
Sore hari nya
Alle sedang duduk di gazebo belakang segelas minuman dingin dan cemilan menemani nya menunggu petang tiba
Ia duduk bersila memangku bantal yang tersedia di gazebo itu tangan menscrol layar ponsel hingga beberapa saat ponsel nya berdering tertera nama Daddy di sana
"Hallo dad?" ucap Alle mengangkat telepon nya
"Apa kabar mu sayang apa kau baik-baik saja" ucap nya dengan nada lembut
"Alle baik dad, bagaimana kabar Mommy dan Daddy di sana" ucap Alle
"Mommy dan Daddy baik-baik saja" ucap nya tersenyum tipis
"Bagaimana dengan Ara dia tidak merepotkan mu kan?" ucap daddy
"Tidak dad dia anak yang baik" ujar Ara
"Syukur lah" ucap Daddy
"Mommy mana Daddy?" tanya Alle karena tak mendengar suara sang mommy
"Mommy baik-baik saja sekarang dia lagi istirahat" ucap Daddy melihat istrinya yang sedang terlelap di kamar mereka
"Ohh"
Setelah itu hening tak ada pembicaraan karena suasana yang canggung akhirnya Daddy mengatakan keinginan nya
"Alle?" panggil daddy
"Iya dad" jawab Alle
"Besok Daddy kirim seseorang untuk membantu pekerjaan rumah kah tidak boleh menolak sayang keputusan Daddy sudah final, Daddy tidak mau kau kecapekan mengurus rumah" ucap Daddy tanpa bisa di bantah
Alle diam memikirkan sesuatu
"Iya dad Alle terima tapi jangan banyak-banyak cukup satu atau dua saja" ucap Alle mengangguk
Ia sudah memikirkan tentang art ia menerima nya karena ia juga memikirkan nasib pak totok yang harus bekerja sendiri jika ingin buat kopi atau cemilan tidak perlu repot-repot datang ke belakang
Dengan ada nya art pak totok lebih fokus menjaga pagar soal makanan ia hanya tinggal bilang saja
"Iya Daddy paham sayang, ya udah kalau begitu Daddy tutup telpon nya dulu, jika kamu butuh bantuan kamu bisa hubungi Daddy" ucap Daddy
"Iya dad, Alle baik-baik saja" ucap Alle
"Jaga kesehatan ya di sana" ucap Daddy mengakhiri telpon nya
Alle mengangguk lalu telepon itu berakhir
Tak lama ponsel nya kembali berdering
"Hallo" ucap Alle mengangkat telpon nya
"I miss you " ucap Alex dengan nada penuh kerinduan
"I miss you too " jawab Alle terkekeh
"Aku kangen banget sama kamu" ujar alex
"Hahah" Alle hanya terkekeh
"Kok kamu ketawa" ucap Alex cemberut
__ADS_1
"Tidak boleh kah kalau aku ketawa " ucap Alle
"Ya tentu saja boleh malah kau terlihat lebih cantik kalau ketawa " ucap Alex membuat pipi Alle merah merona dengan gombalan receh
"Apaan sih kamu" ucap Alle malu
"Beneran bahkan matahari pun kalah dengan sinar terang mu saat ini" ucap Alex tersenyum lebar
"Alex" Alle tambah bulsing
"Hahahha pasti kau sedang malu Sekarang benar bukan?" tebak Alex mengingat wajah menggemaskan Alle ketika pipi nya merah merona
"Enggak" ketus Alle menenggelamkan wajah nya di atas bantal
"Hahah" tawa Alex pecah ia suka sekali menggoda Alle
"Aku tutup kalau kamu masih ketawa juga" ucap Alle
"Ehh jangan" ucap Alex langsung menghentikan tawa nya
"Ya maka nya" ucap alle
"Iya sayang, kau sedang apa sekarang kau sudah makan" ucap Alex dengan lembut
"Lagi duduk aja, aku udah makan tadi" ucap Alle
"Ohhh"
Mereka lalu mengobrol hingga lupa waktu bahkan Alle tak sadar jika Dira dan Ara sudah pulang dan mencari diri nya
"Yuhu aku pulang" teriak Dira memasuki rumah
"Kok sepi kakak kemana?* ucap Ara melihat rumah yang sepi senyap seperti tidak ada penghuninya
"Coba deh aku ke kamar nya" ucap Ara jalan ke kamar sedangkan dira duduk di sofa
"Kok gak ada" ucap Ara menghampiri Dira
"Masak sih" ucap dira
"Iya beneran, apa Kakak di dapur" ucaap Ara lantas mereka melangkah ke arah dapur tapi juga tetap kosong tidak ada orang
"Kemana tuh anak" gumam Dira ia lalu melihat pintu belakang yang masih terbuka
"Pintu juga tidak tutup* ucap Dira hendak menutup pintu tapi mata nya melihat sesosok yang sedang tiduran di gazebo belakang sesekali terkekeh sendiri
"Ar, sini" panggil Dira pada ara yang sedang minum
"Apa kak" ucap Ara menghampiri Dira
"Lihat noh di cariin ternyata sembunyi di sana" ucap dira menunjuk Alle yang tidur membelakangi nya
"Ngapain kakak di sana" ucap Ara heran ia membuka pintu belakang
"Eh tunggu" cegah Dira pada ara yang hendak menghampiri Alle
"Kita kerjain aja dia" ucap dira terkikik geli
"Kerjain Bagaimana kak?" tanya Ara tak mengerti
"Udah sini aku bisikin" ucap dira membisikkan sesuatu pada Ara
Ara mengangguk paham lalu mereka melakukan rencana mereka
__ADS_1
Sedangkan di luar Alle masih asyik ngobrol dengan Alex hingga langit mulai petang ia baru mematikan telpon nya
"Aduh udah mau malam aja, aku lupa nyalain lampu nya" ucap Alle bergegas membereskan apa yang ia bawa tadi ia lalu masuk ke dalam
"Kok pintu nya tertutup perasaan tadi aku keluar pintu nya aku buka deh" gumam Alle
"Mungkin aku lupa kalau pintu nya aku tutup" ucap Alle berfikir positif
Ia masuk ke dalam ternyata di dalam gelap gulita
"Gelap sekali" ucap Alle ia membuka senter di ponsel nya lalu meletakkan piring dan gelas nya di wastafel lalu ia melangkah ke sakral lampu
Tek Tek
"Kok gak hidup" gumam Alle
"Apa mati lampu" imbuh nya ia lalu mengarah kan ponsel nya untuk keluar rumah
Melihat listrik rumah tetangga nya hidup atau mati, Ia berjalan keluar melewati sofa ruang tamu
Brakk
Suara benda jatuh mengagetkan Alle ia mengarahkan ponsel ke arah suara terlihat sebuah buku yang cukup tebal jatuh di samping televisi
"Mungkin tikus lewat gak sengaja ke senggol" ucap Alle berfikir positif
Ia melanjutkan langkah tapi Tiba-tiba Tv Alle menyala hanya terlihat buram di layar tv
Alle semakin bergidik ngeri merasakan bulu kuduk nya merinding
"Kok merinding ya" ucap Alle mengelus kedua lengan nya
(Pasti anak-anak ini) batin Alle mengingat Ara dan Dira belum kembali
"Dira, Ara apa itu kerjaan kalian" ucap Alle tapi tidak ada sahutan sama sekali
Alle menghampiri tv tersebut dengan hati dag Dig dug ser lalu mematikan lewat remote tv yang ada di atas meja
"Kenapa bisa hidup sendiri?" gumam Alle meletakkan remot tv sambil menatap tv
Ia lalu melanjutkan langkah nya untuk keluar rumah tapi ketika ia sampai di depan pintu
Tok tok tok
Pintu terketuk dari luar dengan sangat pelan, pelan seperti film horor yang ada di Film Film
"Siapa" teriak Alle sebelum membuka pintu karena tak ada sahutan Alle memegang gagang pintu
Ttok tok tok
Pintu kembali terketuk sebelum Alle membuka nya karena Alle khawatir ada maling atau orang iseng Alle melepaskan gagang pintu lalu ia berjalan ke dapur mengambil sesuatu
"Apa ya" ucap nya melihat ke arah dapur
"Jangan pisau aku takut jadi tersangka" gumam nya melihat pisau menancap di tempat nya hingga mata nya melihat sebuah teplon ia langsung mengambil nya
Ia melangkah menuju depan tapi
Srek srek
"Tolong" terdengar suara perempuan dari belakang Alle yang tadi nya membelakangi pintu belakang kini berbalik dan menghadap nya
"Siapa itu" gumam nya
__ADS_1