Suami, One Day

Suami, One Day
Chapter 37


__ADS_3

"Aaaa" pekik Alle terkejut ketika ia merasa kan badan nya melayang


Pekikan Alle membuat beberapa orang menoleh kearah nya


"Siap pa" ucap Alle terhenti kala melihat siapa pelaku yang membopong diri nya


"Sudah puas lari lari nya" ujar Alex menatap Alle


"Kau, kenapa ada di sini?" ucap Alle menatap Alex yang memasang sabuk pengaman


"Nanti aku buat perhitungan dengan mu" ucap Alex menatap Alle sejenak lalu menutup pintu mobil


Ia berjalan mengitari mobil masuk ke dalam kursi kemudi


Sedang kan Alle masih setia dengan keterkejutan nan nya


Wusss


Mobil Alex melaju ke arah apartemen Alle tapi tunggu


"Alex kenapa kamu belok apartemen ku masih lurus?" ucap Alle mengerut kan kening nya


Alex hanya diam ia masih terus melajukan mobilnya hingga berhenti di sebuah apartemen kelas


"Alex kita mau kemana" ucap alle melihat sekeliling nya


"Memberi mu pelajaran" ucap Alex keluar mobil membuka pintu mobil menarik pelan tangan Alle agar keluar

__ADS_1


"Pelajaran apa yang kau maksud Alex tak paham" ucap Alle ia sungguh bingung sekarang belum lagi keterkejutan nya melihat Alex berada di tempat sana


--


"Sebelah sana, ini belum, geser ke kiri tidak tidak ke kanan" ucap Alex mengomando Alle


"Alex, bisa kah kau diam, aku tau mana yang masih kotor" protes Alle menatap tajam Alex yang duduk santai di atas sofa


"Eitts tidak boleh membantah kerjakan yang bersih, awas kalau aku keluar kamu belum selesai" ucap Alex mengarah kan jari ke leher tapi tak serius


"Tau, sana peegi" usir alle ia kesal dengan Alex belum reda keterkejutan nya kini malah ia di hukum membersihkan apartemen Alex


Dan satu lagi ia di larang lembur kalau Alle ketahuan lembur maka Alle tak dapat bonus hanya gaji yang ia dapatkan


Sempat Alle akan protes tapi Alex sudah memberikan nya sebuah seperangkat alat kebersihan untuk membersihkan apartemen nya


"Bersih sekali pekerjaan mu" puji Alex tersenyum lebar


"Cih" decoh Alle ia menatap sebal Alex ia merasa kesal, lapar, dan cape


"Marah?" ucap Alex tersenyum tipis


"Gak usah nanya" ketus Alle


"Sudah lah seharus nya aku yang marah bukan kamu" ucap Alex


"Kok kamu" ucap Alle tak terima

__ADS_1


"Iya lah, kamu lembur tidak lihat waktu, pulang larut malam, sendirian, bahkan hampir saja kamu jadi korban kejahatan, kalau tidak ada aku yang menolong mu sudah habis kamu di tangan orang itu" jelas Alex


Alle menganga lebar


"Kau menolong ku" ucap Alle menunjuk wajah Alex lalu ke wajah nya sendiri


"Iya siapa lagi hantu?" sinis Alex


"Jadi waktu orang itu teriak kesakitan kau yang memukul nya" ujar Alle


Alex diam saja tanpa menjawab ia berjalan ke arah pintu membuka nya berbicara sebentar lalu menutup nya kembali


"Jika kau menolong ku, kenapa kau tidak memanggil ku" ucap Alle menatap Alex


"Kau yang tuli, makan" ucap Alex memberikan makanan yang baru ia pesan tadi


"Tapi kau belum menjawab pertanyaan ku" ucap Alle


"Makan" melotot Alex


"Tap-" ucap Alle terpotong kala sebuah sendok penuh makanan sudah menyentuh mulut nya mau tak mau Alle membuka mulutnya


"Habiskan" ucap Alex ia lalu pergi dari sana meninggalkan Alle sendirian


"Kau tidak makan" teriak Alle saat Alex sudah menyentuh gagang pintu kamar nya


"Ishh" Alle melanjutkan makan nya sambil menyimpan beberapa pertanyaan di dalam pikiran nya

__ADS_1


__ADS_2