SuamiKu Angry Birds

SuamiKu Angry Birds
97.Maria


__ADS_3

Dokter Ayu terlihat begitu lelah,ia tertidur di sofa ruangan Maria,Aros segera mendekati istrinya,menutupi tubuh Dokter Ayu dengan jas miliknya.


"Maaf Aku merepotkan kalian !"Seru Maria yang melihat Aros begitu perhatian kepada istrinya.


"Nyonya,ini sudah tugas Saya!"Jawab Aros duduk disebelah Dokter Ayu.


"Aros,jika Tuan membatalkan bisnis nya yang di Australia,apakah ada kerugian ?"


"Tentu ada Nyonya,kerugian nya sangat besar,bahkan cabang D&G yang baru di bangun di Australia tidak akan bisa berlanjut kalau Tuan sampai batalkan itu!"


"Bujuk lah Tuan,bilang disini Kita tidak apa-apa,semua akan baik-baik saja,minta lah Dia untuk lanjutkan bisnis nya!"


"Tapi Nyonya,jika Tuan sudah bilang begitu,maka akan sulit bagi saya untuk membujuk,karena hanya Nyonya yang bisa membujuk Tuan !"


Akhir dari obrolan Mereka Maria terdiam,tidak tahu harus berkata apa lagi.Karena ia tahu kalau Victor sulit bangat diajak kompromi,dan enggak bisa di bujuk.


"Nyonya,Saya permisi hantar Ayu ke ruangan nya dulu ya,biar ia bisa tidur lebih enak,nanti setelah itu saya kembali lagi !"


"Ia,silahkan saja,enggak apa-apa !"


Aros segera pergi menghampiri Dokter Ayu,ia segera mengendong nya menuju ruangan Dokter Ayu.


Begitu Aros dan Dokter Ayu keluar dari ruangan Maria,dua orang perawat masuk ke dalam ruangan Maria,untuk memeriksa pasien.


Ceklek !


"Malam Nyonya,Saya periksa dulu ya tekanan darah nya,dan sekalian ganti infus!"Ucap salah satu perawat tersebut.


"Sus minta obat suntik !"


"Tahan ya,ini sedikit sakit !" Ucap Suster yang menyuntik Maria.


Maria memejam matanya saat ujung jarum menebus kulit nya.


"Sus,apa Dia sudah pingsan !"Bisik suster yang di sebelah.


"Seperti nya sudah !"


Melihat Maria yang tidak bergerak,Mereka langsung memindahkan tubuh Maria ke atas kursi roda,dan membawa nya keluar dari ruangan inap nya.

__ADS_1


Di sepanjang jalan suasana rumah sakit terlihat sepi,karena sudah larut malam,kedua suster tersebut mengantar Maria ke belakang rumah sakit,disana sudah ada sebuah mobil yang menunggu Mereka.


"Apakah ada yang melihat kalian ?" Tanya Wanita tua yang menunggu Mereka di mobil.


"Tidak ada semua nya aman !"


"Bagus,ini bayaran kalian !"


Blam !


Setelah mengambil uang tersebut mereka langsung pergi meninggalkan Maria bersama dengan wanita tua yang ada di mobil.


Mobil yang membawa Maria pergi meninggalkan rumah sakit,infus masih terpasang di tangan,Wanita ini masih belum sadarkan diri,akibat obat bius yang di suntikan tadi oleh suster .


Setelah selesai membaringkan istrinya di ruangan sendiri,Aros berbalik kearah ruangan Maria,ia melihat tempat tidur Maria yang berantakan.


"loh,dimana Nyonya !"Gumam Aros yang tidak menemukan Maria diatas ranjang,Aros juga memeriksa kamar mandi,namun kosong.


"Gawat!"Aros segera merogoh ponsel yang ada di saku celana nya,ia menekan nomer ponsel Victor,namun pria itu tidak mengangkat nya,Aros sudah menghubungi Victor berkali-kali,namun jawaban nya masih sama,masih belum bisa terhubung.


Aros segera menghubungi Mark,begitu tahu Maria hilang,Mark segera ke rumah sakit untuk menemui Aros.


"Ayu,bangun!Nyonya Maria hilang !" Ucap Aros dengan panik.


"Apa?di kamar mandi enggak ada mas?apakah ada yang masuk ke kamar Nyonya Maria selain kita?" Tanya Ayu yang segera turun dari ranjang nya.


"Bantu Aku memeriksa cctv ya !" Pinta Aros mereka segera ke ruangan belakang untuk memeriksa cctv.


Setelah Dokter Ayu membantu Aros memeriksa cctv,namun ia tidak menemukan hasil cctv di jam tersebut,karena telah di hapus.


"Bunda,bagaimana ini,Kita tidak bisa melihat cctv,jika Tuan Victor tau,tamat lah riwayat Ku hari ini,Aku sudah menghilangkan ti-ga nyawa sekaligus !"


Aros beranjak pergi dari ruangan tersebut dengan panik,ia tidak dapat berfikir, Victor belum mengangkat telepon dari Nya,Bos Dia belum mengetahui apa yang terjadi dengan istri dan kedua calon baby nya.


"Sayang tenang,Kita cari solusi sama-sama,Aku yakin Kita akan segera menemukan Nyonya Maria!"Ayu menepuk pelan bahu suaminya yang terlihat begitu panik,bahkan Aros sangat khawatir,ia lebih khawatir kehilangan istri Bos nya dari pada keluarga sendiri.


"Aros,apa yang sebenarnya terjadi ?"Tanya Mark yang baru saja datang .


Aros pun menceritakan kronologi hilang nya Maria,namun mereka telah memeriksa cctv,rekaman nya telah sengaja di hapus.

__ADS_1


"Apakah Kamu sudah menelpon Kakak?" Tanya Mark,namun Aros segera menggelengkan kepala nya,ia belum sempat berbicara dengan Victor,karena panggilannya tidak terhubung.


"Ayoo,Kita harus mencari diluar rumah sakit,Aku tahu,seseorang pasti dengan sengaja mengatur rencana penculikan ini!"


Aros segera mengikuti Mark,sementara Ayu memberitahu atasan nya mengenai hilang nya Maria di rumah sakit mereka.


Dokter Anwar baru saja keluar dari ruangan operasi,ia melihat Ayu yang sedang panik.


"Apa yang terjadi,kenapa wajah mu begitu panik?"


"Dok,Nyonya Maria hilang,harus nya ia akan melakukan SC dua hari lagi,namun tiba-tiba korban hilang saat di rawat disini!"Jelas Ayu.


"Bagaimana bisa?apa ada yang melihat siapa yang berada di kamar waktu itu ?"Tanya Dokter Anwar.


"Tidak ada orang,saya tertidur,namun suami saya menjaga nya,karena ingin mengantar saya keruangan ia meminta ijin kepada Nyonya Maria,tapi setelah kembali Nyonya Maria telah hilang !" Jelas Ayu.


"Kamu langsung ke ruangan atasan,Aku akan menghubungi polisi,dan sekalian bertanya ke pada satpam di depan !"


Ayu mengangguk,lalu pergi meninggalkan Dokter Anwar di depan ruangan SC.


DI TEMPAT LAIN !


Victor yang ingin memberi kejutan kepada istri nya,ia tidak memberitahukan kepada Maria kalau ia sudah kembali ke Amerika,bahkan ia dengan suka rela membatalkan bisnis nya,kali ini ia mengorbankan sebagian bisnis nya demi menemani istri yang melahirkan .


Ia sudah menyimpan nomer ruangan Maria,ia sengaja sebelumnya bertanya kepada Oma,agar Maria tidak mengetahui nya,bahkan sekarang ponsel Victor mati akibat kehabisan baterai.


Taxi yang di naiki oleh Victor telah berhenti di depan rumah sakit,ia segera menarik koper bawaan nya bersama,dengan senyuman bahagia yang mekar di wajahnya ia berjalan menuju kamar sang istri.


Victor dengan langkah besar,sebuah buket bunga untuk istrinya tidak lupa ia bawa bersama,kini Victor berdiri di depan kamar Maria,senyuman nya masih terukir di sudut bibirnya.


Dengan perasaan yang gugup dan deg-degan ia memegang handel pintu.


Ceklek !


"Sayang ....!" Victor berteriak,sembari merentangkan kedua tangan nya melihat kearah tempat tidur,bunga yang ia pegang jatuh ke lantai,saat ia tidak mendapati sang istri di dalam ruangan nya,seketika rasa bahagia berubah menjadi sunyi.


Raut wajah Victor panik,ia mendorong koper nya ke sudut kamar,lalu membiarkan begitu saja, Victor melihat ruangan yang berantakan,membuat nya sedikit khawatir.


Victor berniat ingin memberi kejutan kepada Maria.Namun,alhasil Dia yang terkejut dengan kejutan dari sang istri.

__ADS_1


Victor keluar dari ruangan inap Maria,menuju ruangan Dokter Ayu,belum sempat mengetuk pintu,Victor sudah melihat Dokter Ayu yang berjalan ke arah ruangannya.


__ADS_2