
Alex dan Alle masuk ke dalam tapi sebelum itu Alle menggunakan sebuah masker untuk menutupi wajah nya
Cekrek
Cekrek
Cekrek
Suara ricuh, suara kamera dan Kilatan lampu kamera terus memenuhi ruang konferensi pers terus berbunyi seiring berjalannya Alle dan Alex ke podium
Setelah Alex dan Alle duduk di kursi paling depan suara ricuh hilang seketika tapi suara kamera masih terus bersahut-sahutan
"Selamat siang pada kalian semua, maaf jika kalian harus menunggu lama dari waktu yang telah di tentukan" ucap Alex
"Saya bersama kekasih saya ingin mengklarifikasi sebuah berita yang beredar" ucap Alex menatap Alle yang menunduk
Suasana kembali ricuh mereka menangkap foto Alle dan Alex
Alle merasa tak nyaman di foto seperti itu ia menunduk lebih dalam
"Tegakkan kepala mu sayang kamu tidak salah di sini, mereka tidak akan menyakiti mu" bisik Alex sambil menggenggam tangan Alle erat
Alle menoleh ke arah Alex, Alex pun tersenyum mengangguk, mata nya melihat ke arah Dira yang ada di samping asisten Ben yang entah sejak kapan mereka sudah ada di sana, mereka pun mengangguk bersama lalu Alle menatap mereka semua ia kemudian menegakkan kepala nya
Walau jantung nya berdetak kencang tak hanya Alle Dira pun begitu ia harap harap cemas meremas kedua tangan nya ia tak mau Alle kenapa-kenapa batin nya
Asisten Ben yang melihat Dira hanya tersenyum tipis
"Tenang semua, harap dengar kan saya" ucap Alex
Mereka semua kembali terdiam
"Berita yang sempat tersebar itu memang benar" ucap Alex
Mereka kembali bersuara ricuh
"Oh gila pasti itu perempuan nya"
"Masih punya muka Dateng ke mari"
"Kasian nona Nathalia"
Begitulah suara mereka, hingga suara pintu terbuka masuk lah seseorang perempuan berpenampilan modis memakai kacamata hitam berjalan menghampiri Alex dan Alle
"Alex" teriak nya membuang kaca mata hitam nya asal
Ia menangis berderai air mata, Alex dan Alle terkejut siapa perempuan itu tak hanya mereka para awak media pun ikut terkejut
__ADS_1
Langsung saja mereka mengabadikan momen tersebut
"Alex kenapa kau tega melakukan itu kepada ku" teriak nya siapa lagi kalau bukan Nathalia
"Kurang apa aku selama ini, menemani mu setiap saat setiap kau kesepian" ucap nya masih terus menangis
"Kau berubah sejak ketemu dengan wanita itu" teriak Nathalia menunjuk Alle
Alle yang di tunjuk semakin takut Alex yang paham pun mengelus lembut tangan Alle memberi kekuatan agar Alle tenang menghadapi situasi ini
"Kau perempuan sialan tega kau merebut kekasih orang menghancurkan hubungan orang lain" ucap Nathalia berderai air mata
"Nathalia" bentak Alex tak terima
"Hiks hiks bahkan sekarang kau berani membentak ku Alex, padahal dulu kau selalu berkata lembut dengan ku" ucap Nathalia terus menangis
"Cukup, dia tidak bersalah di sini aku yang bersalah" teriak Alex sudah tak sabar
"Lihat lah, sekarang dia membela wanita itu padahal di sini wanita itu yang bersalah" ucap Nathalia memandang para awak media
Mereka memojokkan Alle, menyalahkan Alle
"Benar dasar wanita tidak tahu malu"
"Menjijikkan"
Seharusnya ia tak mengikuti Alex batin nya bergejolak menyesali
"Tenang sayang" bisik Alex menghapus air mata Alle
Karena Alex tak tega melihat air mata Alle, Alex pun menatap asisten Ben, asisten Ben mengangguk lalu menghampiri nya
Memberikan sebuah map coklat, Alex membuka nya setelah Asisten Ben kembali ke tempat nya
"Dengar baik baik semuanya, wanita di samping saya tidak lah bersalah, dia juga tidak bersalah tapi aku lah yang bersalah" ucap Alex lantang sambil berdiri menatap mereka menunjuk Alle dan Nathalia
"Di sini kedua wanita ini adalah korban keegoisan saya, dia adalah mantan kekasih saya, korban keegoisan saya" ucap Alex menunjuk Nathalia
"Dan wanita di samping saya adalah korban yang paling utama di sini" ucap Alex menatap Alle
"Alex apa maksud kamu, kamu mau menutupi kesalahan dia " teriak Nathalia tak terima
"Diam" bentak Alex menatap tajam Nathalia
"Aku adalah paling bodoh di dunia karena sudah menyia-nyiakan cinta nya selama ini, kekasih ah bukan dia adalah istri ku" ucap Alex
Alle, Dira, Nathalia dan semua yang ada di sana terkejut bukan main apa maksud nya
__ADS_1
"Ya dia istri saya kita sudah menikah sebelum aku menjalin hubungan dengan nya" ucap Alex menunjuk Nathalia
"Aku sengaja tidak mengumumkan pernikahan saya karena saya tidak mau dia menjadi incaran musuh saya" ucap Alex menatap Alle
"Awal sebelum saya menjalin hubungan dengan nya, saya dan istri saya sedang bertengkar, emosi saya saat itu tidak stabil sehingga membuat saya salah jalan" ucap Alex denga rasa penyesalan nya
"Salah jalan hingga menjalin hubungan dengan orang lain yang juga tak tahu apapun" imbuh alex
"Tuan apakah anda punya bukti jika dia adalah istri anda?" tanya salah seorang wartawan yang penasaran
"Ya saya punya bukti ini bukti nya" ucap Alex mengangkat sebuah buku yang sudah di keluarkan nya dari map coklat tadi
"Wah benar mereka sudah menikah"
"Iya betul"
"Lihat tanggal nya mereka sudah menikah beberapa tahun lalu"
"Berarti selama ini nona Nathalia dong yang jadi orang ketiga" ucap mereka
Ya yang Alex memperlihatkan sebuah buku nikah dan foto pernikahan mereka beberapa tahun lalu
"Apa" ucap Nathalia tak percaya
(Jadi selama ini aku jadi orang ketiga) batin Nathalia
(Itu bukan kah buku nikah beberapa tahun lalu ketika aku dan alex melakukan perjanjian) batin Alle bertanya-tanya
"Lihat jadi di sini lah saya yang bersalah, saya sudah berselingkuh dengan orang lain" ucap Alex
Ia berjalan beberapa langkah ke arah Nathalia
"Untuk nona Nathalia saya Alex Kimbana meminta maaf yang paling dalam karena tidak mengatakan jika saya sudah menikah dan menjalin hubungan dengan anda" ucap Alex ia membungkukkan badan nya sejenak lalu kembali tegak
Ia berbalik ke arah Alle
"Istri ku, mungkin bukan kata maaf yang bisa membuat perbuatan ku di lupakan ataupun di maafkan, selingkuh bukan lah satu hal yang harus di lakukan" ucap Alex
"Tapi dengan amat amat sangat menyesal aku meminta maaf dari lubuk hati ku yang paling dalam, maaf kan aku yang telah bersikap egois, berselingkuh dan menjadi suami yang buruk untuk mu" ucap Alex membukukan badan nya ke arah alle
Alle menatap Alex tak percaya sungguh ia bingung sekarang ini ia tak tau harus berkata apa dalam hati nya selalu berkata apa maksud nya ini
Alex kembali tegak setelah beberapa menit membungkuk ia berjalan menghampiri Alle berlutut memegang kedua tangan Alle
Alle menatap Alex, begitu juga semua para awak media yang hanya bisa melihat wajah Alex karena terhalang meja di depan mereka
Mereka terus memabadikan momen itu setiap saat, kejadian di sana pasti sangat lah berharga begitu lah batin mereka
__ADS_1
"Nona, apa kau akan memaafkan suami anda yang sudah berselingkuh?" celetuk tiba-tiba seseorang wartawan membuat mereka menoleh ke arah Alle suara pun senyap menunggu suara Alle