
Keesokan pagi hari nya keadaan sebuah kamar hotel begitu tegang mencekam hawa dingin meliputi suasana kamar
Padahal di luar sana cuaca nya sangat lah cerah tapi beda yang ada di dalam kamar
Mereka, Alle, Dira, Alex, asisten Ben, keluarga tuan Hutapea dan sekertaris nya memasang wajah tegang
Semua Diam dengan perasaan campur aduk mereka duduk di sebuah sofa Alex duduk di singel bed keluarga tuan Hutapea duduk di sofa panjang
Alle dan Dira duduk berdua di sofa yang cukup dua orang sedangkan duo asisten berdiri di samping tuan nya masing-masing
Alle dengan rasa tak nyaman sekaligus penasaran
Dira ia penasaran menatap semua orang di sana satu persatu
Alex ia menghela nafas panjang melihat suasana di dalam sana
Dul asisten hanya diam menunggu perintah sang tuan
Sedangkan keluarga tuan Hutapea menatap Alle dengan perasaan penuh harap apalagi nyonya Sheena yang menatap sendu anak sulung nya
"Ehem, pertama-tama saya akan menjelaskan tentang buku nikah antara aku dan Alle" ucap Alex memecah keheningan
Mereka sontak menatap Alex, Alex menghela nafas ia akan membuka cerita lama
"Saya dan Alle dulu pernah melakukan sebuah perjanjian" ucap Alex menatap Alle
Hanya menunduk di tatap semua orang
"Sebuah perjanjian pernikahan di mana saya dan Alle akan menikah dalam waktu yang singkat" ucap Alex
"Tujuan saya melakukan perjanjian itu adalah untuk merebut semua kekuasaan yang ada di tangan paman ku, mereka tidak akan memberikan kekuasaan itu sebelum saya menikah" ucap Alex
"Kenapa kamu memilih Alle tidak dengan yang lain" ucap dira dengan rasa penasaran
"Ya pertanyaan yang bagus, kenapa saya memilih Alle karena saya tertarik dengan nya tertarik akan kehidupan nya" ucap Alex
"Saya juga mencari informasi tentang kehidupan pribadi nya hingga saya mengetahui kalau Alle hidup dengan keluarga yang penuh dengan mata duitan" ujar Alex menggenggam tangan nya karena menahan emosi tentang keluarga Yohanes
"Apa benar begitu nak?" tanya tuan Hutapea menatap Alle karena sebetulnya ia juga sudah tau akan hal itu
Alle tak menjawab ia hanya mengangguk lemah menunduk kan kepala nya kebawah
Sama hal nya dengan Dira ia juga mengepalkan tangannya mengingat keluarga jahat itu
"Soal Alle anak anda saya tidak tahu karena saya hanya mencari tahu soal kehidupan pribadi nya bukan asal usul nya" ujar Alex
__ADS_1
"Kita melakukan perjanjian atas dasar kesadaran diri masing-masing dengan tujuan masing-masing, saya bisa merebut kembali harta saya dan alle bisa keluar dari keluarga jahat itu" ucap Alex menatap mereka yang masih setia mendengarkan cerita nya
"Setelah kami menikah saya dan Alle berpisah dan tak lagi menjalin hubungan dalam betuk apapun, saya juga memberikan uang kompensasi pada Alle" ucap Alex menatap Alle
Ia juga penasaran dimana uang pemberian Alex waktu itu apakah Alle tidak menggunakan uang itu pikir nya
"Lalu bagaimana soal Bu buku pernikahan kemarin?" ucap Alle memberanikan diri menatap Alex walau suara nya masing terbata-bata
"Setelah kita berpisah aku dan asisten ben terbang ke sini mengurus semua perpindahan kantor cabang dan sibuk dengan bisnis ku" ucap Alex
"Kami semua sama-sama sibuk hingga lupa untuk mengurus surat cerai, dan kini kau dan aku masih sah suami istri secara hukum tapi kita sudah tidak sah secara agama" ucap Alex menatap Alle
Alle menatap Alex dalam-dalam ia mencari kebohongan tapi yang ia dapatkan hanya lah sebuah kebenaran
"Jadi buku nikah itu asli?" tanya Dira memastikan
"Ya, mungkin Tuhan mempertemukan saya jodoh sejati saya, kami bertemu kembali setelah beberapa tahun tidak bertemu, dan buku itu muncul di saat waktu yang tepat" ucap Alex tersenyum tipis
Mereka menghela nafas panjang seakan batu yang mengganjal terangkat keluar
"Ehem" dehem Alex karena mereka masih sibuk dengan pikiran masing-masing
"Aku ada meeting beberapa waktu kedepan jadi aku permisi dulu" ucap alex melihat jam tangan nya
Asisten Ben yang paham dengan sigap mengikuti tuan nya
"Baik tuan" ucap nya
"Ma, pa, ara aku pergi dulu jaga Alle* ucap Alex menatap keluarga Hutapea
"Kau baik-baik lah di sini, mereka tidak akan menyakiti mu" ucap Alex menghampiri Alle dan mengusap pipi Alle dengan lembut
"Aku pergi dulu jaga dia, kalau kalian mau jalan-jalan silahkan tapi sebelum petang kalian harus pulang kesini " ucap Alex menatap Dira, Alle dan Ara bergantian
"Hem" dira mengangguk setuju
Setelah itu Alex menatap Alle sejenak lalu ia keluar dari ruangan di ikuti asisten Ben yang menyeret asisten tuan Hutapea
Ya asisten Ben merangkul bahu asisten tuan Hutapea lalu mengajaknya keluar secara paksa
"Dasar tidak peka, biarkan mereka menghabiskan waktu bersama mereka butuh waktu" ujar asisten Ben ketika mereka sudah berada di luar
"Hem" asisten tuan Hutapea hanya berdehem saya ia melepaskan tangan asisten Ben lalu pergi ke kamar sebelah
Asisten Ben hanya menggeleng kepala nya menatap punggung asisten tuan Hutapea ia lalu menyusul Alex yang sudah ada di depan pintu lift
__ADS_1
Beda hal nya di ruangan tempat mereka tinggal orang berbeda generasi itu saling diam sibuk melamun kan pikiran masing-masing
"Ehem om Tante mau saya buatkan minum?" tawar Dira tersenyum canggung Melihat mereka
"Tidak usah repot-repot" ucap nyonya Senna tersenyum lembut
"Tidak apa Tante" ucap dira tersenyum ia lalu berdiri tapi tangan nya di pegang Alle
"Sebentar saja aku juga haus" ujar nya berbisik pada Alle
Mau tak mau Alle melepaskan tangan nya Dira tersenyum lalu meninggalkan mereka menuju pantry
"Aku harus memberikan mereka ruang untuk berbicara " ucap dira mengelus dada nya ia lalu membuat jus untuk mereka
Ia memang sengaja memberikan ruang pada mereka untuk meluruskan semua kesalah Pahaman
"Kakak, boleh aku bantu" ucap Ara yang ternyata menyusul Dira ke pantry
"Kau kenapa kesini?" ucap dira menatap ara heran
"Heheh, sama seperti Kaka" ucap Ara terkekeh ternyata ia paham Dira ingin memberi waktu pada kedua orang tua nya
"Kau paham ternyata" ucap dira tersenyum tipis
"Tentu saja, aku mau bantuin apa nih?" ucap Ara menatap buah di depan nya
"Kau bantuin kupas buah aja bisa kan" ucap dira memberi kan sebuah mangga
"Bisa, pasti ini buat kaka kan?* tebak Ara
"Kok kamu tau?" kejut Dira membulatkan matanya
"Tentu saja tau karena Kaka seperti Daddy suka jus mangga, kalau aku seperti Mommy suka jus strawberry" ujar nya tersenyum lebar
"Berarti kita satu server" ucap dira mengangguk setuju karena ia juga suka jus strawberry
Gak hanya jus strawberry semua juga kau embat kan yang penting enak iya kan Dira_
"Oh iya, kakak suka jus strawberry?" ucap Ara
"Hem" Dira mengangguk
Mereka bahu membahu membuat jus untuk mencair kan suasana, untuk lemari Es di sana untuk sudah terisi penuh makanan buah-buahan dan sayur-sayuran dan minuman lengkap pakai komplit pokok nya
Untung Alex gercep mengisi lemari es itu kemarin saat selesai rapat keluarga emang mantu idaman
__ADS_1