Suami, One Day

Suami, One Day
Chapter 98


__ADS_3

Brak


Pintu rapat terbuka sangat keras muncul lah pelaku nya dengan hidung kembang kempis


Menatap tajam orang di dalam nya wajah nya memerah menahan Amarah


"Kau wanita ular" teriak nya maju melangkah menghampiri dua orang yang terkejut dengan kedatangan nya


Tak lama asisten Ben datang dengan tergesa-gesa ia baru saja dari toilet karena panggilan alam yang tak dapat di hindari


Ia melihat seorang wanita datang dengan penuh amarah ia melihat Alex yang tengah berdiri jauh dari CEO DG dan memijat pelipisnya


"Maaf nona, tuan wanita ini


tiba-tiba masuk ke dalam" ucap asisten CEO DG melirik wanita tadi


"Kau siapa berani-beraninya masuk ke ruangan tanpa mengetuk pintu teriak-teriak seenak nya di sini bukan hutan" ucap wanita CEO DG


"Tidak punya sopan santun" imbuh nya menatap sinis orang yang tadi


"Bicara soal sopan santun seharusnya anda punya urat malu nona" ucap nya menatap tajam CEO DG itu


"Apa maksudmu" ucap nya tak terima


"Iya tak tau malu menggoda partner kerja" ucap nya


"Alle" ujar Alex


"Diam" sentak nya


Ya yang masuk barusan adalah Alle ia sampai di kantor langsung ke resepsionis menanyakan Alex


Setelah dapat informasi Alex di mana Alle langsung ke ruang rapat ingin memberi kejukan untuk Alex


Tapi siapa sangka di luar pintu ia mendengar suara wanita yang hendak menggoda suami nya


Ia marah mendengar itu langsung membuka pintu dengan kasar tapi ia lebih dulu debat dengan asisten wanita itu CEO DG yang bernama stela


"Kau wanita ular tak tahu malu berani nya menggoda suami orang" ucap nya menatap stela


"Heh, ternyata kau istri nya, bagus lah kalau kamu tau, kenapa kalau aku menggoda suami mu, enggak terima" ucap nya dengan remeh


Alle yang di katakan seperti itu bertambah marah


"Cantik sih tapi kalau kamu mau bersaing akan kalah, secara aku ini anak pemilik perusahaan DG yang cukup berpengaruh di negara ini, sedang kan kamu" ucap nya menatap Alle dari atas sampai bawah


"Aku yakin pasti itu baju nya lebih mahal baju ku, kita beda level" hina nya meremehkan penampilan Alle yang terlihat biasa saja


Tapi ia tidak tahu saja jika baju itu tak ada dua nya mahal bukan main


Alex mendengar nya merasa geram ia hendak bersuara tapi Alle lebih dulu bersuara


"Memang aku tidak pantas dengan dia yang sempurna " ujar Alle

__ADS_1


Stela yang mendengar nya semakin di atas awan


"Tapi saya lebih baik mendapatkan nya dengan hormat, dari pada kamu merayu suami orang tidak punya urat malu dan etika, perilaku yang tidak hormat" ucap Alle tersenyum mengejek


"Kau" geram stela menunjuk wajah Alle


"Asisten Ben" teriak Alle


"Iya nona" ujar asisten Ben menghampiri Alle


"Rekam kejadian ini" bisik Alle pada asisten Ben


"Anda tenang saja nona, di sini ada cctv merekam gambar dan suara kualitas terbaik" balas asisten Ben dengan berbisik


"Good" ucap Alle tersenyum penuh arti


"Hey kenapa kalian bisik-bisik" ucap Alex tak terima ia merasa cemburu


"Maaf tuan" ucap asisten Ben tertunduk takut


"Diam kamu Alex, kau wanita ular milih mundur atau kehidupan mu hancur detik ini juga" ancam Alle menunjuk Stella


"Cih kau mau bermain-main dengan ku? tidak takut, kau hanya orang biasa mana mungkin bisa menghancurkan kehidupan ku yang cukup berpengaruh ini" ujar nya dengan nada sombong


"Oh nantangin ya" ucap nya meletakkan paper bag di atas meja dengan kasar


Tak


Alex yang di tunjuk membulatkan matanya yang benar saja masa dia menyuruh orang untuk menggoda nya


"siapa takut" ucap nya percaya diri


Ia melangkah mendekati Alex lalu bergelayut manja di lengan Alex, Alex yang risih langsung menepis tangan Stella sebelum menyentuh tangan nya


Ia langsung mendekati Alle duduk di belakang Alle


"Duduk lah sayang nanti kau capek" ujar Alex menarik tangan Alle pelan, menyuruh nya Duduk di pangkuan nya


Tanpi Alle yang sedang mode tanduk menepis kasar tangan Alex, Alex hanya bisa pasrah di buat nya


"Lihat kan, kau seorang wanita seharus nya bisa menjaga diri ini malah menggoda suami orang, tidak takut kena karma menimpa mu dasar ular" sinis Alle


"Kau" geram Stella ia malu ketika mendapat kan penolakan dari Alex ia semakin benci dengan Alle


"Apa?, karena kamu telah menantang ku jangan harap kamu lepas dari tangan ku" ucap Alle tersenyum smirk


Alex yang melihat senyum Alle bergidik ngeri begitu pula dengan Asisten Ben


(Persis seperti tuan Alex ketika marah, tapi ini lebih menakutkan) batin nya


"Kau dengar baik-baik ya wanita ular walaupun penampilan ku biasa saja bukan berarti kamu bisa merendahkan ku seenak nya saja, ingat di atas langit masih ada langit" ucap alle


"Awas kau wanita kampungan aku akan buat hidup mu menderita, tuan Alex saya harap bisa memberi pengertian dengan istri anda jika tidak aku tidak akan tau kerjasama kita kedepannya" ucap nya lalu berlalu pergi meninggalkan mereka diikuti asisten nya

__ADS_1


"Woy jangan lupa, cek berita hari ini oke" teriak alle karena wanita itu sudah agak jauh


"Sayang " panggil Alex


Alle yang masih marah mengabaikan Alex ia keluar meninggalkan Alex


Alex yang di tinggal lantas menyusul


"Tuan, bawaan nyonya" panggil asisten Ben ketika melihat paper bag di atas meja


"Berisik " ketus Alex mengambil paper bag itu lalu berlalu menyusul Alle


"Dia bilang aku berisik padahal, aku cuma Diam saja" keluh nya


"Emang dasar bos semau nya sendiri" ujar nya lalu pergi ke ruangan nya


Di sisi Stella ia masuk ke dalam mobil dengan membanting pintu secara kasar


Brak


"Dasar wanita kampungan, berani beraninya dia mempermalukan aku" ucap nya


"Bayar seseorang untuk hapus rekaman di ruang rapat tadi sekarang juga" bentak nya pada asisten nya


"Baik nona" ucap nya mengangguk paham lantas ia menghubungi orang suruhan nya


(Liat saja kau bermain-main dengan ku akan ku rebut suami mu heh) batin nya dengan tangan mengepal


"Sayang" panggil Alex pada Alle kini mereka tengah duduk di sofa ruangan Alex


Alle yang sibuk memainkan ponsel nya Alex yang sedang merayu Alle yang sedang merajuk tanpa memperhatikan Alex yang tengah merayu nya


"Sayang sudah dong jangan marah, please " bujuk Alex menggoyang kan tangan Alle bak anak kecil yang sedang merengek pada ibu nya


"Alle sayang jangan marah ya, sudah marah nya nanti kalau kamu gak marah lagi janji deh aku turutin semua apa mau mu" ujar alex


Alle yang fokus memainkan ponsel menghentikan tangan nya lalu menoleh menatap Alex dengan penuh arti


"Benar?" ucap Alle tersenyum misterius


Gleg


"Ya ya" Alex mengangguk ragu ketika melihat wajah Alle tersenyum seperti itu


(Seperti nya aku salah ucap, tak apa lah yang penting dia tidak marah lagi) batin nya


"Kalau begitu putus kan hubungan kerja sama kalian" ucap Alle tersenyum tanpa dosa


(Sudah ku duga) batin Alex lemmas seketika


Memutuskan kerjasama dengan perusahaan DG berarti menghentikan proyek besar yang di garap nya


Dan membayar sejumlah uang pinalti yang tak sedikit jumlah nya ia menatap Alle yang masih tersenyum angguni

__ADS_1


__ADS_2