
Satu Minggu sudah berlalu keadaan perusahaan Alex semakin menurun banyak investor yang menarik saham nya
Asisten Ben juga tidak tau apa penyebab nya hingga kini ia menjadi sasaran kemarahan Alex
Brak
"Kerjaan kalian tidak pecus" teriak Alex menatap tajam asisten Ben
Asisten Ben hanya diam menunduk dalam-dalam, ia juga menyesal ketika ia kecolongan hingga terjadi seperti ini
Para investor yang ia tanyai juga bungkam seribu bahasa seolah olah menganggap remeh mereka
Tok tok tok
Bunyi ketukan pintu menghentikan pergerakan di dalam ruangan, sontak Alex yang tadi menatap asisten Ben kini beralih menatap sesosok yang masuk ke dalam
"Jangan katakan jika tidak ada yang penting" teriak Alex
"Tuan, saya sudah menemukan masalah ini tuan, masalah ini ternyata ada sebuah rumor yang mengatakan jika anda melakukan penggelapan dana, mereka mengatakan jika uang yang anda gunakan untuk bersenang-senang tuan" ujar nya takut-takut
Apalagi melihat wajah Alex yang bertambah merah menahan amarah
"Apa kamu bilang" teriak Alex
Mungkin jika ruangan nya tidak kedap suara, mungkin suara nya terdengar hingga beberapa ribu meter
"Maaf tuan tapi itu yang saya dapat, mereka mengatakan itu semua, dan orang yang melakukan nya adalah paman anda sendiri paman Gilbert " ucap nya menunduk kan kepala nya
"Sial!, ternyata kalian bermain-main dengan ku" umpat nya menggenggam erat kedua tangan nya
Brak
Sekali lagi ia menggebrak meja mengusap wajah nya dengan kasar ia pun mengibas tangan nya
Asisten Ben yang paham pun keluar mengajak orang yang masuk ke dalam tadi
"Apa kau punya rekaman nya" tanya asisten Ben Sama orang di samping ketika mereka sidah keluar dari ruangan Alex
"Ada asisten Ben" ucap nya mengangguk cepat
"Bagus jangan lupa kirim ke saya" ucap asisten Ben
__ADS_1
Orang itu mengangguk paham lalu ia pamit undur diri, asisten Ben juga kembali keruangan nya ia mendudukkan dirinya
Ia mengetuk ngetuk meja, otak nya berpikir jauh, ia berpikir mungkin sekarang tuan nya sedang frustasi menghadapi keluarga nya sendiri
Paman yang seharus nya mendukung ponakan nya ini malah ingin menghancurkan ponakan nya
Padahal mereka berdua tinggal dua saudara saja (Alex dan paman Gilbert)
Kedua orang tua Alex sudah meninggal akibat kecelakaan mobil, mereka tewas di tempat sedangkan kakek Alex juga sudah meninggal dunia akibat usia yang sudah tua
Tapi asisten Ben tak bisa mempercayai kejadian itu begitu saja, pasti ada sebuah rencana jahat yang terselip di kematian mereka
Karena asisten Ben sudah mengikuti Alex sudah lama maka nya ia tahu seluk beluk keluarga Alex
Asyik dengan lamunan nya ia di kejutkan dengan suara komputer nya lantas ia pun membuka nya ternyata ada sebuah email di sana, ia langsung membuka nya karena tak sabar melihat isi nya
"Ternyata dia licik sekali" gumam asisten Ben melihat kiriman email tersebut
Yang ternyata dari orang yang tadi ia mengirim kan sebuah rekaman yang berisikan paman Gilbert mengatakan sebuah kebohongan yang di dukung dengan barang bukti (palsu) terus merayu agar investor itu menarik dana nya
Dan juga paman Gilbert menawarkan sebuah keuntungan yang besar kepada nya hingga pada akhirnya investor itu menerima ajakan paman Gilbert
Dan terbukti mulut mereka terkunci rapat sehingga asisten Ben tak bisa mengendus perbuatan mereka
Apalagi mereka melakukan nya di tempat private, dan rekaman itu sebuah keberuntungan untuk asisten Ben karena rekaman itu terjadi di sebuah restoran Sangat jauh dari perusahaan
"Hah, jalan satu-satunya adalah mencari investor baru dan membersihkan nama baik perusahaan kalau tidak perusahaan ini akan bangkrut" ujar asisten Ben
"Aku pikir setelah mereka tak mempunyai saham di perusahaan kimbana (Perusahaan Alex) tak akan berulah, ternyata aku salah " gumam asisten Ben
Memang benar awal nya paman Gilbert mempunyai beberapa saham di perusahaan Kimbana tapi sekarang ia tak mempunyai saham itu lagi karena ia sudah di jebak oleh Alex hingga saham milik paman Gilbert jatuh ke tangan Alex
Asisten Ben berdiri ia melangkah keluar menghampiri ruangan Alex tanpa mengetuk pintu ia membuka nya lalu menyembulkan kepala nya
Melihat situasi dan kondisi Alex, ia melihat sekitar ternyata Alex sedang kacau ia duduk di lantai bersandar di jendela kaca penampilan nya berantakan
Sekitar nya berserakan bahkan mata asisten Ben melihat ada beberapa benda yang pecah
"Hah" asisten ben menghela nafas berat ia kemudian menutup pintu kembali
"Aku harus melakukan sesuatu aku tidak mungkin melihat tuan dengan kondisi seperti ini" gumam asisten Ben
__ADS_1
"Semoga ini bisa membuahkan hasil" ucap nya ketika terlintas sebuah ide di kepala nya
Lantas ia kembali ke ruangan nya, duduk di kursi nya lalu tangan nya berselancar di keyboard mata nya fokus di monitor
Tak lama wajah nya terlihat terkejut ketika melihat sesuatu yang sungguh di luar dugaan nya
Ia menyeringai tak lupa ia menyimpan informasi itu setelah itu ia melakukan sesuatu yang bisa membuat Alex bangkit dari rasa frustasi nya
Walau watak Alex yang dingin dan tak mau tau tapi yang sebenarnya ia menanggung beban yang berat oleh karena itu asisten Ben ingin membuat tuan nya bersemangat kembali
Di sisi lain Alle sedang sibuk dengan laptop nya padahal ini sudah larut malam, mentang-mentang besok adalah hari libur ia masih saja berkutat dengan laptop nya
Suasana yang begitu sunyi tak membuat Alle takut ia malah senang suasana seperti itu
Tak ada yang membuat kebisingan nya tak ada yang membuat kegaduhan
Malam ini ia tidur di rumah Dira karena rencana nya siang nanti ia akan jalan-jalan ke mall menghabiskan waktu bersama me time
Dira yang yang hendak ke kamar mandi mengurungkan niatnya ketika mendengar suara ketika keyboard
Bukan Alle yang menekan nya terlalu bar-bar tapi memang suara itu terdengar keluar walau samar-samar
Dira pun melangkah masuk ke dalam kamar yang pintu nya tak tertutup rapat
"Masih aja kerja ale-ale, ini udah larut loh" ucap dira menatap Alle
"Eh kamu Dir, ku kira setan" ucap Alle terkekeh
"CK, jangan terlalu memforsir diri sendiri ingat kesehatan Alle, jika ingin hidup lebih lama, jangan begadang melulu" ucap dira
"Iya ini sebentar lagi juga selesai" ucap Alle tersenyum mengangguk
"Lima menit harus selesai, selesai tidak selesai kamu tutup laptop kamu kalau tidak aku banting itu laptop" ancam dira tapi hanya sebuah gertakan
"Iya nona, terimakasih" ucap Alle tersenyum ketika Dira mengambil gelas kopi nya yang sudah kosong
Dira mengangguk lalu keluar tak lupa menutup pintu dan sambil membawa gelas itu untuk di taro ke wastafel
Alle kembali melanjutkan pekerjaan nya, tapi tiba-tiba sebuah email masuk ke dalam nya
Ia mengeklik dan membuka nya sedetik kemudian ia menutup mulutnya tak percaya
__ADS_1