SuamiKu Angry Birds

SuamiKu Angry Birds
59.Suhu dingin


__ADS_3

Maria duduk disamping Victor,Pria itu melirik kearah Maria yang mengenakan baju formal nya,ia memakai rok di atas lutut,Victor segera melepaskan jas milik nya,lalu melemparkan ke atas pangkuan Maria,sehingga menutupi paha nya yang terbuka.


"Terimakasih !" Ucap Maria melihat sikap peduli Victor.Pria ini masih mempertahankan egonya,ia tidak menjawab,ia lebih fokus ke laptop nya,Aros yang sedang menyetir melirik ke arah mereka dari spion depan.


'Tuan,Tuan..!Anda masih saja bersikap acuh begitu,padahal ini kesempatan Anda untuk merayu Nyonya kembali !'Aros terus saja melihat pandangan yang ada di kaca spion.


Tab..! Victor menutup laptop nya,membuat Aros kaget,dan memindahkan pandangan nya ke depan.


"Fokus saja menyetir yang benar,tidak ada yang mau mati hari ini!" Ketus Victor dengan datar,membuat Aros seketika terdiam,Maria hanya terdiam saja mendengar ucapan Pria di sebelahnya.


Di dalam mobil ada ti-ga nyawa yang pergi bersamaan.Namun,terasa begitu sepi,suhu nya dingin,padahal Aros telah mengatur suhu di dalam mobil.


"Nona Maria,kenapa Anda pergi ke lahan Proyek sekolah ?" Tanya Aros mencairkan suasana yang seperti kuburan itu,sepi dan mengerikan.


"Aah,ia ini pekerjaaan pertama saya,Saya di rekomendasi kan oleh seseorang untuk menerima proyek ini,Saya sudah melihat isi berkas proyek tersebut, jadi saya tertarik untuk mendesain kan nya,makanya hari ini saya ikut melihat lahan,dan juga agar bisa langsung membahas kepada sponsor dan juga pemilik proyek besar ini!"Jelas Maria panjang lebar,dalam diam Victor melirik kearah Maria yang begitu antusias untuk bekerja.


"Kenapa Kamu bekerja?siapa yang menjaga Sulthan?apakah ini untuk kebutuhan Sulthan,atau kebutuhan Mu sendiri?"Tanya Victor dengan datar,Maria melihat Pria yang duduk di sebelah nya berbicara dengan dirinya,namun malah melihat ke arah lain.


'Nyonya Anda tidak salah jatuh cinta pada Pria dingin seperti Tuan,yang salah itu Tuan,tidak pandai mengambil hati wanita,apalagi merayu?kapan memang nya terakhir kali Dia merayu,seperti nya belum pernah ' Aros masih melirik kearah mereka.


"Ini untuk masa depan Kami berdua,Aku melakukan ini untuk Anak Ku,jika bukan Aku yang berjuang siapa lagi,dari sejak lahir sampai sekarang Aku yang berjuang!" Jawab Maria tegas,perkataan Maria membuat Victor tersindir,selama ini Victor tidak pernah menanggung kebutuhan Sulthan.


'Tuan,Anda salah bicara,harusnya Anda tidak bertanya seperti itu,itu sama saja gali lobang untuk diri sendiri!'Aros melirik kearah Mereka yang sama -sama memalingkan wajahnya.


"Nona,Tuan Ki..!"

__ADS_1


"DIAM ...!" Teriak Victor dan Maria serentak,mereka berdua masih marah soal tadi,namun malah berakibat kepada Aros.


Pria ini kaget,sehingga kedua bahunya ikut naik,lalu melanjutkan perkataan nya yang terputus.


"Kita sudah sampai!"Sambung Aros.


Aros segera turun dan membuka pintu untuk Victor,Pria pemarah itu segera turun dari dalam mobil,dan melupakan jas nya yang ia berikan kepada Maria .


Maria juga ikut menyusul,karena memang proyek itu melibatkan kedua nya.


"Terimakasih!" Ucap Maria memberikan jas kepada Victor.


"Aros,simpan jas itu di dalam mobil,ambil yang lain di dalam mobil,Aku baru ingat membeli jas baru !" Ucap Victor melanjutkan jalan nya.


Maria mengerutkan bibirnya,ia sudah hafal betul dengan sikap pria itu.


Seorang Pria dewasa,yang lebih tua dari Victor datang menghampiri Maria,lalu menyapa wanita ini.


"Hallo,apakah Anda yang di tugaskan Tuan Calvin ?" Tanya Pria tersebut


"Iya benar !apakah Anda sponsor nya?" Tanya Maria balik.


"Saya Toni,panggil saja mas Toni "Goda Pria tua ini mengedipkan matanya kearah Maria,membuat Maria sedikit jijik,lalu memalingkan pandangannya.


"Mari ikut dengan Saya bertemu dengan pemilik proyek dan rekan bisnis lainnya !" Sambung pak Toni.

__ADS_1


Pria tua ini ingin merangkul pinggang Maria,namun ia segera menghindar,dari jauh Aros memperhatikan gerak gerik Pak Toni,sesuai arahan dari Victor,Aros akan menjaga Maria dari jauh,karena hari ini yang datang kebanyakan buaya yang lepas dari kandang nya.


"Tuan Victor,ini Arsitek yang di rekomendasi kan oleh Groups Flores,meskipun baru pemula mungkin ia punya potensi yang luar biasa,sehingga Tuan Flores mempercayai orang pemula untuk menangani proyek ini!" Seru Pak Toni,menunjukan kearah Maria yang berdiri tidak jauh dari nya.


Maria hanya bisa mengembangkan sedikit senyum pahit nya,ia masih mencoba menahan nya,tidak akan melawan Pria itu yang jelas - jelas telah menyindir nya.


"Jaman sekarang potensi itu tidak penting,yang terpenting cantik,sexy dan bohay,sudah bisa mengambil proyek apapun yang mereka mau,lebih- lebih kalau mereka bersedia naik keatas ranjang,jabatan tertinggi di kantor bakal di dapat cuma-cuma!" Sambung pria lain,mencibir Maria,yang hanya seorang diri disana sebagai perempuan,Pria itu tersenyum nakal kepada Maria Pria yang berstatus Mandor di proyek tersebut.


Victor yang mendengar nya,mulai merasakan hawa pembunuh dalam diri nya,ia menggempalkan tangan nya,wajah nya memerah,telinga nya sudah berasap-asap,Aros yang berdiri tidak jauh dari Victor dapat melihat kemarahan Bos nya.


"Sudah,sudah!apa Kalian tidak menghargai Bos Saya,kalau kalian hanya datang untuk menggoda wanita lebih baik,kalian pergi saja!" Ucap Aros mencoba merelai keadaan agar tidak semakin panas,ia takut Victor akan bertindak di luar batasnya.


"Jangan meremehkan seorang Wanita kalau kalian sendri belum tau hasil kerja nya bagaimana,jika Saya mau menggoda atasan untuk mendapatkan Proyek,kenapa saya memilih untuk bekerja di kantoran,langsung saja datang ke bar sebagai wanita penghibur,langsung dapat uang dalam semalam!" Jawab Maria,menatap tajam kearah semua Pria yang ada di depannya.


"Anda semua itu,sudah memiliki istri tapi masih mencoba menggoda wanita lain,apa kalian tidak takut,kalau perbuatan kalian terekspos di media sosial ?" Sambung Maria lagi mengancam Pria tua di depannya.


Pak Toni dan Mandor terdiam mendengar jawaban Maria,tidak ada yang berani menjawab.


"Saya sudah punya Anak,tidak perlu menggoda Pria lain !" Ketus Maria masih dalam keadaan marah .


"Mau di lanjutkan bahas Proyek atau kalian lebih senang menghabiskan waktu Saya !"


Tiba-tiba Victor bersuara,dari tadi ia hanya memperhatikan nya saja,ia sedang sibuk dengan klien nya yang lain.Namun,sekali Victor berbicara semua orang terdiam.


"La..lanjut bahas Proyek Tuan!" Jawab Pak Toni yang gugup telah menimbulkan masalah.

__ADS_1


"Kalau begitu langsung membahas nya saja !" Victor berjalan kearah kursi yang telah di sediakan di bawah tenda.Mereka berdiskusi di bawah tenda,di depan mereka ada lahan kosong,yang baru berencana untuk membangun kan sekolah.


__ADS_2