
"Kenapa kau ada di sini lalu kenapa kau bawa koper sebanyak itu?" tanya Dira menatap Alle tangan nya menunjuk koper Alle
Kini mereka berdua sudah masuk ke dalam rumah setelah membuat telinga Tetangga budeg dengan teriakan mereka
"Aku mau di sini saja sama kamu" ucap Alle tersenyum lebar
"Di sini?, lalu pekerjaan kamu?" tanya Dira
"Sudah keluar" ucap Alle dengan wajah biasa saja
"Keluar?* ucap dira menelisik Wajah Alle
"Apa kau ada masalah?" tanya Dira karena Alle mendadak sekali pulang ke Indonesia apalagi meninggalkan pekerjaan nya yang sudah beberapa tahun ia bekerja
"Tidak ada" Alle menggeleng kepala nya
"Beneran??" ucap dira tak yakin akan perkataan Alle
"Beneran masa aku bohong" ucap Alle menyakinkan Dira
"Baiklah. lalu kau akan bekerja dimana?" tanya Dira tak mendesak Alle untuk bercerita biarlah Alle nanti cerita sendiri karena ia yakin kalau allé punya masalah di sana
"Nanti aku akan melamar ke beberapa perusahaan di sini" ujar Alle tersenyum
"Baiklah apa kau sudah makan?" tanya Dira
"Belum, habis dari bandara aku langsung ke sini" ucap Alle menggeleng kepala nya
"Baiklah kau istirahat lah dulu pasti kau capek, aku mau mandi dulu,. lalu cari makan, tau kan kamar nya di mana?" ucap dira tersenyum lebar
"Tau lah, walau sudah lama aku tidak menginap di sini tapi aku masih hapal rumah ini" ujar Alle tersenyum menatap langit-langit rumah Dira
"Hahaha, aku kira lupa, sudah sana istirahat pulihkan badan kamu, weekend nanti aku ajak kamu jalan-jalan ke kota ini banyak yang berubah waktu kamu ppeegi" ucap dira berdiri menatap Alle
"Benarkah?" ucap Alle antusias
"Tentu saja" ucap dira mengangguk
"Kalau begitu aku tunggu janji kamu" ucap Alle berdiri menarik koper nya
"Oke bestie" ucap dira terkekeh
Mereka lalu pergi ke kamar masing-masing, rumah Dira terdiri dari dari ruang tamu, dapur, kamar mandi dan dua kamar
Tidak luas tapi lebih dari cukup untuk mereka, tapi jika orang menengah ke atas yang menempati nya akan beranggapan jika rumah itu terlalu kecil untuk nya
Malam hari di negara berbeda
"Terimakasih sayang waktu nya, aku semakin cinta sama kamu" ucap Nathalia pada Alex yang kini mengantarkan nya ke apartemen nya
__ADS_1
"Ya naiklah" ucap Alex tersenyum paksa, karena hari ini Nathalia sangat lengket pada nya bahkan saat ia hendak menghindar pun Dewi Fortuna tidak berpihak pada nya ada saja yang membuat mereka bersama
"Baiklah bye-bye" ucap Nathalia melambaikan tangan nya ia tak berani mengecup pipi Alex karena beberapa waktu lalu ia melakukan itu Alex menghindari nya
"Hem" Dehem Alex mengangguk
Nathalia pun berjalan ke dalam ke atas menuju kamar nya, sedangkan Alex langsung buru-buru mengambil ponsel nya
Hati dan pikiran yang sedari tadi tertuju pada Alle akhir nya kini bisa bernafas lega bisa menghubungi nya
Tapi ia kembali sesak di dada saat Alle tak menjawab ponsel nya apalagi saat ini ponsel nya tak bisa di hubungi
"Ayolah sayang jawab telepon nya" ucap Alex memegang erat stir mobil nya
"CK" decak Alex ia membanting ponsel nya di dashboard mobil lalu ia menjalan kan mobil nya menuju apartemen Alle
Sungguh ia tak sabar ingin menemui Alle, tak peduli ini sudah larut malam tapi ia tetap akan menemui Alle
Ciitt
Akhir nya mobil Alex sampai di depan gedung yang menjulang tinggi ia lantas turun berlari kecil ke dalam gedung ia memencet tombol lift
Ting
Alex keluar dari dalam lift setelah menunggu beberapa waktu ia berlari kecil berhenti di depan pintu apartemen Alle
Tak ada sahutan sama sekali
"Kemana dia" ucap Alex
Ia terus memencet bell sambil menghubungi Alle, tapi nihil pintu apartemen ataupun sambungan telepon tak ada Jawaban sama sekali
Itu membuat Alex bertambah gusar, ia lalu berbalik badan menuju lift ia akan menghampiri tempat yang mungkin Alle ada di sana
Tapi kenyataan itu harus pupus karena Alex tak mendapat tanda-tanda Alle di sana
Ia pun kembali ke apartemen Alle menekan Bell tapi lagi-lagi tak ada sahutan sama sekali hingga ia menyerah lagi
Dengan langkah gontai ia memutuskan untuk pulang ke apartemen nya
Beberapa hari berikutnya Alex masih saja tak bisa menghubungi Alle, ia pun menjadi uring-uringan
Beruntung Nathalia sudah kembali melakukan pemotretan di negara lain jadi Alex tak memperlihatkan amarah nya pada Nathalia
"Aakhh" Teriak nya frustasi ia melempar kan ponsel nya kembali karena tak ada Jawaban dari Alle
"Dimana kamu Alle, kenapa kamu menghindari ku" ucap nya putus asa ia mengusap wajah nya dengan kasar
Asisten Ben masuk ke dalam ia melangkah mendekati Alex yang tak menghiraukan kedatangan nya
__ADS_1
Sampai di depan meja kerja Alex, asisten Ben seperti menginjak sesuatu lantas ia memungut nya
(Ponsel?) batin nya
(Sudah kelima kali nya tuan membanting ponsel nya) batin asisten Ben menggeleng kepala nya ia pun meletakkan ponsel yang sudah retak di atas meja kerja Alex
"Berkas yang perlu anda tanda tangani tuan" ucap asisten Ben meletakkan beberapa tumpuk dokumen di hadapan Alex
Alex hanya diam ia menopang kepala nya di atas meja tanpa sekali berniat menatap asisten Ben
"Tuan" panggila asisten Ben
Alex melirik asisten Ben lalu kembali menopang kepala nya
"Saya tau keberadaan nona Alle" ucap asisten Ben
Membuat Alex terkejut pasal nya Alex tak memberi tahu hubungan nya kepada asisten Ben, kenapa asisten Ben tahu pikir nya
Ia menatap Asisten Ben dengan terkejut
"Saya tau tuan ketika tak sengaja saya melihat anda jalan berdua dengan nona Alle" terang asisten Ben yang tau maksud dari tatapan tuan nya
"Saya juga setuju jika anda berhubungan dengan nona Alle ketimbang nona Nathalia" jujur asisten Ben yang memang tak menyukai pribadi Nathalia yang boros, semau nya, tak terbantahkan dan masih ada yang lain
Alex memicing kan Mata nya
"Tapi tindakan anda mempunyai dua pasangan sekaligus tidak bisa di benarkan tuan" ucap asisten Ben menekankan kata mempunyai pasangan dua sekaligus
"Jadi lebih baik tuan pikirkan baik-baik, tuan harus memilih salah satu dari mereka, atau tuan akan kehilangan kedua nya" ucap asisten Ben
"Maaf jika saya lancang tuan, saya permisi" pamit asisten Ben
Alex masih diam ia mencerna kata-kata asisten Ben, memikirkan setiap perkataan asisten Ben
Di sisi lain
"Ayah, aku punya informasi yang luar biasa" ucap seorang pria dewasa menghampiri sang ayah
"Katakan" ucap ayah nya
"Tadi aku melihat dia ada di negara ini ayah" ucap nya girang seperti mendapat jackpot
" Apa kau yakin?" ucap ayah nya
"Tentu saja ayah aku yakin seratus persen" ucap nya
"Hahahah bagus, informasi yang sungguh luar biasa" ucap nya tersenyum lebar
Mereka pun tertawa lebar sambil memikirkan sebuah cara yang luar biasa
__ADS_1