Suami, One Day

Suami, One Day
Chapter 14


__ADS_3

Detik berganti menit, menit berganti jam, jam berganti satu hari, satu hari berganti Minggu, dan Minggu berganti bulan


Sudah lima bulan Alle di negara orang, negara yang keras kehidupan nya, selama itu pula alle menjalani hidup penuh dengan tantangan


Penuh dengan rintangan, dan ia sudah lalui itu selama lima bulan penuh, genap hari ini


Tak terlupa ia yang selalu beradu argument dengan Barbara, Alle selalu salah di mata Barbara apalagi jika Alle di puji-puji oleh ibu Sandra


Itu membuat ia semakin kesal terhadap alle, kebencian nya terhadap alle semakin besar


Ia benci Alle karena ia tak mau jika Alle di puji-puji, di dekati banyak orang dan yang paling Barbara benci adalah kedekatan alle dengan Michel


Padahal sejati nya Alle hanya menganggap Michel sebagai teman kerja nya tak lebih


Hari ini ia sedang menghadap langsung ke CEO perusahaan tempat ia bekerja


Ia akan di pindah tugas kan ke negara lain karena di negara itu CEO itu baru membuka cabang jadi ia perlu beberapa karyawan yang mumpuni untuk bekerja di sana


Oleh sebab itu ia akan menunjuk beberapa karyawan untuk siap bekerja dan tinggal di sana selama kontrak mereka berakhir


Termasuk Alle yang terpilih dan beberapa orang dari definisi lain


"Kalian semua akan di pekerjaan di negara Belanda di sana kalian akan membantu karyawan di sana untuk mengembangkan anak cabang perusahaan ini agar perusahaan ini bisa maju lebih baik lagi" ujar CEO tersebut menatap mereka semua


"Baik tuan" ucap mereka serentak


"Kalian beruntung bisa terpilih karena gaji kalian akan bertambah dua kali lipat dari gaji sekarang, dan tak lupa bonus yang sangat besar jika kalian bisa meraih poin" ucap CEO


"Iya tuan"


"Kami akan melakukan nya sebaik mungkin"


"Bagus kalian boleh kembali ke rumah untuk beres-beres, besok jam 8 pagi kalian tiba di bandara di sana kalian akan berangkat bersama" jelas CEO


"Soal komunikasi nanti kalian bisa menggunakan bahasa di Inggris tapi, dalam dua tiga bulan kalian harus sudah bisa berbahasa Belanda" ujar CEO


"Iya tuan" ucap mereka


"Silahkan keluar" ucap CEO


Mereka berbondong-bondong keluar yang berjumlah 5 orang dengan Alle


Mereka lalu kembali ke ruangan masing-masing begitu juga Alle


"Alle ke ruangan ku sekarang" ucap ibu Sandra ketika Alle baru tiba di ruangan nya

__ADS_1


"Baik Bu"ucap Alle mengangguk


Alle melangkah mengikuti ibu Sandra mereka masuk ke dalam, ibu Sandra duduk di kursi nya dan Alle duduk di depan nya


"Aku sudah tau jika kamu akan berangkat ke Belanda" ujar ibu Sandra menatap Alle


"Aku hanya ingin mengucapkan beberapa patah kata saja sebelum kau ke sana" ujar ibu Sandra


Alle hanya diam mendengarkan


"Nanti jika kamu sampai di sana kamu jaga diri baik-baik, jangan terlalu percaya omongan orang lain, ingat siapa yang kuat maka dia yang akan bertahan begitu sebalik nya" ujar ibu Sandra


Setelah perkataan ibu Sandra terhenti tak ada lagi omongan hanya keheningan


lalu ibu Sandra menghela nafas panjang ia menatap alle dengan tatapan enggan melepas kan


"Hah, jujur ibu gak rela kamu pergi tapi apa boleh buat" ucap ibu Sandra enggan melepas Alle pergi karena ia enggan jika bawahan nya yang cekatan dalam hal apapun akan pergi meninggalkan nya


"Nanti kalau jodoh nya kita bisa bertemu lagi kok Bu" ujar Alle tersenyum lebar


"Iya" ucap ibu Sandra mengangguk


"Ah iya, ini ambil mungkin berguna buat kamu" ucap ibu Sandra memberikan sebuah buku


"Hanya kenang-kenangan" ujar ibu Sandra tersenyum tipis


"Terimakasih" ucap Alle mengangguk


"Ya, pulanglah siapkan keperluan mu" ucap ibu Sandra tersenyum lebar


"Kalau begitu saya pamit pulang Bu" ucap Alle berdiri


"Iya hati-hati di jalan" ucap ibu Sandra mengangguk


Alle keluar ruangan ibu Sandra, ibu Sandra pun menatap pintu itu beberapa saat lalu menghela nafas panjang


Alle membereskan barang-barang nya teman teman nya yang melihat nya pun menghampiri Alle termasuk Deby


"Kamu beneran mau pergi?" tanya Deby karena mereka sudah tau jika alle akan ke Belanda


"Iya ini sudah keputusan ku karena aku ingin suasana baru" ucap Alle mengangguk


"Tapi di sana kamu gak punya teman" ucap Deby


"Nanti juga ada temannya" ucap Alle tersenyum

__ADS_1


"Tapi itu butuh waktu, tapi apalagi yang aku tau, cabang di sana orang nya judes judes" ujar deby


"Sudah aku pamit dulu jika kita jodoh pasti akan bertemu kembali" ujar Alle memeluk Deby


"Jangan lupa hubungi aku ya kalau sudah sampai sana" ucap Deby sedih


"Iya tenang aja, aku pamit ya, aku pamit semua nya" ucap Alle tersenyum menatap mereka semua


"Hati hati ya Alle" ujar mereka


"Oke terimakasih, jaga kawan ku ini ya" ucap Alle tersenyum menepuk bahu Deby


"Tenang nanti kita goreng dia" ujar salah satu dari mereka


"Ishh apaan sih masak aku mau di goreng kan aku bukan ayam" kesal Deby


"Hahahah" mereka tertawa melihat wajah Deby yang kesal


Alle hanya tersenyum menggelengkan kepalanya saja lalu ia keluar dari sana setelah pamit pada mereka semua


--


"Bagaimana apa paman masih mencari tau?" Tanya Alex pada asisten nya yang berdiri di depan nya


"Masih tuan, seperti tekad mereka sangat kuat mencari informasi tentang anda" ucap asisten Ben menatap Alex


"Memang apalagi ambisi nya menguasai harta kekayaan milik ku sangat lah besar" ujar Alex mengingat paman nya yang sangat serakah


"Iya tuan, lalu apa yang akan kita lakukan sekarang tuan" ucap asisten Ben menatap Alex


"Biarkan saja mereka, tetap alihkan perhatian nya jangan sampai mereka tau di mana kita berada" ucap Alex menatap tajam lurus ke depan


"Baik tuan" ujar asisten Ben mengangguk


Mereka saat ini berada di pusat perusahaan Alex yang sudah di pindah kan ke negara saat ini ia tempati


Meski pemindahan sangat lama tapi Alex berhasil melakukan nya tanpa sepengetahuan paman nya dan para sekutu nya


Ia memang sengaja memindahkan pusat ke negara lain agar Alex bisa mengontrol sepenuhnya tanpa ada campur tangan paman nya


Karena ia merasa paman nya tak berhak mencampuri urusan perusahaan


Karena Alex curiga jika di balik meninggalkan nya kedua orang tua nya dan kakek nya ada hubungannya dengan paman nya


Dan itu membuat Alex semakin ingin menguasai harta sepenuhnya milik keluarga nya dari tangan paman nya yang serakah akan kekayaan milik saudara nya

__ADS_1


__ADS_2