Suami, One Day

Suami, One Day
Chapter 22


__ADS_3

Di sepanjang jalan kenangan, eh salah bukan kenangan yak 😂


Di sepanjang jalan suasana dalam mobil begitu hening tak ada yang saling berbicara bertukar sapa pun tak ada


Yang ada hanya deru mesin mobil yang menghiasi keheningan malam itu


"Nanti belok kanan tuan, berhenti di halte bus sana saja" ucap itu memecahkan keheningan


"Hem" Alex hanya berdehem saja pandangan nya fokus pada jalan di depan sedang kan jantung nya berdetak kencang entah kenapa di dalam satu ruangan dalam wanita di Samping nya membuat sedikit gugup


(Irit sekali orang ini, waktu pertama kali bertemu dia masih berkata banyak) batin Alle


Ya orang itu adalah Alle, ia sedang menunggu taksi lewat tapi tak ada yang lewat dan kebetulan Alex menghampiri nya menawarkan tumpangan pada nya


Awal nya ia ingin menolak tapi apa mau di kata perkataan Alex tak mau di bantah, entah kesambet apa ini orang menawarkan tumpangan pikir Alle saat itu


Mobil terus melaju hingga sampai di sebuah pertigaan mobil Alex berbelok lalu tak lama mobil itu berhenti di depan sebuah halte bus


"Terimakasih tuan" ujar Alle menatap Alex dulu ia takut menatap Alex, sekarang tidak lagi takut menatap nya


"Hem" Dehem Alex lalu ia melaju kan mobilnya setelah Alle turun dari mobil nya


Alle menatap mobil Alex hingga menjauh melesat pergi


"Mungkin ini sudah takdir bertemu dengan nya" gumam alle


Ia lalu berjalan ke apartemen nya yang tak jauh dari halte bus, hanya sekitar beberapa meter saja


Ting


Pintu lift terbuka Alle masuk ke dalam, lalu pintu kembali tertutup


Saat sedang menunggu lift naik ponsel Alle berbunyi ia pun mengambil dan melihat nya ternyata sahabat nya menghubungi nya


Sahabat yang sudah lama ia tak jumpa, ia pun mengangkat nya dengan senang hati


"Hallo" ucap Alle tersenyum lebar walau sahabat nya tak bisa melihat nya


"Hallo Alle, aku kangen sama kamu, tak bisakah kita bertemu besok kan ulang tahun ku apa kau tak mau merayakan nya dengan ku" ucap dira berharap


"Maaf Dira aku tak bisa, aku tak bisa pulang ke sana" ucap Alle dengan sendu jujur ia juga ingin bertemu dengan sahabat nya dan jalan dengan sahabat nya


Ting

__ADS_1


Pintu lift terbuka alle keluar masih dengan telfon nya


"Yah, aku juga tidak bisa ke sana tiket ke sana terlalu mahal sedangkan gaji aku tak cukup untuk beli tiket" ujar Dira memelas


"Sudah lah tak apa, nanti kita tiup lilin online saja, kan masih bisa video call" ucap Alle menenangkan Dira


"Iya, tapi lebih enak jika kita bertemu langsung" ucap dira


Alle tersenyum saja ia mengetik sandi apartemen nya lalu masuk ke dalam


"Apa kau sudah tidur?" tanya Alle karena saat ini sudah jam sepuluh malam berarti di Indonesia jam 4 subuh


"Aku kebangun karena kangen kamu* ucap dira


"Begitu kah, lalu kau tidak tidur lagi?" tanya Alle tersenyum


"Mau nya sih ngobrol sama kamu lebih lama" ucap dira


"Apa kau mau aku besok kena amukan Dira" ucap Alle terkekeh


"Ya jangan lah, ya sudah lah sana kamu tidur aja, tapi nanti weekend kita vc yah" ucap dira


"Iya, tapi kamu juga tidur lagi ya" ucap Alle


"Iya bawel" ucap dira terkekeh


"Huh capek nya" ucap Alle ia merebahkan diri lalu tidur tanpa membersihkan diri


Di apartemen Alex, ia masih berdiam diri di basement ia mengcekram erat setir mobil dengan kuat wajah dan matanya menatap lurus ke depan


"Kenapa aku bisa mengantarkan dia pulang" gumam nya dengan aneh


"Bodoh, bodoh, bodoh" umpat Alex memukul mukul setir mobil nya


"CK, bikin orang pikiran aja" kesal nya ia lalu turun dari mobil menutup nya dengan kasar


Ia terus berjalan menuju lift ia lalu menekan dan masuk ke dalam


Ting


Alex keluar ia lalu berjalan ke apartemen nya, lalu masuk ke dalam langsung menuju atas


Ia membuka jas nya dan meleparkan nya secara asal ia lalu masuk ke dalam kamar mandi

__ADS_1


Mengguyur badan nya yang masih berpakaian lengkap tangan nya menempel di dinding kepalanya menunduk ke bawah


Air dingin menenangkan pikiran nya yang entah berantah seperti apa, cukup lama Alex mengguyur badan nya ia lalu mandi membersihkan diri


Selesai mandi ia lalu lalu berganti pakaian dengan piyama tidur setelah itu ia merebahkan diri tanpa memperdulikan ponsel nya yang kerendam air tadi


Pagi hari nya Alle terbangun karena suara alarm ia pun meraih ponselnya lalu mematikan nya


Ia menyalakan alarm karena ia takut bangun kesiangan oleh sebab itu ia menyala kan alarm


"Engghh" lenguh Alle ia mengucek kedua matanya bangun dari tidur dan merapikan tempat tidur nya ia


Alle berjalan ke kamar mandi, selesai mandi Alle menggunakan pakaian kerja nya meng make up diri lalu ia menyambar tas nya dan ponsel nya ia langsung turun ke bawah siap berangkat kerja


"Tak tak tak"


Kring kring


Bunyi dering ponsel mengalihkan alle menatap jalan yang saat ini ia sedang duduk di dalam bus menuju kantornya


Ia melihat layar ponsel nya tertera sahabat nya yang kembali menghubungi nya


Ia tersenyum lebar menatap, ia mengangkat panggilan itu dan kembali menatap ke arah luar


"Alle" pekik Dira sontak Alle menjauhkan ponsel dari telinga nya


"Kamu serius, ngirimin tiket ini ke aku, bearti aku akan menyusul mu, Alle apa ini benar, Oh Tuhan, apa kita akan bertemu" ucap dira tak berhenti henti saking senang nya


"Tentu saja, apa kau senang anggap saja itu kado spesial dari ku" ucap Alle terkekeh kecil


"Aaa Alle, tapi bukanya tiket nya mahal banget ya, kenapa kamu belikan aku tiket ke sana" ujar Dira menjadi sendu


Memang Alle membelikan sebuah tiket untuk Dira, ia ingin sekali melihat sahabatnya itu


"Enggak kok, sekalian kita bisa berjumpa kembali masak kita sudah beberapa tahun enggak ketemu nanti kalau aku gak bisa balik lagi kesana bagaimana?" ucap Alle tersenyum getir


"Aaa kenapa kamu gak bisa ke sini, kamu kan bisa kembali ke sini, kamu boleh kok tinggal di rumah ku selama nya" ucap dira


"Kamu bisa bekerja di perusahaan di sini, ah ayolah kau baik-baik saja bukan?" ucap dira dengan serentetan pertanyaan


"Sudah dulu yah aku kerja dulu, jangan telat besok datang ke bandara oke bye-bye" ucap Alle tersenyum tipis


"Alle kau belum menjawab pertanyaan ku" ucap dira tapi sambungan telepon nya sudah mati ia pun semakin penasaran ada apa dengan sahabat nya ini

__ADS_1


Sedang Alle ia mengusap air matanya yang menetes ia kembali teringat jika ia tak boleh kembali ke negara asal nya tanpa persetujuan dari Alex


Ia mau saja kembali ke negara nya tanpa persetujuan Alex, tapi ia sadar Alex bukan lah tandingan nya sepandai apapun ia menutupi pasti akan ketahuan juga dan ia akan terkena konsekuensinya


__ADS_2