
Setelah mendapat pesan dari sutradara,Aros segera memberitahukan Victor mengenai pemeran Wanita pertama yang tidak bisa hadir,karena mengalami kecelakaan,tapi Mereka harus segera mencari pengganti nya.
"Tuan,Syuting harus selesai dalam Minggu ini,tapi pemeran Wanita pertama tidak dapat hadir !" Aros berdiri di depan Victor,yang sedang menyelesaikan pekerjaan nya.
"Apakah hal sekecil ini juga harus Aku yang turun tangan ?"Victor menatap Aros dengan kekesalan nya.
"Tidak Tuan,hanya saja Aku memberitahu Anda,mungkin Tuan punya usul !"
Aros menundukkan kepala nya.
"Eeemm.."Pria ini bangkit dari duduk nya,berdiri didepan Aros.
"Aku punya usul,Kenapa Kamu tidak menyuruh Maria saja yang menjadi pengganti pemeran utama !" Usul Victor kepada Aros.
"Tuan,Anda tau naskah ini banyak adegan pegangan tangan dan juga ciuman,apa Anda tidak keberatan Nyonya di sentuh oleh orang lain?" Tanya Aros,mendengar perkataan Aros,Victor menatap nya dengan tajam.
"Nyonya?dirumah Dia berstatus Nyonya,disini tetap Dia orang asing..!jalan kan saja sesuai yang Ku perintahkan !" Titah Victor,menyuruh Arso segera keluar dari ruangan nya.
Sesampai Aros di lokasi,semua orang telah berkumpul untuk melakukan syuting.
"Bagaimana,apa yang di katakan Tuan Victor ?" Tanya Pak Martin,Sutradara Mereka.
"Eemm..!"Aros melirik kearah Maria,wanita itu tersenyum melihat kearah Aros,saat tiba nya Aros berjalan kearah Maria.
"Tuan meminta Nyonya untuk menjadi peran pengganti Wanita !" Bisik Aros,mengejutkan Maria.
"Aku..?bagaimana bisa ? Aku tidak bisa !" Bantah Maria secepat nya.
"Lakukan saja,tidak ada yang bisa menolak,ini sudah jadi keputusan Ku !" jawab Victor yang baru saja datang .
"Tapi kenapa Anda tidak menanyakan kepada Ku dulu,kenapa mengambil keputusan sebelah pihak ?" Tanya Maria kesal menatap kearah Victor.
"Aku ingin mengambil keputusan apapun tidak perlu persetujuan atau ijin orang lain !siap kan alatnya Kita mulai sekarang ..!"
Mendengar keputusan yang sudah final,Maria hanya bisa mengikuti arahan dari Victor,meskipun tidak terima dengan keputusan itu.
Adegan demi adegan pun telah berhasil di lalui,meskipun ada beberapa adegan yang harus di ulang - ulang karena baru pertama kali bagi Maria untuk berakting di depan banyak orang.
__ADS_1
"Cut ..Cut...!Aduuhh...ini gimana kenapa mau adegan ciuman saja,harus banyak sekali jeda nya !" Teriak Pak Martin melihat adegan ciuman yang berulang kali di tolak oleh Maria.
"Pak Aku tidak bisa melupakan itu,Aku ini bukan artis,jadi Aku tidak menerima adegan ciuman ini!" Ujar Maria.
Victor berjalan kearah Maria, "Aku akan mengajari nya,Kami akan kembali dalam waktu 10 menit,Kita istirahat dulu ..!" Victor menarik Maria ke tempat penginapan Mereka.
Mark hanya bisa terdiam melihat Kakak dan kak ipar nya yang pergi begitu saja.
Ceklek ..! Blam..!
Pintu tertutup kembali saat mereka telah berasa di dalam kamar Victor.
Bugh..! Victor mendorong tubuh Maria ke dinding kamar.
"Apa yang Kamu lakukan,kita sudah berjanji untuk tidak saling mengenal satu sama lain saat di luar rumah Mu!"Ucap Maria.
Cup..! Victor mencium paksa bibir Maria,membuat Wanita ini terus saja memberontak,untuk melepaskan ciuman Victor.Namun, siapa sangka Pria ini lebih kuat dari dirinya.
"Haah...Haah..."Maria mencoba mengatur pernafasannya saat Pria ini melepaskan ciuman nya.
"Kamu berani ambil kesempatan untuk mencium Ku,Aku merasa sangat rugi !" Gumam Maria memelankan suaranya.
"Rugi?hanya mencium sepotong kayu apa nya yang bisa di bilang keuntungan ?harusnya Aku yang rugi,mencium Wanita beton seperti Kamu ..!"
Victor pergi meninggalkan Maria di dalam kamar,menyuruh Wanita ini untuk belajar lebih giat lagi,agar bisa berciuman dengan bagus.
"Pak Martin,untuk hari ini sudah dulu syuting nya,Kita akan lanjut besok pagi lagi !"
Pak Martin hanya bisa menganggukkan kepalanya saat mendengar perintah dari bos nya.
***
Maria duduk di kursi yang ada di taman,di tempat Mereka syuting sebelumnya.
"Kenapa Kau mengambil peran Wanita pengganti,seharusnya itu menjadi bagian Ku!" Ujar Jennifer yang duduk di sebelah Maria.
Maria menoleh kesamping saat Jennifer duduk di sebelahnya."Jika Kau mau,Kau bisa mengambilnya !" Jawab Maria yang bangkit dari duduk nya.
__ADS_1
"Apapun yang menjadi milik Mu,harusnya adalah milik Ku,sekarang Kamu bukan Nona besar di keluarga octanius lagi,melainkan gelandangan!" Cibir Jennifer kepada Maria.
"Aku tidak peduli!" Jawab Maria pergi meninggalkan Jennifer di taman.
"Tunggu ..!" Jennifer menghampiri Maria.
"Jika Kau tidak keberatan datang kerumah pada senin malam ada acara memperingati Papa Mu,jangan sampai tidak datang,takut nya ada gosip jelek tentang keluarga Kita,satu lagi jangan lupa bawa juga Suami Tua Mu itu,Aku ingin melihatnya !" Jennifer pergi melewati Maria.
"Ada angin apa Dia begitu,baik ?"Gumam Maria melihat Jennifer yang pergi meninggalkan Maria di taman.
"Haii..!kopi..?" Mark menawarkan kopi cup kepada Maria yang sedang melihat Jennifer pergi.
"Kalian saling kenal ?" Tanya Mark kepada Maria.Wanita ini menggelengkan kepala nya berbohong kepada Mark.
"Nih...!" Mark memberikan Kopinya kepada Maria,Wanita ini segera mengambil dan kembali duduk di kursi taman.
"Kenapa Kamu terima peran pengganti ?" Tanya Mark
"Kenapa semua Orang sangat ingin tau ?enggak cuma Kamu saja ya,Aku sendiri saja tidak tau kenapa Aku bisa jadi peran pengganti ?" Maria balik menatap Mark,yang masih menunggu jawaban dari dirinya.
"Apa ini karena Kamu menyinggung Kakak?"
"Seperti yang Kamu lihat!Aku dan kakak Mu tidak memiliki hubungan yang serius ini hanya lah sebuah perjodohan,Kami juga nanti akan berpisah setelah Oma sembuh!" Jawab Maria tersenyum kepada Mark.
"Kita lihat saja bagaimana Kamu bisa keluar dari hubungan ini tanpa menoleh kebelakang !" Gumam seseorang yang dari tadi memperhatikan Mereka,lalu meninggalkan jas mantel di bawah pohon.
"Aku harus kembali ke kamar Ku,ini sudah larut malam !" Ujar Maria bangkit dari duduk nya.
"Pakai ini,kalau tidak Kamu akan masuk angin!" Mark tersenyum kearah Maria yang berjalan meninggalkan dirinya.
"Ini ...!" Maria mengambil jas mantel yang di tinggalkan Victor,seharusnya jas mantel itu akan di berikan Victor kepadanya,saat melihat kedekatan Maria dan Mark.Victor mengurung kembali niat nya.
Maria mengambil jas mantel itu dan membawa nya bersama Dia,Wanita ini tidak tahu ini milik siapa,namun Dia suka dengan bahan jas tersebut,sangat lembut bahkan cantik,Dia berniat akan menyimpannya,jika tidak ada seseorang yang mencari nya maka itu akan menjadi miliknya,pikir Maria.
Victor berbaring di kamar nya,tanpa henti bayangan - bayangan Maria melintasi dari ingatan Pria ini.Membuat Victor susah untuk memejamkan matanya.
Meskipun sudah mencoba beberapa kali,ia tidak juga berhasil,bayangan Maria terus mengusik pikiran Victor,membuat Pria ini gelisah,terpaksa menenangkan pikiran nya dengan sebotol minuman yang terletak di atas nakas.
__ADS_1