
Airin telah memanggil Calvin,namun panggilannya tidak di jawab.Setelah beberapa kali menelpon akhirnya panggilan nya terhubung juga.
"Hallo!" Jawab Calvin saat melihat nomer baru yang keluar dari layar ponsel nya.
"Suruh semua bawahan Mu,yang mengikuti Ku unt menjauh dari mobil Kami,jika tidak Kamu tidak akan dapat melihat Sulthan lagi !" Ucap Airin mengancam,namun Calvin tidak menggubrisnya.
"Katakan dimana Kalian !Katakan sekarang !" Teriak Calvin dengan keras di balik ponsel.
"Tenang!sisa kan tenaga Mu untuk besok,Kita baru saja memulai kenapa Kamu sudah membuang-buang energi Mu!" Jawab Airin santai,"Aku menunggu li-ma menit,singkirkan semua pengawal Mu!"Sambung Airin lalu memutuskan panggilannya.
Tut ..Tut...Tut..
"Airin,Airin ..!" Teriak Calvin yang sedang duduk di sebelah Maria,wanita itu sudah menatap nya begitu lama.
"Bagaimana ?dimana anak Ku?"Tanya Maria memegang tangan Calvin.
"Mereka tidak bilang sedang berada dimana tapi seperti nya mereka berada di jalan yang sepi,soalnya tidak ada suara kendaraan yang lain !"Jawab Calvin,lalu menelpon seseorang untuk bersembunyi di pinggir jalan,jangan terlihat oleh mobil Airin,Calvin juga meminta mereka untuk mengintai mobil itu sampai ke tujuan.
Airin bersama dengan Grace telah menunggu lebih dari li-ma menit,namun pengawal yang menghadang mereka belum menyingkir juga.
"Kak,coba Kamu hubungi Victor,mungkin saja pengawal Dia !"Seru Airin melirik ke belakang,ada mobil yang juga datang kearah mereka.
"Grace,sudah lama Kau tidak menghubungi Ku,Aku sudah lama menunggu nya!"Ucap Victor dengan datar,namun Victor telah menyuruh Aros untuk melacak keberadaan Grace melalui nomer lamanya.
"Singkirkan pengawal Mu,kalau mau Anak Mu selamat!"Ancam Grace kepada Victor.
"Kenapa Aku harus sibuk-sibuk memikirkan Anak orang lain,itu bukan Anak Ku,itu Anak Calvin dan Maria!" Jawab Victor lagi,membuat Grace bingung.
"Victor apa maksud Mu,jangan main-main,Kamu tahu Aku tidak suka main tebak-tebakan !"Grace mulai panik,lalu melirik ke arah Airin,Adik nya juga ikut menatap Dia dan menggerakkan bibir nya bertanya apa yang terjadi.
"Jika Kau mau Kau bisa membunuhnya sekarang,itu tidak membuat Aku rugi,malah membuat Aku senang,karena Kamu telah membalaskan dendam pengkhianatan Ku!" Sambung Victor lagi,membuat Grace makin bingung,disela -sela pembicaraan mereka Sulthan menangis.
"Aaaaa...oek..Oek..hiks.. .hiks !" Sultan nangis begitu kencang,membuat pengawal yang berdiri tidak jauh dari mereka bersiap-siap mengeluarkan senjata Mereka.
"Buatkan susu!"Suruh Grace pada Airin dengan berbisik.
Victor yang mendengar tangisan Sulthan mengepalkan tangan nya,menahan amarah di dada nya yang sudah memuncak,ia harus menunggu beberapa menit lagi untuk bertindak,ia harus bisa membujuk Grace untuk bekerja sama.
__ADS_1
"Grace!"Panggil Victor,membuat wanita ini tertegun.
"Aku ingin Kamu menyingkirkan mobil di depan Ku,jika tidak Aku akan membunuh Sulthan sekarang juga !" Ucap Grace lagi,Sulthan sudah sedikit tenang,karena Airin telah memberi nya susu.
"Ha..Ha..Ha..!"Gelak tawa Victor membuat Aros kaget lalu menatap nya penuh keheranan.
"Tuan !" Panggil Aros dengan suara yang pelan,namun Aros dapat melihat raut wajah Victor saat ini,siapapun yang berada di titik kesalahan pasti akan di bunuh oleh Victor saat ini juga.
"Tinggalkan mobil Mu,lalu tukar dengan mobil Ku,Aku yakin Kamu akan bisa lewat kemana pun Kamu jalan dengan menggunakan mobil yang Ku kirim,tidak akan ada yang bisa melacak posisi kalian,Aku sudah membantu kalian!" Sambung Victor lagi,semakin membuat Grace tercengang,lalu mematikan panggilannya.
"Apa katanya?" Tanya Airin yang sudah mulai bersiap-siap untuk menyetir lagi.
"Tinggalkan mobil ini,Kita tukar mobil lain!percuma menelpon Victor,ia tidak terpengaruh dengan Sulthan,karena ia tidak mengakui anak ini!" Jawab Grace,namun tidak dengan Airin,Wanita ini sedikit curiga.
"Tidak,Kita tidak boleh mengambil resiko,ingat kita menculik bayi ini untuk kepentingan Kita bukan kepentingan orang lain !"Bantah Airin tidak mau bekerja sama dengan Grace.
"Kamu harus percaya,jika Victor,berharap kepada Maria,bukan kah Dia bisa saja menggagalkan pertunangan Maria,apalagi di laksanakan di hotel nya sendiri!" Grace mencoba menyakinkan Airin.
Sa-tu pengawal mendekat kearah mobil Mereka ,lalu mengetuk kaca mobil milik mereka.
Pengawal itu mengisyaratkan untuk menurunkan kaca mobil.
Grace menyuruh Airin untuk menurunkan kaca mobil,akhirnya Airin mau mendengarkan ucapan Grace.
"Ada apa ?"Tanya Airin,kepada pengawal yang menghampiri nya.
"Nona,tuan Victor meminta Anda untuk mengendarai mobil itu,supaya perjalanan Anda bebas dari pemeriksaan Kota dan juga dari mobil kejaran Tuan Calvin,Anda bisa sampai ke tujuan dengan selamat !" Jelas pengawal itu,Grace mengangguk nya,namun Airin masih ragu.
"Ayooo !" Ajak Grace yang tidak sabaran,apalagi berasa di bantu oleh Victor,membuat nya lupa akan rencana semula.
"Tunggu Kak,Aku belum yakin !" Airin menarik tangan Grace agar tidak keluar dari mobil.
"Jika Kamu mau tetap disini,silahakn Aku akan turun !"
Grace segera turun dari mobil,terpaksa Airin juga mengikuti kakak nya,ia juga ikut masuk kedalam mobil yang di bawa pengawal itu,dan juga para pengawal berpindah mobil ke mobil mereka tadi.
"Nyalakan mesin nya,Kita harus segera sampai,dan menyusun rencana untuk menjebak Calvin !" Ucap Grace,Airin hanya nurut saja.
__ADS_1
***
Victor menatap layar laptop nya,lalu tersenyum licik,Aros mengerti kalau Bos nya sudah berhasil menangkap kelinci kecil masuk dalam jebakan sendiri.
"Akhirnya!"Ucap Victor,"Kita ke arah Utara,Mereka pergi kesana,Kita bisa melacak mobil yang di bawa olah Mereka!" Sambungnya lagi,dan memainkan ponsel nya,mengabari semua pengawal nya untuk ikut pergi ke Utara namun tidak boleh membuat kedua saudara itu sadar akan kedatangan Mereka.
"Tuan,apa perlu melapor kepada Tuan Calvin ?" Tanya Aros,membuat Victor menyempitkan matanya.
"Sulthan Anak Ku,kenapa harus melapor kepada Pria itu!Kamu nyetir saja yang benar,jangan banyak tanya ini urusan Saya!" Jawab Victor dengan marah,mendengar nama Calvin membuat ia emosi,Pria yang baru saja menjadi tunangan,mantan istrinya.
"Maaf Tuan !" Aros segera melajukan mobil nya dengan kecepatan tinggi,sesuai yang di perintahkan oleh Victor.
Di tempat lain,Calvin dan bersama dengan yang lain,sedang mencari mobil yang sebelum nya di naiki oleh Airin,namun Calvin tidak bisa menemukan mobil itu .
Dddzzztt ..
Ddddzzztt...
Ponsel Calvin bergetar,ia mendapat panggilan dari bawahan nya.
"Hallo!" Jawab Calvin
"Bos,Aku melihat sebuah mobil dengan plat 672xx,mobil itu terjatuh ke jurang,Kami belum mengetahui bagaimana kondisi orang didalam nya!" Jelas bawahan Calvin,membuat Calvin kaget,dan tidak berani menatap Maria.
"Kirim lokasi nya ke email Ku,Kami akan kesana !"Ucap Calvin,lalu mematikan panggilannya.
Calvin menatap kearah Maria,dengan tatapan tidak tega untuk mengatakan hal itu kepada Maria.
"Ada apa?" Tanya Maria,yang menunggu jawaban dengan cemas.
"Mobil yang di bawa Airin dan di dalamnya ada Sulthan kata bawahan Ku,mobil itu jatuh ke jurang,tapi mereka belum mengetahui kondisi mereka bagaimana "Jawab Calvin memegang tangan Maria,namun wanita ini tidak bisa menahan tangis nya.
"Cepat kesana,Hiks ...hiks ..Aku harus bisa melihat Sulthan!bawa Aku kesana !" Teriak Maria dengan keras dalam mobil.
"Tenang,Kita akan kesana !Kamu tenang dulu ya !"
Calvin menenangkan Maria,memeluk wanita ini,lalu mengelus kepala nya untuk membuat nya lebih tenang,dan tidak panik,namun apapun usaha yang di lakukan Calvin gagal,Maria tidak bisa tidak panik,apalagi mengenai Anaknya ia tidak peduli lagi,bahkan ia menangis dengan sangat keras.
__ADS_1