Suami, One Day

Suami, One Day
Chapter 65


__ADS_3

"Kita pikirkan nanti yang penting bagaimana kita keluar dari sini, aku tak mau terus-terusan di sini, terjebak tidak bisa ngapa-ngapain" keluh nya memegang dagu nya


"Soal itu sudah saya siap kan tuan" ucap asisten Ben melirik koper di tangan nya


Alex mengangkat alis nya sebelah, juga menatap koper si samping asisten ben, koper yang sangat besar


Karena Alex diam saja dan memandang saja asisten Ben berdecak lalu membuka koper nya


"Apa maksudnya ini?" tanya Alex ketika melihat isi koper itu


"Ini untuk penyamaran anda tuan" ucap asisten Ben menunjuk isi koper itu yang di mana isi nya adalah kain kasar obat merah dan juga Pakaian orang biasa


"Maksud mu kau menyuruh ku memakai pakaian ini" ucap Alex mengangkat pakaian itu dengan dua jari nya


"Iya tuan dan juga" ucap asisten Ben melirik ke arah kain kasa


"Jangan bilang kau mau membalut wajah ku ini" tebak Alex


"Iya tuan" ucap asisten Ben mengangguk


"Aku tidak mau" tolak Alex menggeleng keras


"Tapi ini jalan satu-satunya tuan" ucap asisten Ben


"Pokoknya aku tidak mau, pikir kan cara lain" ucap Alex berseri keras menolak ide asisten Ben


Dan akhirnya


Setelah memperdebatkan ide asisten ben, Alex yang selalu menolak asisten Ben yang juga gigih merayu akhirnya mendapatkan sebuah kesepakatan


Dan di sini lah mereka berdua berjalan, tidak lebih tepat nya Asisten ben saja yang berjalan karena Alex duduk di kursi roda dan di dorong oleh asisten Ben


Asisten Ben lengkap dengan penyamaran nya tadi tapi yang berbeda ia mendorong kursi roda bukan koper


Kursi roda yang tadi di antar kan oleh orang suruhan nya


Sedangkan Alex ia duduk di atas kursi roda dengan wajah, kaki tangan semua penuh perban


Awal nya Alex ingin penyamaran seperti asisten Ben tapi asisten Ben berkata


"Jangan tuan, itu terlalu mencolok mereka bisa curiga" elak nya


"Mereka pasti berpikir jika anda akan menyamar seperti saya saat ini" imbuh nya


Mau tidak mau Alex mengiyakan ide asisten Ben ia juga tidak mau ketangkap basah oleh awak media


Dan ini lah asisten Ben yang sekuat tenaga menahan tawa dan Alex yang cemberut menahan kesal


(Hahaha kapan lagi mengerjai tuan Alex, siapa suruh tiap hari memberikan pekerjaan yang banyak dia enak-enakan memadu kasih) batin asisten Ben

__ADS_1


(Kenapa aku mau saja di tipu asisten bodoh ini) batin Alex


Asisten Ben memang sudah merencanakan semua dari rumah tentang penyamaran Alex bisa di bilang mengambil kesempatan dalam kesempitan


Ya tak apa lah hitung-hitung hiburan bagi asisten Ben yang sibuk dapat tugas dari tuan nya


Mereka akhirnya sampai di samping mobil standar, mobil yang tidaklah mewah mobil yang di pakai karyawan biasa


Lagi-lagi Alex mengerutkan kening nya menatap tajam asisten Ben meminta penjelasan


"Agar mereka tidak curiga tuan" bisik asisten Ben sambil membantu Alex masuk ke dalam di bantu oleh sang supir


Dan lagi-lagi Alex mendengus kesal, gara-gara berita sialan ia jadi bahan candaan asisten nya batin nya


Setelah Alex duduk diam, asisten masuk ke samping kemudi menutup pintu lalu mobil itu melaju meninggalkan apartemen Alex dengan supir yang sudah duduk diam menanti mereka


Para awak media pun tak curiga terhadap mereka malah menatap prihatin pada Alex yang duduk di atas kursi roda wajah tangan hingga kaki nya hang terbungkus kain kasa


"Pasti sangat sakit batin mereka ketika melihat Alex"


Selama perjalan Alex terus mengumpat ia sudah tidak tahan dengan kain yang membalut wajah nya apalagi baju yang ia pakai sekarang ini


"Hah aku tidak tahan" kesal Alex tangan memegang kain kasa tersebut


"Tunggu tuan jangan anda buka, takut nya ada yang mengenali anda dan keberadaan anda di ketahui awak media" cegah asisten Ben


"Hah, awas saja kalau aku ketemu dengan pelaku nya" geram Alex


"Cari sampai dapat orang yang menyebarkan berita itu, dan juga bungkam awak media" ucap Alex menatap tajam ke arah depan


"Baik tuan" ucap asisten Ben mengangguk ia melanjutkan meninjau saham saat ini


Alex menatap jalanan kota ia memikirkan Alle saat ini, apakah Alle baik baik saja nanti kalau ia sudah sampai di tujuan ia akan menghubungi Alle


Mobil Alex terus melaju hingga sampai lah mereka di sebuah rumah cukup besar rumah yang terdiri dari tiga lantai


Mobil Alex masuk setelah di buka kan gerbang oleh satpam yang menjaga di sana


"Mari saya bantu tuan" ujar asisten Ben yang sudah membukakan pintu untuk Alex


"Tidak usah" ketus Alex ia keluar sambil melepaskan semua yang menempel di wajah tangan dan kaki nya


Ia berjalan dengan langkah cepat masuk ke dalam, asisten Ben pun mengikuti nya hingga mereka sampai di sebuah ruang kerja


"Lakukan meeting zoom satu jam lagi" ucap Alex


"Baik tuan" ucap asisten Ben mengangguk


"Kau lanjut kan pekerjaan mu" ucap Alex

__ADS_1


Asisten Ben mengangguk lalu pamit undur diri, sepeninggal nya asisten Ben Alex menghubungi Alle


"Hallo" ucap seberang sana


"Kau lagi apa" tanya Alex


"Hem lagi kerja ada apa?* tanya Alle


"Apa kau baik-baik saja?" tanya Alex lagi tanpa memperdulikan pertanyaan Alle


"Ya aku baik-baik saja" ucap Alle mengangguk


"Apa di sana semua nya baik-baik saja " ucap Alex


"Apa ada kejadian yang membuat mu tidak nyaman" imbuh nya


"Tidak ada, semua nya baik-baik saja, memang nya ada apa?" tanya Alle


"Tidak ada apa-apa kau lanjut lah Bekerja" ucap alex


"Baiklah" ucap Alle


Alex menutup telpon nya ia memikirkan satu hal


"Berarti berita itu tidak sampai di indo" gumam Alex


Tak lama asisten Ben masuk ke dalam sambil membawa tablet di tangan nya


"Tuan" ucap Asisten Ben memasang wajah bingung


"Ada apa?" tanya Alex


"Semua berita tentang anda sudah di bungkam oleh seseorang tuan, entah itu siapa saya tidak tau, berita itu hilang sebelum saya membungkam para media" ucap asisten Ben


Alex mengeryit heran


"Apa kau yakin?" tanya Alex


"Saya yakin tuan, bahkan semua berita itu hilang semua tanpa tersisa" ucap asisten Ben


Alex diam


"Cari tau siapa yang sudah membungkam media itu" ucap Alex


"Baik tuan, tapi mencegah hal tidak baik, lebih baik anda tinggal di sini sementara waktu" ucap asisten Ben


"Ya" ucap Alex mengangguk paham


Ia memang berencana tinggal di sini, di rumah nya rumah yang tak banyak orang tau hanya ia dan asisten Ben saja

__ADS_1


__ADS_2