Suami, One Day

Suami, One Day
Chapter 11


__ADS_3

Setelah menempuh perjalanan beberapa jam akhirnya alle sampai di sebuah bandara John F Kennedy Amerika serikat


"Nona, nona" panggil asisten Ben pada Alle yang tertidur di atas sofa


"Engghhh"


Lenguh Alle ia mengucek kedua matanya menyipit kan kedua matanya karena silau terkena cahaya lampu


"Ada apa asisten Ben" tanya Alle dengan suara khas orang tidur


"Maaf Nona, tapi sebentar lagi pesawat kita akan landing nona" ujar asisten Ben


"Iya, aku mau cuci muka dulu" alle mengangguk ia lalu berdiri menuju kamar mandi


Sedang asisten ben keluar dari ruangan itu


Setelah Alle mencuci mukanya ia lalu keluar dari ruang itu lalu duduk di tempat sebelum nya ia duduk


Saat ia akan ke kursinya ternyata sudah Alex yang duduk diam memandang langit di kursi nya


Alle kemudian melanjutkan langkahnya ia duduk di kursi nya tak lama asisten Ben datang membawa sebuah map


"Nona, silahkan tanda tangan" ucap asisten Ben


Alle menatap asisten Ben lalu menunduk melihat di depan nya ia menghela nafas panjang lalu menandatangi nya


"Terimakasih nona, ini barang milik nona, di dalam sini sudah menjadi hak milik nona, mau nona buang, jual sekali pun terserah nona" ujar asisten Ben menunjuk sebuah paper bag di samping Alle entah dari kapan asisten meletakkan semua paper bag itu


"Hem" Alle hanya berdehem saja


"Saya permisi jaga diri anda baik-baik nona" ujar asisten Ben


Alle hanya diam ia melihat ke arah luar pesawat yang menampilkan pemandangan negara Amerika yang terang cahaya lampu


Alle tiba pada tengah malam, yang sudah bayaj orang untuk beristirahat terkecuali orang-orang tertentu


Tak lama pesawat pribadi milik Alex berhenti di bandara mereka lalu bersiap untuk turun ke bawah begitu juga dengan alle ia turun ke bawah Sammbil membawa paper bag di tangan nya


"Welcome Amerika" ucap Alle


Ia menata sekeliling lalu melangkab keluar Bandara yang pertama ia lakukan adalah memesan taksi untuk pergi ke apartemen nya


Namun sebelum itu ia menarik uang terlebih dahulu


"Ya ampun kenapa banyak sekali bukan kah seharusnya berkurang" gumam Alle melihat nominal angka yang sesuai dengan kesepakatan 5M


Tapi yang ada di dalam kartu itu tak berkurang sedikitpun karena Alle meminta membelikan rumah mobil dan perhiasan untuk keluarga Yohanes dari uang kesepakatan


"Jadi yang ia berikan pada keluarga itu semuanya uang nya dia" gumam Alle


"Nanti aku berikan kompensasi" ucapan Alex terlintas di pikiran Alle


"Atau ini yang di maksud kompensasi?" ujar Alle

__ADS_1


"Ahh sudah lah bikin pusing saja lebih baik aku segera narik uang ngeri juga kalau di sini kelamaan" ucap Alle mengacak rambut nya lalu melihat sekeliling yang sepi dan gelap di sudut-sudut


Setelah selesai menarik uang secukupnya Alle keluar dari bandara dan kebetulan ada sebuah taksi yang berhenti di depan sana


Alle pun Meminta nya ke alamat apartemen nya


(Untung aku jago bahasa Inggris kalau tidak bisa kayak orang bego) batin Alle


Di tengah perjalanan Alle mengambil ponselnya ia lalu menghubungi sahabat nya


"Hallo Alle, kemana aja kamu dari tadi aku telfonin tapi gak aktif, dimana sih kamu, kalau terjadi apa-apa gimana kamu, sekarang kamu di mana aku susul ya" cerocos Dira


"Aduh Dira bisa tidak satu-satu ngomong nya" ujar Alle


"Heheh ya maaf lagian kamu sih gak ada kabar satu hari ini" ucap dira terkekeh kecil


"Huh"


"Kamu di mana sih" tanya Dira


"Aku lagi di Amerika" ucap Alle pelan ia menunduk kan kepala nya melihat jari-jari nya


"Haha ngapain ke Amerika, naik apa Bu ke Amerika naik kaki" kekeh Dira yang mengira Alle bercanda


"Aku serius Dira" ucap Alle


"Haha janga ngibul kamu" ucap dira masih tak percaya


"Buka gambar yang aku kirim" ucap Alle


Dira terdiam lalu tak lama terdengar pekikan dari Dira


"What yang bener kamu di Amerika alle" tanya Dira terkejut


"Iya" ucap Alle


"Kok bisa, tunggu-tunggu apa aku mimpi ini" ucap dira


"Kamu gak mimpi Dira emang aku lagi di Amerika" kesal Alle ia langsung mematikan telfonnya


"Dasar Dira" ucap Alle menggeleng kepala


Tak lama mobil taksi yang di gunakan Alle sampai di alamat apartemen, Alle pun turun setelah membayar taksi


"Apa ini benar tempat nya kenapa besar sekali tempat nya, luas lagi" ucap Alle menatap bangunan yang di depan nya yang luas lebar dan juga tinggi


Ia pun masuk ke dalam menekan tombol lift menuju kamar nya yang ada di lantai 7


Ting


Pintu terbuka Alle keluar dari lift ia melihat sekeliling nya cukup rapi bersih di sekitar lorong ia lalu mencari kamar apartemen nya


"Mana nih" ucap Alle celingukan

__ADS_1


"Ahh ini dia" ucap Alle ternyata tempatnya ada di ujung sana


Ia menekan tombol sandi pintu yang tertulis di kertas bersama alamat nya tadi


tit tit tit tit tit ting


Pintu terbuka Alle langsung masuk ke dalam apartemen nya, ia lalu maju melihat sekeliling nya


Ternyata dua lantai apartemen nya lantai satu ada sofa, tv, meja makan, dapur dan juga balkon


"Tidak luas tidak sempit" ucap Alle


Alle lalu naik ke atas melihat kamar nya, ia membuka pintu lalu masuk ke dalam ada ranjang, ada lemari ada toilet dalam, ada meja dan yang paling Alle suka ada jendela besar nya


Alle meletakkan semua barang nya lalu membuka lemari ternyata sudah ada pakaian


"Ternyata sudah ada isinya" ucap Alle melihat pakaian yang tergantung


Ia lalu menutup nya kembali, kakinya melangkah ke arah korden ia menyibak korden nya pemandangan yang sungguh indah


Lampu kemerlap bersinar menghiasi malam alle pun kembali menutup nya lalu ia kembali turun ke bawah melihat dapur nya


Ia melangkah ke arah dapur tapi matanya melihat sebuah buku di atas meja depan sofa


Karena penasaran Alle pun mengambil nya dan membacanya, ternyata apa saja yang ada di dalam apartemen itu, pembayaran, fasilitas gedung, keamanan dan sebagainya


Selesai membaca Alle mengembalikan buku itu lalu ia melangkah ke dapur membuka isi lemari dingin sudah ada beberapa jenis sayuran untuk satu bulan kedepan


"Huh seperti dibuang saja, di kasih uang, di kasih tempat tinggal, di kasih makanan, di kasih baju" gerutu Alle


"Enggak sekalian di kasih pekerjaan biar aku gak cari pekerjaan lagi" ucap Alle


Ia pun mengambil gelas tapi


"Aku mau ngapain ya kok ambil gelas?" ujar Alle lupa ia mau ngapain terlanjur enak menggerutu sendiri


"Oh Iya aku kan mau minum, kenapa lupa segala sih" ucap Alle menepuk keningnya ia kembali membuka kulkas


"Tinggal di negara orang, jauh keluarga, jauh sahabat gak ada yang aku kenal" ucap Alle masih saja menggerutu tanpa melihat apa yang ia ambil


Alle mengambil nya lalu menuang kan nya di dalam gelas dan meletakkan nya di di samping gelas ia lakukan itu dengan feeling nya


Ia lalu meminumnya tanpa melihat ke arah gelas nya karena matanya fokus menatap sekeliling nya dan bibir yang masih saja terus menggerutu


"Kok gak ada" ujar nya tak merasakan apapun dari gelas nya


"Kok kosong" ucap Alle baru sadar gelas nya yang kosong melompong


"Ya Tuhan kau bodoh sekali alle, kau kan mau minum kenapa kau ambil seledri(seledri yang besar-besar)terus kamu tuang Begitu saja di atas gelas emang kamu ini penyihir yang bisa ubah seledri jadi jus yang tinggal tuang gitu" ucap Alle menggeleng kepala nya mengingat betapa konyol nya dirinya


Ia pun mengembalikan seledri itu dan mencari minum tetapi tidak ada ia kembali membaca buku di atas meja siapa tau bisa minum langsung dari air keran batin nya


Ternyata memang benar air bisa langsung di minum alle segera meminumnya karena sudah haus setelah itu dia kembali ke atas untuk tidur karena ia merasa capek

__ADS_1


__ADS_2