Suami, One Day

Suami, One Day
Chapter 68


__ADS_3

Di siang hari waktu Belanda seorang asisten mondar mandir menunggu kedatangan tuan nya


Ia menunggu di dalam ruangan salah satu hotel milik tuan nya, ruangan yang begitu luas, ada kamar, kamar mandi, ruang tamu, ruang santai dan ada dapur mini sudah seperti apartemen tapi ini di dalam hotel


Dengan harap harap cemas ia menunggu yang katanya sudah dalam perjalanan menuju tempat konferensi pers


Siapa lagi kalau bukan asisten Ben menunggu tuan nya Alex, dan Alle


"Aduh tuan Alex kok belum datang ya, padahal pesawat nya sudah sampai" gumam asisten Ben mondar mandir


Ia terus menatap pintu masuk menunggu kedatangan Alex dan rombongan karena siang hari ini mereka mengadakan konferensi pers


"Kenapa tuan pakek jemput nona Alle segala sih apa rencana nya" gumam asisten Ben masih belum mengerti jalan pikiran Alex


"Aduh, kurang sepuluh menit lagi" ucap asisten Ben melihat jam tangan nya


Hingga beberapa menit kemudian pintu masuk tak kunjung terbuka, asisten Ben tambah pucat pasi apa yang harus ia lakukan jika nanti Alex tak muncul juga saat waktu wawancara sudah di mulai


"Hah, mungkin aku harus membubarkan mereka ini sudah kurang dari dua menit" gumam asisten Ben melihat jam tangan nya


"Bilang saja konferensi pers nya di tunda hingga esok hari" gumam nya


"Kalau ada yang nanya di mana Alex?, bilang saja dia lagi sakit, ah ide bagus" ucap asisten Ben menjentikkan jari nya


Ia tersenyum puas lalu merapikan jas nya yang menurut nya kusut padahal jas nya masih rapi melekat di badan nya


Ia menatap pintu di depan nya tangan nya terulur membuka pintu


Ceklek


Bruk


"Aduh" bukan nya ia keluar malah ia terpental ke dalam ruangan terduduk di atas lantai


"Kau kenapa duduk di atas lantai, hahaha" tawa seorang perempuan dari belakang pasangan muda di depan nya


Asisten Ben yang mendengar tawa itu langsung menatap sumber suara sejenak ia terpana melihat wajah perempuan itu


(Apa aku sudah di surga?) batin nya tak menghiraukan orang di depan perempuan itu


Hingga seorang lelaki tampan menutupi pandangan nya


"Eh" ucap asisten Ben terkejut lalu mengadah ke atas menatap orang di depan nya


"Sudah puas menatap nya" ucap orang itu menatap asisten Ben


"Ehem, anda sudah sampai tuan?" ucap asisten Ben berdehem sambil berdiri menepuk pantat nya membersihkan dari debu yang menempel

__ADS_1


Ia juga mengalih kan perhatian karena ia malu terciduk ketahuan menatap seorang wanita


"Hem, suruh mereka menunggu beberapa menit" ucap Alex masuk ke dalam di ikuti dua orang perempuan


"Baik tuan" ucap Asisten Ben keluar menghendel awak media untuk mengulur waktu


"Kalian berdua bersihkan dulu badan kalian, di sana sudah ada kebutuhan kalian" ucap Alex menunjuk pintu berwarna putih


"Dan waktu kalian hanya sepuluh menit" imbuh nya


"Apa yang benar saja, apa kau tidak pernah melihat cewek dandan itu lama" protes wanita yang menertawakan asisten Ben


"Sudah lah, Dira kita sudah tidak ada waktu lagi" ucap Alle menarik Dira masuk ke dalam kamar


"Hah" Alex menghela nafas panjang menatap pintu kamar yang tertutup


Sepuluh menit kemudian Alle sudah keluar dari kamar tapi ia sendiri tanpa Dira di samping nya


Alex yang melihat nya pun mengerutkan keningnya


"Dimana sahabat mu yang cerewet itu?" tanya Alex


"Dia belum selesai " ucap Alle menghampiri Alex dan asisten Ben yang sudah berada di sana


"Ohh" ucap Alex mengangguk saja


"Kapan kau mengganti pakaian mu?" tanya Alle melihat penampilan Alex yang sudah rapi dan wangi dan berubah penampilan


"Ohh" Alle mengangguk paham ia fikir mungkin Alex mandi di kamar lain batin nya


"Ayo kita kesana sudah banyak yang menunggu" ajak Alex menggandeng tangan Alle


"Alle tunggu, aku belum selesai" teriak Dira dari dalam kamar ketika samar-samar ia mendengar ajakan Alex


"CK, wanita itu selalu menyusahkan, kenapa kau ajak juga sih dia" gerutu Alex


"Alex dia sahabat ku, tanpa dia aku mungkin aku merasa sendiri an di dunia ini" ucap Alle dengan pelan


"Kan ada aku sayang, ada anak-anak kita" ucap Alex tersenyum lebar


"Anak-anak?" ucap Alle mengerutkan keningnya


"Iya anak-anak kita nanti" ucap Alex tersenyum membayangkan mempunyai anak-anak dari Alle


"CK" decak Alle menggeleng kepala nya


"Kenapa apa kau tidak mau menikah dengan ku?" ucap Alex menatap Alle

__ADS_1


"Aku?, tentu saja mau" ucap Alle lirih di akhir kata dengan merona di kedua pipi nya


"Apa aku tidak dengar" ucap Alex tak mendengar


"Tidak dengar ya sudah" ucap Alle menghentak kan kaki nya kesal


"Hahaha kenapa wajah mu merah" gelak tawa keluar dari mulut Alex yang tak sengaja melihat wajah Alle yang merona


"Ah kau menyebalkan, Dira sudah selesai belum" teriak Alle memanggil sahabat nya


"Sebentar lagi" jawab nya masih dalam kamar


"Tuan ini sudah lama dari jam yang seharusnya" ucap asisten Ben melihat jam tangan nya lalu menatap Alex


"Hem" Alex mengangguk paham ia juga melihat jam yang melingkar di tangan nya


"Ayo kita lebih dulu ke sana" ajak Alex


"Lalu bagaimana dengan Dira?" ucap Alle


"Nanti mereka menyusul" ucap Alex melihat asisten Ben


"Benar nona kita akan menyusul nanti" ucap asisten Ben mengangguk


"Bener ya awas kalau kamu culik sahabat ku" ancam Alle menunjuk wajah asisten ben


"Ya nona" ucap Asisten Ben mengangguk lagi


"Aku kan sudah bilang jangan ajak dia kenapa kamu ajak juga sih" ucap Alex berjalan keluar dari ruangan


"Dia sahabat ku Alex* ucap Alle


"Ya ya ya" ucap Alex


Memang ketika mereka membereskan koper milik Alle Dira memberondong banyak pertanyaan sehingga Alex pusing mendengar nya


Dan karena tidak ada waktu untuk menjelas kan akhirnya Alle mengajak Dira ikut bersama nya


Tapi perkara mudah karena Alex menolak pada awalnya tapi Alle berusaha menyakinkan dan pada akhirnya Alex mengangguk pasrah


Sedangkan di dalam kamar asisten Ben sedang menunggu Dira dengan sabar yang dimana kata nya perempuan kalau dandan itu butuh waktu yang lama


Dan itu terjadi sekarang ini asisten Ben menunggu nya dengan bosan, ia sudah tak sabar menyusul Alex ke podium


Dan juga melihat situasi saat ini, walau pun ia sudah mempercaya kan pada orang kepercayaan nya


Tapi ia tidak enak kalau tidak mengawasi nya dengan mata kepala nya sendiri

__ADS_1


Begitu lah pikir nya hingga kaki yang sedari tadi tidak mau Diam bahkan duduk pun gelisah


Mau memanggil Dira pun tak sanggup, tak sanggup karena malu atas kejadian tadi


__ADS_2