
Satu bulan berlalu
Alle menjalankan aktivitas nya seperti biasa, lingkungan baru, teman baru pun Alle sudah beradaptasi termasuk kehadiran Alex yang kini sudah tidak ada
Ia pun sudah terbiasa juga, tapi tak hayal ia juga merindukan sosok Alex kehadiran nya selama seminggu mengikuti nya kemanapun ia pergi membuat nya ia sulit menghilangkan rasa rindu nya
Satu bulan ini ia juga jarang bertemu dengan Dira mereka berdua sama-sama sibuk cafe Dira tempat dira bekerja juga semakin hari semakin ramai
Sedang kan Alle sendiri ia sibuk dengan komputer nya kebiasaan saat di Belanda ia bawa sampai ke Indonesia
"Hay Al, lembur lagi?" ucap teman Alle menghampiri nya
"Iya" ucap Alle tersenyum lebar
"Dari masuk pertama kerja kamu lembur terus gak capek apa?" tanya nya
"Enggak sudah biasa aku" ucap Alle menggeleng
"Kebiasaan dari dulu ya" ucap teman Alle
"Hehe" cengir Alle
"Ya udah deh aku duluan ya, udah di tunggu doi, ingat ini malam Minggu stop lembur nya, cari pasangan sana" ucap nya terkekeh
"Ya nanti juga Ada sendiri" ucap Alle tersenyum lebar
"Oke-oke semangat cari pasangan nya" ucap teman Alle tertawa
Alle hanya menggeleng kepala nya melihat teman nya itu, ngomong-ngomong soal pasangan ia jadi teringat dengan Alex apa kabar ya dia?
"Hem,. sudah satu bulan kau menghilang tanpa jejak, pamit pun dengan pintu rumah" gumam Alle menatap jauh
Ia pun menghentikan aktivitas nya, mengingat Alex menjadi mood nya turun
Akhirnya pun ia memutuskan untuk jalan-jalan melakukan saran teman nya kecuali mencari pasangan mungkin ia akan skip
Selesai berberes Alle mematikan komputer nya tak lupa ia menyimpan data nya sebelum mematikan komputer nya
Ia lalu keluar ruangan, ia menatap sekeliling ternyata masih ada yang lembur
(Pasti mereka pada jomblo makanya lembur biar gak ketemu pasangan di luar sana) batin Alle terkikik geli
Ia melangkah keluar dari perusahaan lalu menyetop sebuah taksi, tak lama taksi berhenti di depan nya
"Ke cafe suka ceria ya pak" ujar Alle
"Baik neng" ucap sang supir
Taksi pun meluncur ke cafe tempat Dira bekerja hingga beberapa menit Alle sampai di tujuan ia turun setelah membayar nya
"Tumben sudah tutup biasa nya malam Minggu begini buka sampai malam" gumam Alle melihat cafe di depan nya sudah rapi sebagian
Karena penasaran ia pun masuk ke dalam
__ADS_1
Klincing
"Maaf mbak kita sudah tutup" ucap seorang pegawai yang asing
(Pegawai baru ya) batin Alle
"Eh ya, cuma mau mangg Dira" ucap Alle tersenyum
"Hay Al, lama tidak kelihatan" ucap seseorang tiba-tiba sudah ada di samping Alle
Ia tersenyum lebar menatap Alle
"Sudah sana kamu terusin" usir nya pada pegawai baru
"Dari mana aja baru nongol" ucap nya bernama Mila seorang kasir
"Kerja la kayak kamu" ucap Alle
"Kerja di mana?" tanya nya
"Di perusahaan CT" jawab Alle
"Oh di sana pantes saja gak kelihatan" ucap nya
"Dira mana?" tanya Alle
"Di belakang dia bantuin pihak belakang" ucap Mila
"Aku panggilin sekalian ya, mungkin dia udah selesai" imbuh nya
"Kapan kapan kalau senggang main kesini lagi, kita kangen sama kamu" ucap nya sebelum pergi
"Oke" ucap Alle
Mika tersenyum mengangguk lalu ke belakang memanggil Dira, tak lama Dira keluar dari pintu sudah memakai pakaian biasa
"Udah lama" tanya Dira
"Enggak baru aja" ucap Alle tersenyum
"Tumben kesini ada apa kangen ya sama aku" ucap dira tertawa
"Iya kangen, ini mau ngajakin ngedate" ucap Alle ikut tertawa
"Kesambet apa kamu ngajak orang ngedate" ucap dira terkekeh
"Kesambet cinta mu" ucap Alle
"Aa jadi malu" ucap dira sok malu-malu padahal mah malu-maluin
"Gak usah malu, biasa nya juga malu-maluin" ujar Alle
"Kayak kamu enggak" ucap dira tak terima
__ADS_1
"Emang enggak kan" ucap Alle tersenyum
"Yee, ya. udah yok jalan pasar Minggu kita" ucap dira
"Oke deh" ucap Alle setuju mereka lalu keluar dengan Dira merangkul bahu Alle
Sedang kan di dalam cafe pegawai baru hanya melongo melihat tingkah mereka, tapi beda yang pegawai lama sudah biasa toh mereka hanya bercanda tidak beneran
Alle dan Dira sampai di pasar Minggu, disana sudah berjejer rapi entah itu permainan jualan atau tempat beli tiket
Mereka masuk ke dalam melihat berbagai macam permainan, mereka naik permainan satu persatu
Mereka terlihat sangat menikmati nya bahkan seperti anak kecil yang baru pertama kali main ke sana
Puas dengan arena bermain, mereka pergi ke tempat makanan, mereka mengisi perut sebelum ke tempat perbelanjaan
Harga di sana juga cenderung murah, maka tak heran jika di sana terlihat banyak sekali manusia
Entah itu yang pasangan, besti, jomblo, cari pacar, keluarga, pengantin baru, atau orang tua sekali pun
Sedangkan di belahan lain Alex sedang rapat dengan dewan direksi merundingkan sebuah masalah yang bisa membuat nya di ambang kehancuran
Selesai rapat yang cukup alot dan penuh ketegangan akhirnya Alex kembali ke ruangan nya ia memijat pelipis nya rasa pening menghampiri nya
"Asisten Ben apakah kau sudah menemukan inti masalah ini" ujar Alex
"Belum tuan, mereka melakukan nya dengan sangat hati-hati" ujar asisten Ben yang sibuk menekan tablet nya
"Dasar sialan, kalau aku tahu siapa yang berani berbuat onar aku akan habisi dia" teriak Alex ia merasa frustasi
Kesal amarah, khawatir dan cemas menjadi satu perasaan nya kini seperti makanan Padang berbagai macam lauk tapi yang yang paling mencolok adalah rasa khawatir
Asisten Ben tak kalah khawatir nya sudah tiga hari ia belum menemukan titik permasalahan nya
Mereka terus mencari sebab dan jalan keluar untuk masalah ini ia hanya bisa bertahan waktu yang tak lama
Sedangkan di sisi lain, seorang pria paruh baya sedang tertawa penuh kemenangan melihat rencana nya berjalan dengan lancar
Tak lama masuk lah pria dewasa ke dalam ruangan
"Bagaimana pa apakah berhasil?" ujar sang anak
Pria yang di panggil pa itu menoleh membalikkan badan nya yang semula menghadap kearah jendela besar
"Tentu saja, bahkan mungkin Sekarang dia kelimpungan mencari investor" ujar nya tersenyum smirk
"Hahaha, tidak sia-sia rencana kita" ucap nya tertawa lebar
"Tentu saja, kalau kita tidak bisa memiliki nya maka jangan harap dia bisa memiliki nya" ucap nya penuh kemenangan
"Papa luar biasa" puji nya
"Tentu saja" ucap pria paruh baya itu
__ADS_1
Lalu Mereka berdua pun tertawa bersama melihat kemenangan di depan mata