Suami, One Day

Suami, One Day
Chapter 60


__ADS_3

Malam Hari di sebuah balkon hotel Alle termenung ia memutar mutar gelas wine nya yang rendah alkohol


Ia menyesapi sedikit demi sedikit mata nya menerawang jauh ia tak jarang ia menghela nafas panjang


Udara malam yang dingin menusuk kulit hingga ke tulang membuat nya enggan untuk masuk ke dalam ia masih nyaman di luar menggunakan dress lengan pendek panjang di atas lutut bewarna hitam


"Hah"


Ia menghela nafas panjang meletakkan gelas nya di atas pagar balkon ia menutup mata nya sejenak lalu menghembuskan nafas perlahan


"Sorry, but i can not" lirih nya


Asyik menikmati hembusan angin malam ia di buyarkan dengan ketukan pintu lantas ia membuka pintu


"Selamat malam nona, saya mengantar kan pesanan anda" ucap seorang pelayan membawa sebuah troli berisi makanan ringan, dan beberapa Snack


"Tapi_" ucap Alle terputus kala pelayan itu kembali berbicara


"Bukan kah anda tadi menelfon memesan makanan nona" ucap pelayan tersenyum lebar


Alle menggaruk kepala nya yang mendadak gatal, jujur ia juga lapar tapi ia tidak pesan makanan


Bahkan hidung nya mencium aroma yang sangat menggugah selera sehingga cacing di perut nya memberontak


Dan Tanpa menunggu jawaban Alle pelayan itu masuk ke dalam lalu menata makanan itu di atas meja


"Terimakasih" ucap Alle tersenyum canggung setelah pelayan itu menata makanan di atas meja


"Sama-sama nona, jika masih ada hal lain bisa menghubungi saya" ucap pelayan itu mengangguk hormat


"Iya" Alle mengangguk lalu menutup pintu setelah pelayan itu keluar dari kamar


Alle pun menghampiri makanan yang terjejer rapi, ia melihat semua nya hingga ia mengeryit bingung


Kala mata nya melihat sebuah piring yang tertutup sendiri, karena penasaran ia pun membuka nya perlahan


"Mencurigakan" ucap Alle tangan nya mengulur membuka nya perlahan tapi pasti


Hingga mata nya menangkap sebuah ponsel da selembar kertas


"Ponsel?" gumam Alle ia meletakkan penutup itu di atas meja lalu mengambil ponsel dan membolak-balik kan nya lalu ia mengambil selembar kertas itu


'Buka lah ponsel itu baby nanti kau akan tau, tapi jangan perlihatkan pada orang lain'


Bagitu lah isi nya, Alle membulatkan mata nya ketika membaca nya lantas pikiran nya tertuju pada seseorang yang ia rindukan siapa lagi kalau bukan Alex


"Alex?" gumam Alle


Ia langsung mengambil ponsel itu lalu menghidupkan nya


"Menyala" pekik Alle kegirangan

__ADS_1


"Tau saja aku tak bisa menghubungi nya" gumam Alle mengingat ponsel nya yang tergelak di atas nakas


Ponsel itu sudah si sadap oleh Arsen jadi aktivitas apapun yang Alle lakukan akan ia akan tau


Alle mengusap-usap layar ponsel ia menatap wallpaper yang terpasang wallpaper menampilkan foto diri nya dengan Alex saat mereka menjalin hubungan


"Hah, kalau boleh egois aku masih mengharapkan mu menjadi milik ku" ucap Alle menatap sendu


Ting


Notifikasi muncul di layar hp muncullah sebuah pesan singkat dari nomer seseorang yang di beri nama my love


"Nomer siapa ini?" gumam Alle tak peka


Ia membuka dan membaca nya


"CK CK ternyata Ia terlalu percaya diri" gumam Alle menggeleng kepala nya tapi juga tersenyum


Ia membalas nya hingga beberapa menit ia asyik dengan ponsel nya tanpa memperdulikan makanan atau perut nya tadi kelaparan


Kring kring


Nada panggilan masuk Alle pun menjawab nya dengan penuh ceria


"Hallo" ucap Alle mendadak gugup


"Jangan kau anggur kan saja makanan kamu sayang" ucap Alex tersenyum lebar


"Baiklah, tapi apa kau yakin tidak makan karena aku akan berbicara serius dengan mu" ucap Alex dengan lembut


"Ya nanti saja aku makan, tenang perut ku masih di ajak kompromi" ucap Alle terkekeh menepuk pelan perut nya


"Sayang bisa kah kau ceritakan dari awal sampai akhir, kenapa kau berada di pihak Arsen?" tanya Alex lembut tapi juga serius


Alle terdiam sebenar nya ia enggan memberitahu tahu Alex mengingat ancaman mereka


"Sayang kau mendengar ku, bicaralah aku tidak apa-apa" ucap Alex


"Tapi" ragu Alle


"Katakan lah, aku berjanji aku tidak apa-apa" ucap Alex menyakinkan


"Baiklah. . . " ucap Alle menceritakan semua nya


Dari pertama Arsen mengirimkan email pada nya lalu, bertemu di cafe menerima perkataan Arsen hingga ia sampai di Belanda Alle di sediakan tempat tinggal


Ponsel di sadap, bertemu dengan orang yang bernama Terry, menyuruh nya melakukan pembohongan dan juga ancaman tentang berita tidak sedap, dan satu hal yang Alle selalu ingat, mereka memata-matai Alle agar Alle tak mengatakan nya pada Alex atau bertemu dengan alex


"Jadi begitu" ucap Alle mengakhiri cerita nya


"Huft, memang dia licik seperti rubah" ucap Alex menghela nafas kasar

__ADS_1


"Jadi apa yang harus aku lakukan" ucap Alle khawatir


"Kau ikuti saja permintaan mereka, soal berita itu aku bisa mengklarifikasi nya" ucap Alex


"Baiklah, tapi beneran kamu tidak apa-apa?" ucap alle sendu


"Aku tidak apa-apa sayang jangan bersalah seperti itu" ucap Alex tersenyum lebar


"Tapi merasa telah meghianati mu" ujar Alle


"Is okey no problem baby" ucap Alex


"Tapi kalau aku bangkrut kau tidak meninggalkan ku kan?" imbuh nya


"Aku akan meninggalkan mu" canda Alle


"Apa jadi selama ini kau hanya menginginkan uang ku" ucap Alex sok terkejut


"Tentu saja, siapa perempuan yang tak mau uang" ucap alle terkekeh


"Kau tega baby, nanti kalau aku jadi gelandangan bagaimana?" ucap Alex


"Biarin" ucap Alle terkekeh


"Awas kau ya" ucap Alex


"Tidak takut wle" ejek Alle


"Hahah tunggu saja baby" ucap Alex


"Sudah sana tidur sudah larut malam" ucap Alex


"Aku mau makan dulu sebelum tidur" ucap Alle Melihat makanan di depan nya


"Apa kau tidak takut gendut?" ucap Alex


"Sekali-kali tidak apa-apa" ucap Alle terkekeh


"Baiklah terserah kau saja, ya udah i love you" ucap Alex tersenyum lebar


"I love you too" ucap Alle dengan pelan sehingga Alex hanya mendengar nya Samar-samar


"Tadi kau bilang apa?, aku tidak dengar" ucap Alex kegirangan


"Tidak apa-apa bye" ucap Alle lalu mematikan telpon nya secara sepihak


"Dasar kucing nakal" ucap Alex menatap ponsel dengan senang


Sedangkan Alle menutup wajah nya dengan kedua tangan nya karena malu


"Ih malu sekali rasa nya" ucap Alle salah tingkah, ia pun memakan makanan nya keburu makanan nya tambah lebih dingin tak lupa ia mengambil gelas di balkon

__ADS_1


Setelah makan Alle membuktikan ucapan nya yaitu habis makan tidur


__ADS_2