
"Seperti yang kalian lihat di sini saya ingin memberikan suara saya untuk memilih siapa yang pantas menjabat menjadi CEO di sini" tegas tuan Hutapea
"Jika kalian tanya atas dasar apa saya memberikan suara, tentu saja saya berhak karena saya mempunyai saham di sini, jadi saya ikut andil dalam memberikan suara" imbuh nya menatap mereka semua
Mereka langsung mengangguk paham kenapa tuan Hutapea datang kemari
"Dengan ini saya nyatakan yang berhak menjadi CEO adalah Alex" tegas tuan Hutapea
Semua orang terkejut apalagi asisten Alle ia tak menyangka jika akan berakhir seperti ini
"Maaf tuan Hutapea anda harus memilih kandidat yang cocok untuk menjabat menjadi CEO, jangan asal memilih nya" ucap tuan Gani tidak terima tapi masih nada sopan
"Benar itu tuan Hutapea" ucap salah satu sekutu tuan Terry
Bagai mana pun ia sudah menandatangani kontrak tadi mereka tidak mau penghasilan mereka berkurang
"Pilihan saya sudah tepat dan akurat, karena dia sudah membuktikan bahwa dia bisa bangkit dari ambang kehancuran" ucap tuan Hutapea menepuk bahu Alex
Sedangkan orang yang di tepuk bahu nya hanya memasang senyum ejek
Tuan Gani mengepal kan tangan nya melihat senyuman Alex
"Maksud tuan apa, bukan kah dia belum bisa membuktikan jika dia tidak mampu menstabilkan perusahaan ini" ucap sekutu Terry
"Hahaha, lain kali kalian harus berpikir dengan cermat, jangan mudah di tipu oleh musuh" tawa dingin tuan Hutapea menatap tajam asisten Alle
Asisten Alle yang di tatap seperti itu seperti merasa kan perasaan tidak enak ia pun memutuskan untuk membawa Alle ikut pergi bersama nya
"Nona situasi tidak menguntungkan lebih baik kita pergi dari sini" bisik Asisten Alle
Sebenarnya asisten Alle itu merupakan orang kepercayaan milik paman Gilbert orang yang selalu memantau perkembangan rencana mereka l
Alle hanya mengangguk saja
"Jangan ada yang boleh keluar dari sini karena masih ada yang penting" tegas tuan Hutapea ketika melihat Alle hendak berbicara
"Lakukan sekarang" bisik Alex pada asisten Ben
Asisten Ben mengangguk lalu mengetik sesuatu di ponsel nya tak lama masuk lah dua orang bodyguard yang tampang nya menyeramkan
Asisten Ben melirik asisten Alle Paham akan kode itu sang bodyguard langsung menangkap asisten Alle yang hendak kabur ketika melihat lirikan asisten Ben
__ADS_1
"Lepas" lantang nya memberontak dari pegangan dua bodyguard Asisten Ben
"Lihat tuan Hutapea anda lihat sendiri ia bahkan menyuruh orang menangkap orang yang tidak tahu apa-apa" ucap tuan Gani tersenyum sinis sambil melirik Alex
"Benar apa katamu, dia seharusnya tidak menangkap orang sembarangan " ucap tuan Hutapea mengangguk
Tuan Gani semakin tersenyum puas, beda hal nya Yang menjadi sekutu tuan Terry mereka sedikit menciut ketika bodyguard Alex menangkap asisten Alle
Dalam hati mereka terus merapalkan doa agar rencana mereka tidak ketahuan
Tapi senyum yang mengembang di wajah tuan Gani kini lenyap seketika mendengar suara tuan Hutapea
"Tapi jika orang itu tidak ada niat terselubung juga tidak akan di tangkap, dan yang seharusnya menangkap nya adalah saya, saya orang yang paling di rugikan karena kebohongan mereka" tegas tuan Hutapea dengan sorot mata yang dingin
"Karena dia, dia, dan dia sudah melakukan kebohongan mengatakan bahwa saya telah bekerja sama dengan tuan Terry mengatakan jika saya menjadi investor nya" ucap tuan Hutapea menunjuk asisten Alle dan beberapa dewan direksi yang bersekutu dengan tuan Terry
"Dan sebetulnya adalah saya sudah menjadi investor perusahaan ini berkat tuan Alex" ucap nya menatap Alex
"Jadi perusahaan kita sudah stabil?" tanya salah satu dewan
"Benar tuan, perusahaan kita sudah stabil sejak beberapa hari yang lalu" jawab asisten Ben mengangguk
Alex tersenyum tipis
"Saya biar asisten Ben yang jelaskan" ucap Alex ia lalu menatap tuan Hutapea, ke arah Alle lalu ke arah pria yang di tangkap bodyguard nya
"Mari tuan kita bicara kan di dalam ruangan saya" ajak Alex
Tuan Hutapea mengangguk lalu keluar lebih dulu di ikuti Asisten nya
Alex menatap asisten Ben, asisten Ben mengangguk lalu Alex berjalan menghampiri Alle yang sejak dari tadi Diam saja menatap mereka
"Ayo babe urusan Kita belum selesai" ucap Alex tersenyum lembut menggandeng tangan Alle keluar dari ruangan
Tertutup nya pintu ruang rapat mereka semua terkejut apa yang di bilang Alex
Termasuk asisten Alle yang seakan mendapatkan kejutan besar tanpa sadar mulut nya menganga lebar
"Ehem" dehem Asisten Ben mereka yang tadi menatap pintu kini beralih ke Asisten Ben
"Saya akan jelas kan kenapa semua pertanyaan yang ada di pikiran kalian, termasuk tadi" ucap asisten Ben pelan di akhir kalimat
__ADS_1
"Bawa dia ke kantor polisi, biar berkumpul dengan tuan nya" ucap asisten Ben dengan dingin memandang bodyguard nya
"Baik tuan* ucap mereka lalu membawa asisten Alle ke kantor polisi
Sekarang tinggal asisten Ben dan para dewan direksi, asisten Ben menjelaskan satu persatu duduk permasalahan
Tentang anjlok nya harga saham, rumor, ancaman, alasan menyembunyikan sebuah fakta, dan juga tentang hubungan Alle dan Alex
Lain tempat lain ruangan, di ruangan yang ada satu pencahayaan saja, meja dan kursi juga beberapa orang di antaranya pihak berwajib juga tersangka sedang melakukan interogasi
Yang menjadi tersangka ialah tuan Terry orang yang bekerja sama dengan tuan Gilbert
Tak beda jauh tuan Gilbert atau paman Gilbert juga di gelandang polisi di kediaman nya pagi-pagi buta
Banyak orang yang masih tidur tapi tidak dengan media, yang entah sejak kapan sudah bertengger di depan rumah mewah milik paman Gilbert
Sejak pagi itu saham di perusahaan paman Gilbert turun drastis karena berita tidak baik dan tertangkap nya paman Gilbert
Sang anak semata wayang juga sibuk sana-sini mempertahankan perusahaan milik keluarga nya
Sementara ruang interogasi pertanyaan demi pertanyaan sudah di ajukan dan berselang cukup lama
Mereka lalu memutuskan untuk menahan tuan Terry dan para anak buah nya di sel tahanan sambil menunggu sang penggugat datang kemari beberapa waktu kedepan
"Kejutan yang sangat luar biasa" ucap Alle tersenyum lebar
"Tentu saja" ucap Alex tersenyum menatap Alle
"CK, lalu apa yang kamu lakukan setelah ini" tanya Alle menatap Alex
"Tentu saja, hal sangat menyenangkan" ucap Alex terkekeh kecil
"Apa itu?" tanya Alle mengerutkan keningnya
Ting
"Nanti kau tau" ucap Alex tersenyum
Mereka keluar berjalan menuju ruangan Alex, yang di mana tuan Hutapea sudah menunggu nya di sana
Alex dan Alle masuk ke dalam, menghentikan aktivitas tuan Hutapea yang tadi sedang mengobrol dengan asisten nya
__ADS_1