Suami, One Day

Suami, One Day
Chapter 32


__ADS_3

Alle berjalan menghampiri Alex yang masih memandang danau ia berhenti di samping Alex


"Jika kau ingin pulang, pulang lah lebih dulu sudah aku pesan kan taksi untuk mu" ucap Alex tanpa melihat Alle


"Apa kau marah dengan ku?" tanya Alle menatap Alex


"Tidak pulanglah jika kau ingin pulang" ucap Alex tersenyum paksa


"Tapi kau marah dengan ku bukan kah aku belum menjawab nya" ucap Alle


"Aku sudah tau jawabannya" ujar Alex


"Tidak kau tidak tau jawabannya" ucap Alle menggeleng kepala nya


"Kau menolak ku bukan?" ucap Alex mengerutkan kening nya


"Siapa bilang aku menolak mu, aku mau jadi kekasih mu" ucap Alle pelan di akhir kalimat


"Apa?"


"Coba kau ulangi" ucap Alex memastikan pendengaran nya ia menatap Alle berharap


"Kalau tidak dengar ya sudah" ucap Alle malu-malu ia mengalihkan pandangan nya ke arah lain


"Hahaha" tawa Alex mengangkat kedua tangan ke udara dengan mengepal


"Terima sayang" ucap Alex mengangkat Alle mengajak nya berputar putar


Ia layak nya seorang anak kecil yang batu mendapatkan mainan, untuk di sana tak bayak orang, hanya dua tiga orang kalau tidak mereka jadi pusat perhatian


"Alex berhenti aku pusing" kesal Alle menepuk bahu Alex


"Terimakasih sudah menerima ku" ucap Alex menatap Alle tersenyum senang


"Kepala ku pusing" ucap Alle tanpa menjawab ucapan Alex karena ia merasa kepala nya pusing akibat di ajak putar putar Alex


"Pusing ya maaf" ucap Alex membawa Alle dalam pelukan nya

__ADS_1


"Sudah lepas ah sesak" ucap Alle mendorong pelan tubuh Alex


"Biarkan dulu sebentar saja" ucap Alex semakin mempererat pelukan nya


Alle pun hanya diam ia tersenyum tipis lalu membalas pelukan Alex


(Semoga ini yang terbaik tuhan) doa Alle


(Sekali lagi maaf jika aku egois, aku tak ingin kehilangan mu) batin Alex


Puas saling berpelukan mereka memutuskan untuk kembali pulang ke apartemen, karena hari pun sudah larut malam


"Terimakasih" ujar Alle menatap Alex


"Tak perlu Terimakasih sudah seharus nya aku mengantar mu, mengantar kekasih ku" ucap Alex tersenyum lebar


"Apa sih, sudah lah aku mau naik ke atas" ucap Alle tersipu malu


Ia merasa seperti ABG yang baru jatuh cinta, maklum lah jika ia seperti itu ini adalah kali pertama ia berpasangan


"Iya hati hati" ucap Alex


Sedangkan Alex masih berdiam diri ia menatap lurus ke depan senyum di wajah nya tidak luntur sedari tadi


Dengan bersenandung kecil ia menjalan kan mobil nya kembali ke apartemen nya


Pagi hari alle terbangun kala mendengar suara dering ponsel ia mengambil nya melihat siapa yang menghubungi nya


"Hallo" ucap Alle masih memejamkan mata nya karena ini masih pagi buta


"Alle, kau sedag apa?" tanya suara dari sebrang sana


"Bangun tidur kenapa?" tabya Alle masih enggan membuka mata nya


"Bangun lah buka pintu Apartemen mu" ujar nya yang tak lain adalah Alex


Mata Alle yang tadi terpejam kini terbuka lebar ia menatap ponsel nya lalu menatap jam dinding

__ADS_1


(Baru juga jam 5 orang mau ngapain, bahkan langit nya pun masih petang) batin Alle


"Sayang apa kau tidur lagi?" ucap Alex dengan lembut


"Mau ngapain buka pintu Alex?" ucap alle masih betah di posisinya


"Buka saja cepat" ucap Alex tak sabar


"Iya iya" dengan terpaksa Alle bangun dari ranjang nya lalu ia berjalan keluar sampai di depan pintu ia membuka nya


"Taadaaa" ucap Alex tersenyum lebar di depan pintu


"Ya Tuhan kenapa pagi-pagi sekali kamu kesini" kejut Alle mata nya semakin melebar di buat nya


"Heheh, habis nya aku tidak bisa tidur" ucap Alex menggaruk kepala nya yang tak gatal


"Terus?" ucap Alle menatap tajam Alex


"Ya aku kesini lah lagipula aku juga kangen sama kamu" ucap Alex mendorong pelan alle agar masuk ke dalam


"CK" decak Alle ia melengos lalu pergi ke kamar nya melanjutkan untuk tidur karena jujur ia masih ngantuk


Brug


"Apa yang kau lakukan" teriak Alle ketika ia merasa kan ada tangan yang memeluk nya


"Tidur" ucap Alex


"Tidur di luar" ucap Alle melepaskan tangan Alex tapi itu sia-sia


"Diam lah aku ngantuk" ucap Alex semakin mempererat pelukan nya


"CK" decak Alle ia biarkan Alex tidur di samping nya sambil memeluk nya


Kalau boleh jujur saat ini jantung nya terasa habis lari maraton berdetak begitu kencang


Mau menyingkirkan tangan Alex pun tak kuat, karena tenaga Alex dan diri nya beda jauh

__ADS_1


Akhir nya setelah sekian lama Alle bergelut dengan perasaan nya kini ini bisa tidur sedangkan Alex ia sudah ke alam mimpi nya kata nya tidak bisa tidur tapi begitu menyentuh ranjang ia langsung terlelap dalam mimpi


__ADS_2