Suami, One Day

Suami, One Day
Chapter 17


__ADS_3

Pagi hari alle berangkat seperti biasa nya ia berangkat pagi ke kantor dengan berjalan kaki karena apartemen nya dengan kantor Sangat lah dekat


Ia terus berjalan sampai di dalam kantor tapi ada hal aneh yang membuat beberapa orang melihat dirinya


Alle mengendikkan bahu nya acuh ia terus berjalan ke ruangan nya, sampai di ruangan ia terkejut lantaran meja nya tertata rapi bahkan barang-barang nya pun rapi menjadi satu di dalam sebuah kota


"Apa maksudnya ini?" gumam Alle mengerutkan keningnya


Alle melihat barang-barang nya lalu menatap sekeliling nya rekan kerja nya saling pandang dan berbisik


(Pasti ada yang tidak beres) batin Alle


Tak lama seseorang menepuk pundak Alle


"Hay Al, kamu di panggil pak Beno di ruangan nya" ucap orang itu


"Pak Beno?, ada apa?" ujar Alle menatap teman nya


"Entahlah, tapi lebih baik kau sekarang kesana sebelum pak Beno makin marah padamu" ucap nya lalu pergi ke meja nya


"Ada apa sebenarnya apa soal kejadian semalam" gumam Alle ia melangkah menuju ruangan pak Beno yang berada dua lantai di atas nya


Tok tok tok


"Masuk" saut dari dalam, Alle lalu membuka pintu perlahan dan masuk ke dalam, ia menghampiri pak Beno setelah menutup pintu nya


Alle berdiri di depan meja pak Beno yang sedang menatap nya tajam


"Kamu saya pecat" ujar pak Beno tanpa basa-basi


"Tapi pak apa salah saya kok saya di pecat begitu saja" ujar Alle tak terima


"Apa salah kamu?, apa kau tidak tau salah kamu hah" bentak nya Alle meringis mendengar nya


"Kamu sudah menyinggung orang yang berpengaruh di perusahaan ini" teriak nya


(Menyinggung) batin Alle semakin tidak mengerti


"Atas tindakan kamu itu membuat dia keluar dari perusahaan ini, dan apa kau tau yang lebih parah nya papa nya datang kemari marah marah bahkan ia hampir memutuskan kerjasama dengan perusahaan kita" ujar pak Beno dengan nada tinggi


"Maaf pak, tapi saya tidak mengerti pak, apa yang bapak maksud" tanya Alle menatap pak Beno dengan bingung

__ADS_1


"CK, pura-pura tidak tau, apa yang sudah kau lakukan terhadap Jason" ucap pak Beno menatap Alle tajam


(Jason) batin Alle ia mengerutkan keningnya


Alle menunduk berpikir lalu ia menatap ke arah pak Beno


"Apa kau sudah tau Sekarang kesalahan mu" teriak nya


"Maaf pak tapi itu bukan sepenuhnya salah saya" ujar Alle membela diri


"Banyak alasan, sekarang kamu Keluar jangan lupa bawa barang-barang sial mu itu" bentak pak Beno menunjuk ke arah pintu


"Terserah bapak" ujar Alle pasrah bagaimana pun juga ia percuma menjelaskan pada orang yang ngotot, keras kepala, dan tidak mau mendengar


Alle pun keluar dari ruangan pak Beno ia menghela nafas panjang ia tak menyangka kejujuran nya pada Jason sang mantan berujung pada kehidupan nya


Ia juga tak kaget jika ini terjadi dengan nya karena Jason adalah anak seorang perusahaan cukup besar


Jason Bekerja di perusahaan lain untuk mencari pengalaman, Jason tak mau bekerja di Perusahaan keluarga nya karena Jason ingin merasakan bekerja tanpa memandang anak pemilik perusahaan


Maka itu lah Jason bekerja di perusahaan lain, dan setelah pengungkapan Alle kemarin malam membuat Jason keluar dari perusahaan karena ia tak mau bertemu dengan Alle kembali


Alle kembali turun ke meja kerja nya di dalam sana semua teman-teman nya sudah pada sibuk bekerja karena ini sudah waktunya Bekerja


"Alle kamu mau kemana?" tanya seorang pria ketika melihat Alle mengangkat barang-barang nya


"palingan juga di pecat, siapa sih yang sok berani menyinggung orang berpengaruh" saut seseorang wanita dengan jutek nya


Wanita itu memang tak menyukai Alle sejak Alle bekerja di sana


"Aku tidak apa-apa" ujar Alle mengangguk kepalanya saat teman pria itu menatap nya kasihan


"Kamu beneran di pecat?" ucap nya


"Iya, aku pergi dulu semangat kerja nya" ucap Alle tersenyum tipis


"Iya, kamu juga semangat cari pekerjaan, maaf aku tidak bisa membantu mu" ucap laki-laki itu merasa tak enak hati


"Tidak apa apa, aku pergi" pamit Alle tersenyum tipis ia mengambil barang-barang nya lalu pergi meninggalkan mereka


Alle keluar dengan lapang dada ia menerima semua ini, toh juga ia yakin jika Tuban akan memberikan nya yang terbaik

__ADS_1


Alle berhenti di depan kantor ia menatap kantor itu hingga lantai paling atas ia menghela nafas panjang lalu pergi kembali ke apartemen nya


Brak


Alle meletakkan barang bawaan nya dengan kasar ia mendudukkan dirinya di atas sofa


"Kemana aku cari pekerjaan" ucap Alle menatap langit-langit apartemen nya


"Sudah lah lebih baik aku menyiapkan CV ku, mumpung ini masih pagi aku ngelamar kerja di perusahaan lain saja" ucap Alle


Ia mengambil barang-barang yang ia perlukan mengumpulkan nya jadi satu lalu memasukkan nya ke dalam map


"Selesai, mari kita berjuang, semangat" ucap Alle menyemangati diri sendiri


Ia berdiri sambil memegang map itu lalu keluar mencari lowongan pekerjaan


Satu dua tiga hingga keempat perusahaan yang Alle datangi mereka menolak lamaran Alle


Tak patah semangat Alle terus berjuang walau matahari sudah mulai turun


Hingga di perusahaan ke lima, perusahaan yang tempat nya cukup jauh dari apartemen alle dan perusahaan itu cukup berpengaruh di negara itu


Alle masuk ke dalam perusahaan itu lalu menyerahkan CV ke resepsionis, dan kebetulan perusahaan itu sedang membutuhkan karyawan


Langsung saja CV Alle di proses oleh pihak HRD, dengan sabar Alle menunggu hingga beberapa jam kemudian Alle dapat kabar jika besok pagi ia di suruh datang ke perusahaan untuk wawancara


Alle berjalan keluar dengan hati sedikit senang, ya hanya sedikit karena ia masih harus berjuang saat wawancara nanti karena masih banyak pesaing yang datang wawancara esok hari


Pesaing yang mungkin lebih unggul dari nya, maka dari itu Alle harus menyiapkan mental untuk wawancara esok nanti


Keesokan pagi nya Alle sudah duduk anteng di kursi tunggu, ia tak sendiri melainkan ada beberapa orang yang juga menunggu untuk Wawancara


Detik berganti menit, menit berganti jam hingga kini akhirnya giliran Alle di panggil, Alle berdiri mengepalkan satu tangan nya ke udara menarik nafas dalam-dalam lalu ia masuk ke dalam


Pertanyaan demi pertanyaan pihak perusahaan lontarkan, dan alle menjawab nya dengan tegas dan lantang hingga akhirnya mereka sampai di keputusan akhir


"Selamat nona Alle anda di terima di perusahaan kami, besok anda boleh langsung bekerja" kalimat yang sedari Alle tunggu dengan jantung berdebar akhirnya terucap dan membuat nya senang bukan main


"Terimakasih terimakasih, saya akan bekerja dengan baik" ucap Alle membungkuk kan badannya


Pihak perusahaan tersenyum mengangguk, lalu Alle keluar setelah berjabat tangan

__ADS_1


__ADS_2