuk laci di bawah tangga
Alex bergegas mengambil koper nya dan Alle naik ke atas di ikuti Dira merapikan baju nya yang akan ia bawa
__ADS_1