SuamiKu Angry Birds

SuamiKu Angry Birds
92. 6 bulan Kemudian


__ADS_3

Hari ini Victor bersama dengan Maria baru mendarat kembali di Amerika setelah perjalanan mereka berlibur ke Swiss.


Victor terlihat begitu menempel kepada sang istri,ia terus saja memeluk Maria di dalam mobil.


"Sayang,berat!Kamu sepanjang perjalanan menempel di pundak Ku,membuat Aku lelah !" Keluh Maria,melihat suaminya yang masih menempel di pundaknya.


Victor terus saja mengelus perut Maria,yang Kini usia kandungannya memasuki bulan 8.Perut nya terlihat begitu buncit dan membuat Victor gemes ingin sekali mencubitnya.


"Sayang,Aku kangen dengan Oma dan Sulthan !"Ucap Maria melihat ke arah suaminya.


"Aku juga,kan Dia juga Anak Ku!" Jawab Victor yang masih meletakkan dagunya di bahu Maria,sesekali menggesekkan nya membuat Maria geli.


"Saya,jenggot Mu itu!" Protes Maria,menjauh.


"Sini!" Victor kembali menarik Maria di dalam pelukan nya.


"Sayang Kamu menjepit perut Ku!ha..ha..ha!"Maria tertawa geli saat perut nya menempel di perut Victor.


"Sorry !"Ucap Victor memegang wajah Maria, Cup !Pria ini segera mencium nya,tanpa memperdulikan sang sopir yang sedang menyetir.


"Terimakasih sudah menjadi Ibu dari anak-anak Ku!" Ucap Victor menatap dalam netra Maria,Wanita ini membelai wajah suaminya.


"Tuan,Kita sudah sampai !" Seru sang sopir yang berhenti tepat di depan rumah Bagaskara.


"Baik,Kami turun disini !"Ucap Victor membantu Maria turun dari taxi.


"Tuan Victor!"Sapa satpam yang berjaga - jaga di depan rumah Victor.


"Pak,bantu bawa kan barang ya,Saya bantu istri !" Seru Victor yang membantu Maria.


"Aku bisa sendiri !" Ujar Maria,yang malu di tuntun seperti orang buta.


"Kamu harus hati-hati,usia kehamilan Mu sudah besar,pasti sulit untuk jalan !" Pungkas Victor yang masih membantu Maria.


*Ting..Tong..Ting ..Tong


Ceklek* !


Pintu rumah Bagaskara terbuka,Victor kaget melihat sosok pria yang berdiri di depan nya.


"Mark?"Mata Victor menatap tajam kearah pria itu.

__ADS_1


"Sedang apa Kamu disini?" Tanya Victor mencengkram kuat kerah baju Mark.


"Aku yang meminta ia untuk kembali tinggal disini !" Sahut Oma yang baru saja menyusul ke depan pintu bersama dengan Sulthan.


Ada seorang perempuan cantik yang berdiri di belakang Oma,usia nya masih terlihat begitu muda.


"Oma ada apa ini?" Tanya Maria yang takut melihat Mark,ia bersembunyi di belakang Suaminya.


"Mark sudah berubah,Oma yang meminta Dia tinggal dengan Kita,dan ini istri nya!" Ujar Oma menarik perempuan cantik itu berdiri sejajar dengan Mark.


"Hallo,kakak ipar,Aku Mia larasati,Aku istri nya Tuan Mark !"


Ucap Perempuan cantik itu dengan sopan,penampilan nya terlihat sederhana,namun wajah dan tutur bahasa nya membuat semua orang kagum.


"Mia,kenal Kan ini Tuan Victor,dan ini istrinya,Kak ipar Maria !" Ujar Mark,memegang bahu istrinya,Mia mengulurkan tangannya,namun Victor mengabaikan nya,Maria segera menjabat tangan Mia.


"Senang berkenalan dengan Mu !" Ucap Maria sembari tersenyum,namun ia belum bisa menerima Mark sepenuhnya,ia masih teringat kasus sebelumnya.


"Mama..Papa..!"Panggil Sulthan yang berlari kearah Mereka.Victor segera mengendong Anaknya dan membawa Maria kembali ke kamar.


"Mark,Kamu harus sabar,Mereka sudah memaafkan Mu,namun melupakan kejadian yang dulu itu sulit !" Ujar Oma lalu pergi meninggalkan Mereka berdua.


"Kamu yang sabar ya sayang,Aku tau Mereka akan menerima Mu kembali!" Ucap Mia mengelus bahu suaminya.


"Sayang,ada apa ?" Tanya Victor yang duduk di sebelah Maria.


"Tidak ada !" Jawab nya singkat,lalu mengembangkan senyuman manis kepada sang suami.


"Kamu jangan takut,Aku akan selalu menjaga Mu,Aku tidak akan membiarkan Mark menyakiti Mu!" Ujar Victor lagi,yang sudah menebak apa yang di takuti istri nya.


"Aah !" Maria memegang perut nya.


"Ada apa ?" Seketika Victor panik.


"Baby nya nendang !" Jawab Maria.


"Sini Aku mau menyentuhnya!" Victor meletakan tangan nya diatas perut Maria,beberapa kali baby nya menendang membuat Victor bahagia.


"Apakah duku Sulthan juga begini!"Tanya Victor sambil mengelus perut Maria.


"Iya,Dia lebih kuat lagi nendang nya !" Jawab Maria.

__ADS_1


"Maaf ya sayang,Aku tidak ada di dekat Mu sayang masa-masa sulit begini,Kamu pasti lelah dan capek selama ini membawa ini kemana -mana!" Pungkas Victor,lalu mengecup perut buncit Maria beberapa kali.


"Anak Papa,baik-baik di dalam sini ya,jangan membuat Mama kecapekan atau susah tidur,Mama butuh istirahat !" Ucap Victor di depan perut besar Maria,membuat perempuan ini tersenyum geli.


"Sayang,apa yang Kamu lakukan,Kamu membuat Ku cemburu!" Ketus Maria mengerutkan bibir nya.


"Heeh!sama Anak sendiri cemburu ?"Victor membulatkan matanya melihat ke arah Maria,"bagaimana kalau besok Kita USG,Aku ingin melihat jenis kelamin nya,di Swiss terlalu menikmati liburan sehingga lupa untuk USG!" Keluh Victor kembali duduk di samping Maria.


"Boleh,besok Kita ke tempat Dokter Ayu,sekalian membawa bingkisan untuknya !" Ujar Maria,lalu berusaha untuk bangkit,tapi ia malah kesusahan,Victor segera membantunya untuk berdiri.


"Mau kemana ?"Tanya Victor.


"Aku ingin mandi!" Jawab Maria berjalan kearah kamar mandi.


"Tunggu,Aku akan membantu Mu!" Ujar sang suami yang langsung bangkit dari duduk nya,dan menghampiri Maria di ambang pintu.


"Kamu enggak boleh melakukan apapun selain membantu Ku mandi !" Titah Maria yang mengingatkan suaminya ini yang super mes*m.


"Iya..iya,memang nya Kau cowok apaan,enggak bisa tahan godaan !" Ujar Victor membantu Maria untuk membuka bajunya,baru saja ia berjanji tidak akan menggoda Maria,tapi melihat buah pepaya bergantungan saja,membuat hasr*t nya naik turun.


"Ayoo,apa?tadi Kamu sudah janji Lo mas!" Ucap Maria mengingatkan suaminya lagi.


"Iya..ya Aku ingat !" Ketus Victor kesal,Maria menahan tawanya.


"Tapi yang ini sungguh menggoda !"Sambung Victor menyentuh pepaya gantung milik Maria.


"Jangan sayang,Aku sudah gerah,ingin cepat -cepat mandi !" Maria segera membalikan tubuh nya berjalan kearah bathub.


"Jangan berendam lama-lama,nanti baby nya kemasukan air !" Ucap Victor,seketika membuat ,Maria tertawa.


"Ha..ha..ada-ada saja Kamu mas !"


Victor membantu mengusap punggung Maria dengan sabun,lalu memijit pelan bahu nya,Maria terlihat begitu rileks berada di dalam bathub.


"Sayang,besok Aku akan pergi dinas ke Australia!"Cetus Victor,Maria langsung menoleh kearah suaminya.


"Tapi..Aku bagaimana?" Tanya Maria sedih.


"Jangan sedih disini ada banyak orang,sekarang juga ada Mia,seperti nya ia orang baik!" Pungkas Victor membasuh tubuh Maria dengan air bersih.


"Begitu tugas selesai,segera pulang,Aku tidak mau ditinggal lama-lama!"Maria menyentuh wajah Victor.

__ADS_1


"Pasti!Cup..!"Victor me lu matkan bi bir Maria,Pria ini dari tadi telah menahan nya,tapi begitu dapat lampu hijau dari Maria ia segera menerkam istrinya.


__ADS_2