
Di belahan lain Nathalia menggeram kesal, berita yang sempat menghebohkan dunia Maya membuat nya tak fokus untuk bekerja
"Akkhhh, pantas saja kau susah di hubungi Alex" teriak nya frustasi
"Awas kau ya wanita murahan" marah nya
"Nathalia, ayo sebentar lagi take" ucap sang asisten menghampiri Nathalia yang saat ini berada di ruang make up
"CK" decak Nathalia
"Aku mau sunting ini selesai satu hari satu malam saja aku mau kembali ke Belanda" ujar Nathalia keluar dari ruang make up di ikuti sang asisten
"Itu tergantung sutradara nya Nathalia" ujar sang asisten
"Aku tak mau tau pokok nya, harus apa yang aku mau" ucap Nathalia tak mau membantah
"Hah" asisten nya menghela nafas kasar ia muak dengan sikap Nathalia yang suka memerintah suka semau nya sendiri
Padahal film ini bukan dia yang membiayai nya, ia mau mengakhiri seenak nya
Ya memang film ini hampir selesai tinggal beberapa take, tapi butuh waktu untuk menyelesaikan nya bukan cuma satu hari satu malam saja
Yang ada mereka bekerja tanpa istirahat apalagi jika ada take yang tidak di hitung menambah waktu lama lagi
(Suka seenaknya sendiri, gak peduli perasaan orag lain) batin asisten Nathalia
Sebenarnya ia ada niatan mau keluar jadi Asisten Nathalia tapi ia sudah terlanjur menandatangani kontrak yang bekerja dengan Nathalia selama beberapa tahun
Jika ia keluar belum genap dengan surat perjanjian ia akan membayar denda dan mau tidak mau ia tetap bertahan dengan sifat Nathalia yang seperti itu
Di sisi Alex ia duduk kursi paling depan ia memimpin rapat dewan kali ini akibat berita yang membuat saham nya kembali turun
Rapat itu sudah berjalan sekitar tiga puluh menit mereka mengeluarkan uneg-uneg usul atau pendapat
Uneg-uneg karena menurun nya saham dan usul atau pendapat langkah yang seharusnya mereka ambil
Hingga rapat itu selesai beberapa menit kemudian dengan keputusan para dewan direksi menyuruh Alex melakukan jumpa pers
Entah itu menyanggah ada nya pihak ketiga atau mengakui jika hubungan Alex Nathalia baik-baik saja
Ya walaupun berita itu sudah hilang tapi tetap saja Alex akan melakukan jumpa pers untuk membersihkan nama nya dan membersihkan perusahaan nya
"Baik saya akan lakukan jumpa pers" ucap Alex lalu pergi meninggalkan ruang rapat
__ADS_1
"Tuan apa Anda yakin melakukan ini?" tanya asisten Ben ketika mereka berada di lift
"Kita lakukan apa yang mereka mau" ucap Alex dingin
"Tapi Nona Alle bagaimana, walaupun saat ini ia tidak tau nanti pasti ia tau dari orang lain, itu bisa membuat hubungan anda kembali renggang tuan" ujar asisten Ben
"Apa aku bilang akan mengakui hubungan ku dengan Nathalia baik-baik saja?" ucap Alex malah bertanya
"Tidak tuan" ucap asisten Ben
"Lalu apa kau perlu bertanya" ucap Alex keluar dari pintu lift
"Maksud anda akan melakukan yang sebaliknya tuan?" ucap Asisten Ben menatap Alex
"Tentu saja, aku tidak mau melepaskan Alle lagi hanya orang bodoh yang melakukan kesalahan yang sama" ucap Alex
Asisten Ben mengangguk setuju
"Adakan rapat pers dua hari lagi" ucap Alex
"Lebih cepat lebih baik" imbuh nya
"Baik tuan" ucap asisten Ben mengangguk
"Oh iya apa kau sudah tau siapa yang meredam berita tadi" tanya Alex menatap asisten Ben
Alex pun langsung mengecek email nya kening nya berkerut memandang heran layar monitor
"Ini tidak salah?" ucap Alex
"Tidak tuan itu semua benar, bahkan juga saya bingung apa untung nya buat beliau meredam berita itu" ujar asisten Ben
"Hem, selidiki tentang dia, aku mau informasi yang sedetail-detailnya" Titah alex
"Baik tuan, ada lagi?" tanya asisten Ben
"Pesankan aku tiket pesawat ke indo aku mau menjemput Alle" ucap Alex menyandarkan punggungnya
"Baik tuan" ucap asisten Ben
"Itu saja kau boleh pergi" ucap Alex mengibas kan tangan nya
Asisten ben pun pamit undur diri melaksanakan tugas nya, sedangkan Alex menatap ibu kota dari balik jendela kaca besar nya
__ADS_1
Jari nya saling menyatu mata nya menerawang jauh pikiran nya pun terbang entah kemana
Sedang kan di sisi lain Alle Baru selesai mandi ia mengusap usap rambut nya dengan handuk kecil mata nya melihat ke arah dinding
Setelah rambut nya kering ia menjemur nya di kamar mandi lalu ia merebahkan diri untuk tidur
Pagi hari Alle terbangun ia merentangkan kedua tangan nya melihat ke arah jam dinding lalu bangun merapikan tempat tidur lalu mandi
Selesai mandi ia berganti baju dengan baju kerja, kemudian ia mempoles diri nya di depan cermin
Hanya memoles secara natural ia pun bangkit setelah selesai mengambil ponsel dan tas nya
Ia pun keluar tak lupa untuk mengunci pintu ia berjalan menuju halte bus
Ia menunggu bus tak lama bus nya datang ia pun naik dan menikmati perjalanan hingga ke tempat kantor nya
Ciit
Bus berhenti di depan halte tak jauh dari kantor Alle ia pun turun lalu berjalan ke kantor nya sampai di depan gedung Alle buka nya masuk ke dalam malah ia belok ke kiri
Ia berjalan lalu berhenti di depan pengambilan uang atau di depan mesin ATM
Ia pun masuk ke dalam karena mau mengambil uang dalam ATM
"Mana kartu nya ya" ucap Alle mencari kartu di dalam dompet nya
Setelah ketemu ia pun mulai menarik uang nya dari mesin, selesai ia kembali memasukkan ke dompet nya
Katika ia hendak menutup dompet nya ia melihat kartu lain di dompet nya
"Oh iya aku masih punya kartu lain, kartu beberapa tahun lalu, kartu dari Alex" ucap alle
"Aku coba cek sekalian" ucap Alle
Lalu ia memasukkan nya ke mesin
"Hah aku lupa jika uang ini pernah aku pakai untuk bertahan hidup, kalau bukan karena aku kepepet aku tidak akan menggunakan uang ini" gumam Alle
"Aku menggunakan uang ini seperti aku menjual pernikahan ku saja" gumam nya tersenyum miris
Itulah kenapa ia enggan menggunakan uang dari Alex, lalu kalau bukan waktu itu ia kekurangan uang untuk bertahan hidup ia tidak akan menggunakan uang itu
Ketika ia mengingat uang itu jati nya terasa di remas seperti penghinaan dalam diri nya
__ADS_1
Ia kemudian mengakhiri Melihat uang itu lalu keluar dari sana masuk ke dalam Kantor
Tapi sebelum ia ke ruangan nya ia mampir ke kantin kantor membeli sarapan setelah membeli sarapan ia pun masuk ke ruangan nya