Suami, One Day

Suami, One Day
Chapter 56


__ADS_3

Melihat itu Alle langsung menutup laptopnya meletakkan nya di atas nakas sedikit kasar ia langsung memejamkan mata nya setelah menyelimuti diri nya hingga ke ujung kaki hingga ke ujung rambut


Namun mata nya tak bisa di ajak kompromi buka nya ia mengantuk malah mata nya terbuka lebar


Ia terus terjaga hingga pagi hari, Pagi hari nya ia bersiap diri dengan wajah penuh kekhawatiran dan tergesa-gesa ia keluar dari kamar


Bertepatan itu ia melihat Dira yang juga baru keluar dari kamar masih menggunakan Piyama tidur nya


"Kau tidak mengindahkan perkataan ku Alle?" ucap dira menyipitkan mata nya


Melihat lingkaran hitam di mata Alle meskipun Alle sudah menutupi nya dengan make up, ya karena makeup natural tak bisa menutupi sepenuhnya


"Hehehe, maaf aku terpaksa karena tiba-tiba ada pekerjaan mendadak " ucap Alle tersenyum kaku


Padahal mengingat semalam ia tak bisa tidur bukan karena itu karena hal lain yang menggangu pikiran nya


"Pekerjaan mendadak?, apa bos mu seorang yang tak tahu waktu sehingga seenak nya sendiri memberikan pekerjaan di hari weekend" kesal Dira


Tak hanya membuat sahabat nya lembur ia juga mmebuat janji me time nya dengan Alle harus tertunda batin nya


"Maaf, tapi bonus nya lumayan banyak" cengir Alle


"Iya, Bonus banyak untuk membayar rumah sakit" ketus Dira


"Udah ya jangan ngambek, maaf me time kita weekend depan, aku janji" ucap Alle mengangkat tiga jari nya ke atas sambil tersenyum lebar


"Gak usah janji, aku butuhnya bukti" ucap dira


"Iya baiklah nanti aku buktikan, udah ya aku pergi dulu mau ketemu klien" ucap Alle melihat jam di tangan nya


"Ck pantas saja kau udah berpakaian rapi" Decak Dira baru menyadari penampilan Alle yang sudah rapi


Rok span hitam di atas lutut kemeja panjang soft pink berkerah pita yang di masukkan ke dalam rok, rambut yang di kuncir kuda panjang sepunggung


Makeup natural lipstik juga hampir sama dengan warna bibir nya yang pink, tas di bahu jam tangan yang melingkar di tangan nya dan sepasang flat shoes di kaki nya


"Tunggu tapi buka nya itu baju yang kemarin kamu cuci" ujar Dira mengingat pakaian kerja Alle kemarin


"Iya kan aku hanya bawa baju biasa, terpaksa aku pakai ini, gak papa lah udah kering juga untung kemarin sampai sini aku cuci" ujar Alle tersenyum lebar


Dira mengangguk saja


"Udah ya aku pergi dulu titip baju aku di sini, mungkin aku langsung balik ke kos san" pamit Alle

__ADS_1


"Iya hati-hati, jatuh bangun sendiri" ucap dira melambaikan tangan nya


"Siap" ucap Alle tersenyum lebar ia keluar setelah melambaikan tangan nya


"Huff untung saja tidak curiga" ucap Alle bernapas lega di depan pintu rumah Dira


Ia pun melangkah ke jalan besar menyetop sebuah taksi lalu masuk ke dalam mobil dan pergi meninggalkan rumah Dira menuju ke suatu tempat


Di sebuah ruangan VVIP di restoran terdapat seorang pria dewasa sedang duduk tenang tangan nya mengetuk ngetuk meja sambil sesekali ia tersenyum tipis


Ia tak sabar menunggu seseorang yang akan membuat ia tertawa penuh kemenangan


Senyum yang semula tipis kini ia tersenyum smirk melihat kedatangan orang yang ia tunggu-tunggu


"Selamat pagi Kaka ipar" ucap nya tersenyum lebar


"Langsung katakan apa mau mu" ucap Alle tanpa basa-basi


Ia menduduk kan diri nya sebelum orang di depan nya menyilakan ia duduk


"Tenang dulu Kaka ipar kau belum sarapan bukan mari kita sarapan lebih dulu sebelum membahas hal lain" ucap nya tersenyum lebar


"Kau" pekik Alle kesal dengan orang di depan nya yang sengaja mengulur waktu


Tak lama pesanan mereka datang


"Makan lah Kaka ipar aku tak menaruh sesuatu di makanan mu" ucap orang itu setelah pelayan pergi


"CK" decak Alle ia pun memakan makanan di depan nya dengan perasaan dongkol


Hingga makanan itu sudah habis Alle langsung menatap tajam orang di depan nya


"Bisakah kau langsung saja katakan apa mau nya tuan arsen?" ucap Alle menekankan setiap kata nya


Ya orang di depan Alle adalah Arsen anak paman Gilbert sepupu Alex, Alle tahu pria di depan nya karena ia menyelidiki orang di depan nya dengan bantuan teman nya


"Hahaha, ternyata Kaka ipar tidak sabaran ya" ucap Arsen terkekeh sambil mengelap mulut nya dengan sapu tangan


"Cukup apa tujuan mu mengirim email itu kepada ku" sarkas Alle pada Arsen yang mengirimkan email kepada nya semalam hingga membuat nya tak bisa tidur memikirkan isi email itu


"Tujuan?, tentu saja tujuan yang sangat luar biasa" ucap nya tertawa lebar


Alle semakin menatap tajam Arsen hingga menghunus jantung mata nya memancarkan api kemarahan

__ADS_1


Arsen yang si tatap itu sekejap menjadi beku tak di pikir kan jika tatapan mata Alle membuat tak berkutik


Tapi ia buang jauh-jauh rasa itu ia berdehem menormalkan kembali keadaan nya


"Ehem, mari kita buat kesepakatan jika kau menerima kesepakatan ini aku akan melepaskan nya tapi jika kau tak menerima kesepakatan ini aku tak akan membiarkan dia hidup dengan damai" ucap nya penuh ancaman


"Heh, kau mengancam ku?" ucap Alle tersenyum sinis


"Bukan mengancam tapi lebih tepat nya memaksa" ucap Arsen penuh intimidasi


Tapi tak membuat Alle takut ia harus memutuskan jalan keluar nya, ia yakin jika pria di depan nya tak bisa di pegang perkataan nya


"Kesepakatan apa yang kamu mau" ucap Alle


"Mudah saja, hanya kau berdiri di posisi ku untuk melawan Alex" ucap Arsen tersenyum licik


"Apa maksud mu" ucap Alle belum paham


"Empat hari lagi adalah rapat pemegang saham di perusahaan Kimbana, kau hanya perlu datang kesana duduk dengan tenang sebagai salah satu pemegang saham di sana" ucap Arsen tersenyum smirk


Dengan begitu ia akan terasa terpukul ketika melihat Alle duduk melawan diri nya batin Arsen tersenyum smirk


(Orang ini ternyata licik sekali, membawa ku untuk menekan Alex) batin Alle


"Apa kau bersedia Kaka ipar, jika tidak mau tidak apa-apa tapi nanti kau akan lihat sebuah berita kematian Alex karena bunuh diri tak sanggup membayar gaji karyawan" ejek Arsen


Alle diam saja


"Atau aku akan membuat media menyebar kan sebuah gosip yang mengatakan jika seorang pengusaha muda mempermainkan sebuah pernikahan demi harta" ucap Arsen tersenyum mengejek


Deg


Alle membulat kan mata nya orang lain mengetahui kontrak pernikahan dengan Alex beberapa tahun lalu


"Bagaimana jawaban Kaka ipar" ucap Arsen terus memojokkan Alle


(Sial, ternyata dia lebih licik dari rubah) batin Alle mengumpat kesal


"Beri aku waktu" ucap Alle mengepal kan tangan nya


"Dua hari aku beri waktu dua hari" ucap Arsen tanpa bantahan


"Baik dua hati lagi kita ketemu lagi" ucap Alle berdiri lalu pergi meninggalkan Arsen yang tersenyum puas

__ADS_1


Karena semalam ia sengaja mengirim Alle email yang berisi tentang perusahaan alex dan mengajak nya bertemu untuk membicarakan sebuah kesepakatan


__ADS_2