
Wanita yang masih berpakaian gaun panjang yang indah,berbaring di atas ranjang,tertutup setengah tubuh nya oleh selimut.
Maria membuka matanya perlahan,menatap langit-langit kamar,nyawanya belum terkumpul semua,ia langsung duduk diatas ranjang,dan menatap pintu kamar.
"Kenapa Aku di rumah,dimana Sulthan?"Gumam nya turun dari ranjang.
Ceklek !
Maria membuka pintu kamar,ia tidak dapat menemukan siapa pun di lantai atas,ia segera turun ke lantai dasar untuk mencari semua orang.
Tap
Tap
Tap
Maria berdiri diatas anak tangga terakhir,melihat ke kiri dan kanan nya,ruangan yang besar itu terlihat begitu sepi,Maria masih berusaha mencari sosok Nyonya Flores,namun ia tidak menemukan Nyonya Flores di ruangan tamu.
Maria segera masuk ke dapur untuk mencari Nyonya Flores,terlihat wanita yang sudah berumur itu,sedang meminum teh nya.
"Tante !" Panggil Maria berjalan mendekati Nyonya Flores,dua orang pelayan yang sedang sibuk menyiapkan sarapan.
"Dimana Calvin dan Sulthan,kenapa Mereka belum kembali?"Tanya Maria duduk di sebelah Nyonya Flores.
"Sebentar lagi Mereka kembali,Kamu naik keatas dulu,terus mandi,ya nanti Kita sama-sama menyambut Mereka !" Ucap Nyonya Flores.
"Benar Tante?apa Calvin sudah mengabari Tante ?" Tanya Maria, Nyonya Flores mengangguk nya.
"Aku akan mandi dulu Tan..!" Maria bangkit dari duduk nya dan berjalan menuju tangga.
"Maafkan Tante Mar..!Tante terpaksa berbohong,Tante sendiri belum tau gimana kondisi Sulthan !" Gumam nya lagi menatap kearah punggung Maria yang berlalu dari ruangan dapur.
Di tempat Calvin,di pinggiran jurang,semua tim masih antusias mencari keberadaan korban.Namun,sudah sepagi ini belum ada juga titik terang mengenai hal itu.
"Tuan !maafkan Kami,Kami sudah mencari sepanjang jalan,namun tidak menemukan korban bahkan penculik juga!"Ucap salah satu pemimpin tim SAR.
"Bagaimana bisa!kalian harus mencari sepanjang sungai itu,Aku tidak mau tau,secepatnya harus menemukan Mereka,jika tidak Kalian akan tau akibatnya !"Seru Calvin memandang lekat kearah pemimpin tim SAR.
"Baik Tuan,Saya permisi dulu,Aku akan melakukan itu sekali lagi!"
__ADS_1
Haris datang menghampiri Calvin.
"Tuan Kita pulang dulu,Anda dari semalam tidak beristirahat jika terus begini,kesehatan Anda akan memburuk!"Ucap Haris berdiri di sebelah Calvin.
"Jika Kita kembali,bagaimana Aku menjelaskan nya kepada Maria,Dia pasti akan bertanya tentang Sulthan!" Jawab nya,berjalan kearah dekat jurang.
"Tuan,berhenti!"Haris menyusul Calvin yang berdiri di dekat jurang .
"Jangan terlalu dekat,berbahaya,Anda bisa menunggu di mobil,Aku akan memantau Mereka disini !" Ucap Haris membujuk Calvin,akhirnya Pria ini yang sudah lelah dan belum istirahat dari semalam,ia segera berjalan kearah mobil.
***
Victor turun dari mobil,dimana tempat sebelumnya sinyal dan jaringan ponsel hilang,ti-ga mobil berderet di depan mobil Victor,yang baru saja datang.
"Bos!"Sapa Mereka serentak berbaris di depan Victor.
"Mobil penculik hilang di titik ini,sepertinya ada sesuatu yang Kita lewati!" Ucap Victor.
"Tuan,Aku akan memeriksa kembali gerak GPS,seperti nya ada sesuatu yang mengganjal " Ucap Aros yang mengeluarkan laptop dari dalam mobil.
Victor mengambil laptop di tangan Aros.Memeriksa ulang,ia melihat dari awal geraknya GPS hingga berhenti di titik saat ini,dimana tempat Mereka berdiri.
Aros segera memperbesarkan layarnya,benar saja di titik jam 21:00 mobil berhenti 3 menit,lalu bergerak lagi,karena Victor tidak fokus ke layar ia melewati titik berhentinya GPS.
Tap..Tap..Tap...Tap..!
Seseorang berlari kearah Victor, "Bos,mobil yang Mereka kendarai ada di dalam hutan !" Ucap Pria itu dengan nafas masih tersengal-sengal.
"Sudah Ku duga,karena di layar ini ada 3 menit GPS berhenti sebelum sinyal dan jaringan hilang!"Jawab Victor,mengikuti Pria itu masuk dalam hutan.
"Tuan,ini bukan Grace dan Airin saja yang terlibat,seperti nya ada seseorang yang membantu Mereka untuk melakukan kejahatan ini!" Ucap Aros berada di belakang Victor.
"Benar,seperti nya pemikiran mu benar,pasti ada orang hebat yang membantu Mereka !"Jawab Victor.
"Tuan lewat sini!" Teriak Pengawal yang berdiri di depan mobil milik Victor,yang sebelumnya di gunakan oleh Airin dan Grace.
"Tidak ada jejak yang di tinggalkan oleh Mereka !" Ucap Aros memeriksa sekitaran mobil.
"Angkat mobil ini ke jalan,Kita berpencar disekitar sini !" Seru Victor mengajak beberapa Pengawal nya masuk lebih dalam ke hutan.
__ADS_1
"Baik !"
Jawab Mereka serentak,sebagian pengawal pergi untuk mengambil alat untuk menarik mobil,sementara sebagian orang masuk ke dalam hutan.
"Tuan !" Panggil Aros yang melihat sesuatu benda yang tertinggal tidak jauh dari mobil.
"Ini seperti sepatu milik Bayi,Aku yakin ini punya Sulthan !" Sambung Aros lagi.
"Cepat cari lagi,seperti nya Mereka telah masuk ke dalam hutan!"Jawab Victor membawa sepatu milik Sulthan bersama dengan nya,lalu menyimpan di saku jas.
Sudah lebih dari beberapa jam Mereka mengelilingi hutan,namun tidak menemukan adanya petunjuk lain,selain sepatu.Bahkan Mereka sudah mencari sepanjang malam.
Mereka melihat sungai yang air nya begitu deras,lalu berhenti di dekat aliran sungai,melihat disekitaran hutan tapi tidak ada rumah atau pun penduduk disana yang masuk dalam hutan.
"Bos,tidak ada petunjuk lain selain sepatu,bahkan Kita tidak menemukan sa-tu pun gubuk disini !"Ucap salah satu pengawal.
"Sial!" Umpat Victor.
"Tuan ...!" Teriak Aros membawakan laptop bersama nya.
"Ada apa ?" Victor berbalik menatap Aros.
"Lihat ini !" Aros menunjukan statistik saham milik Victor yang di Australia,turun drastis,membuat kerugian bagi perusahaan D & G.
"Selidiki penyebab nya !" Titah Victor,berbalik untuk menyebrang sungai.
"Bos,tunggu !" Teriak Pengawal yang melihat Victor ingin menyebrang sungai.
"Anda tidak bisa menyebrang,arusnya terlalu kuat,Anda tidak bisa menyebrang dalam keadaan tanpa alat !Aku yakin mereka tidak datang kemari,karena Kita tidak mendengar tangisan baby!" Sambung pengawal lagi,Victor berbalik menghampiri Mereka.
"Aku ingat sesuatu!harusnya mereka akan kesana!"
Ucap Victor mengajak yang lain keluar dari hutan.
Sampai di dalam mobil,Aros membereskan masalah di Australia.
"Tuan,seperti nya ini ada hubungan nya dengan penculikan Sulthan,Mereka sengaja menyerang cabang perusahaan Anda di Australia,supaya Anda lebih fokus kesana dari pada mencari Sulthan !"Jelas Aros,telah menyelidiki semua kondisi di Australia.
"Aku tau !hubungi hacker,suruh mereka bereskan semua masalah,Kita akan pergi ke suatu tempat!" Titah Victor mengambil posisi kemudi,karena Aros sedang menyelesaikan masalah di perusahaan cabang.
__ADS_1